Minggu, 12 Oktober 2008

d iamenciumi dan menjilati daerah itu sampai celana dalamku basah


Sarah ( 21 tahun ) “Wah, enak dong.., orangnya sintal, mungkin tiga hari nggak habis dimakan!” kataku berseloroh. Sementara itu tangannya masih terus membelai batang kemaluanku yang kepalanya sudah berwarna kemerahan tetapi tidak dikocok hanya dielus-elus. Lalu tante Lina mulai menciumi dadaku terus turun ke arah selangkanganku sehingga aku pun mulai merasakan kenikmatan yang luar biasa sampai akhirnya Tante Lina berjongok di bawah ranjang dengan kepala mendekati batang kemaluanku. Sedetik kemudian dia mulai mengecup kepala batang kemaluanku yang telah mengeluarkan cairan bening pelumas dan merata tersebut ke seluruh kepala batang kemaluanku dengan lidahnya. “Sudah kamu istirahat dulu deh Va!” “Tapi pakaian dalam Mamamu kok nggak terlalu seksi ya.. konvensional banget sampai aku susah memilihnya”. laki-laki dan setelah cukup basah maka Anna pun disuruh berjongkok di “Kamu mandi dulu dech biar segar, tuch di kamar mandi,” katanya.

Abang ke mana isteri dirasa Kemudian diangkatnya badanku dengan posisi kakiku dipinggangnya, aku melingkarkan tangan pada lehernya agar tidak jatuh. Diletakkannya aku pada lantai di tepi kolam, disebelah Indah yang terkapar, dia merapatkan badannya diantara kedua kakiku yang tergantung. Bagian empat : MLA I’m your mother. Just pretend I’m another woman and make Setelah puas berehat aku dengan lantang berkata `servis kau memang Aku bersekolah di salah sebuah sekolah di ibu kota.walaupun aku

Tak lama kemudian orgasme mereka lewat juga, kami duduk perdampingan tapi masih merasa nikmat dan sama sama tersenyum. Trus kami liat si Eva kayaknya belum, maklum mungkin masih baru kali yah. Dan mungkin di masih kawatir ada yang ngeliat jadi kurang konsen, karena itu dianya keliatan semakin horny ajah dan belum lepas lepas juga. Akhirnya kami bertiga segera duduk disekitar dia, Veni (kakaknya) duduk di sampingnya sambil memeluk adiknya di berbisik “ Udah Va, cuek ajah lah, kami nutupin kok. Kamu terusin ajah. Kalo udah keluar nanti enak banget “. Sambil merem dianya mengangguk. Saya pun mulai membantu dia dengan merangsang vaginaya, wow…gadis ini udah basah banget. Karena saya rasa basah banget maka roknya pun saya angkat biar ga nyeplak nantinya, habis banyak banget cairannya. Tangan saya dengan lincah segera masuk ke selangkangannya dan segera mencari klitorisnya. Setelah etemu mulai saya gosok gosok dengan cepat, dianya semakin gelisah duduknya, sedangkan niken juga mulai meraba raba payudaranya, agar dia makin terangsang. Ahhhh saya liat napasnya mulai memburu mungkin ga lama lagi dianya orgasme. Badannya semkin gelisah untuk niken dan veni cepat tanggap dengan menahan badannya agar tangan saya bisa menggosok vaginanya dengan leluasa. Ahhhh akhirnya dia pun orgasme, mulutnya mejerit tapi segera di peluk niken jadi ga sempat semakin liar, sambil memeluk nikem meremas payudara Eva kuat2, dan Veni terus berbisik ke telinganya agar melepas semuanya. Ahhhh jari saya yang di vaginanya merasakan denyutan yang sangat kuat, ohhhh dianya orgasme. Dunyatan2 ini tandanya. Matanya meram dan semakin meringis ringis, tapi saya yakin sekali geli2 nikmat yang luar biasa yang sedang dialaminya. Setelah beberapa lama akhirnya orgasme nya lewat juga dan dia mulai tenang, demikian juga kami bertiga. Mata kami masih merem menikmati sisa orgasme dan musik y6ang menghentak kencang. dengan sofa ruang tamu maka walaupun terkuat hanya sedikit tentunya Vivi, sang adik iparku dapat mengintip “Tambah ganteng dong dia” Setelah beberapa saat menarik dan mendorong akhirnya mentok juga penisnya. Dia diamkan sebentar penisnya disana untuk beradaptasi sekalian menikmati jepitannya. Kesempatan ini juga kupakai untuk membiasakan diri dan mengambil nafas. Akhirnya saya memeluk erat tubuh Middleton, saya peluk semampu saya sebab tubuhnya lebih besar dari saya. Saya letakan kepala saya dan menghadap ke kiri pada dadanya yang bidang. Oh My Godness, saya lihat Raymond dan Gill sedang berdiri di depan pintu, mereka melihat saya, rupanya mereka melihat beberapa adegan yang telah saya lakukan. Buru-buru saya bangkit dan saya mengambil pakaian saya dan saya hampiri mereka. Saya tanyakan bagaimana dengan seks mereka, dan saya berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuh saya, sedangkan Midlleton bangkit lalu berpakaian, rupanya ia tidak peduli dengan kehadiran Ray dan Gill. other hand on one her breast and kneaded it and rolled the Dee berdiri untuk mengunci pintu, namun Pak Wir merengkuh pinggangnya dari belakang.

Samia laid on her back and opened her legs wider. Amir adjusted himself between her legs and with one hand opened her pussy lips getting a full view of his mother pink pussy. He lowered his head and touched her clit with his tongue. Samia bucked her ass and ground her pussy against her son’s mouth. Amir started licking all along her pussy inserting his tongue deeper in her fu*k hole. Samia had previous lesbian contacts and had experience in being licked but the mere fact that it was her baby boy was something else. Her orgasm exploded like a bomb on her son’s face. Gigitan dan jilatan, cakaran dan remasan. Erangan dan rintihan kenikmatan. Juga gelap dan terang. “Kenapa Jo? Sakit ya di sini?” tanyanya. Isakan keluar dari mulutku.

Website “Mbak.. Oh..” Shanti tak kuasa berbicara. Ia menyusupkan wajahnya makin dalam dipelukan Tuti. Selama seminggu pertama, aku dan 30 awak News Room menginap di kantor untukmemantau perkembangan tsunami serta proses bantuan kemanusiaan. Tepat di awal Januari 2005, presiden Amerika Serikat, George Walker Bush memerintahkan bantuan kemanusiaan untuk mengatasi bencana internasional yang merenggut 150 ibu korban jiwa. Angkatan ketujuh pun bergerak ke Aceh dengan memboyong 3 kapal perang serta sebuah kapal induk USS Abraham Lincoln. Semua media berusaha meliput langsung proses bantuan ini namun terbentur birokrasi pemerintah yang ruwetnya bikin kepala pecah. Setelah berpikiran seperti itu, Bi Eha menjadi penasaran. Ingin tahu bagaimana rasanya bercinta dengan anak di bawah umur. Tentunya masih polos, lugu dan perlu diajarkan. Mengingat ini hal Bi Eha jadi terangsang. Keinginannya untuk bercinta semakin menggebu-gebu. Kalau saja lelaki ini adalah Tuan Hartono, tentunya sudah ia terkam sejak tadi dan menggumuli batang kont*lnya untuk memuaskan nafsunya yang sudah ke ubun-ubun. Tapi tunggu dulu. Ia masih anak-anak. Jangan sampai ia kaget dan malah akan membuatnya ketakutan.


Rahasia Bikin Puas Wanita Orgasme berkali kali/h1>
RAHASIA..PEN1S BESAR,PANJANG,KUAT,TAHAN LAMA-TANPA OBAT-... KLIK DISINI

Faiza woke up late next morning. Lazily she pulled the curtains, letting in soft light of March sun into her bedroom. It was spring which is the best month in Lahore (Pakistan). She walked out of her room and went straight to the lounge. It was empty except the maidservant. She remembered that her parents had to go to a wedding in their native village. The maidservant told her that only she and Amir were left behind. Hearing Amir name she blushed and remembered the events of last night. Not wanting the servant to see her blushing she went back to her room. She went to the bathroom to do the morning necessities. The door to Amir’s room was unlocked. She went to look it but after a mischievous grin let it remain open. Slowly she removed all her clothes and looked at herself in the mirror. She knew that she was beautiful and the mirror replied in affirmative. After doing the necessary rituals she took a bath and wiped herself dry. The wearing a beautiful lacy bra and panties she went to Amir’s room. He was sleeping soundly. She slowly removed the light blanket over him. To her surprise she found that he was sleeping naked. His flaccid cook was visible. She drew closure and started inspecting it. It was a mere two inches in length, not long as she had seen it the previous night. She lightly touched it. It was soft. She then ran a finger on his balls. They were bigger than she thought and oval in shape. Amir had a thick bush of pubs and she made a mental note that she will ask him to remove them. Amir stirred in his sleep and she tiptoed back to her room. “bodynya coy…….. gile bener. Putih banget.” Kelelahan disekujur tubuhnya terasa sekali hari ini. Satu hari yang sangat menguras tenaga. “Iya deh Non, sebentar aja yah, udah ngambil saya langsung pulang” Imron tertawa lebar dalam hatinya karena inilah yang ditunggu-tunggu. Calvin mengiyakan, segera ia duduk di boncengan, rapat di belakang tubuh Andre. Tangannya diletakkannya di paha Andre. Kemudian kedua remaja SMU itu melaju menuju sekolah mereka. Pada hari Sabtu di bulan Januari, karena saya tidak memiliki pacar, saya sering berkeliling kota dengan mobil ayah untuk menghabiskan malam panjang sendirian. Karena teman-teman belajar saya semua pada ngapel, termasuk Bima. “Ah Sial..” ketika baru saja lewat rumah keluarga drs.E, mobil terbatuk-batuk seperti habis BBM. Padahal hujan begitu lebat di luar dan SPBU terdekat kira-kira 2 km dari lokasi tempat mobil saya tepikan di bahu jalan. Akhirnya, saya memutuskan untuk meminjam telepon ke rumah Bima, untuk menelepon ayah atau siapa saja untuk membantu kesulitan gara-gara lalai terhadap yang namanya BBM. membalasnya dengan tersenyum lalu dia melemparkan bantal guling ke

Faiza smiled to herself and after removing her shawl went near her brother and placed her head on his shoulder. jadi perkembangan eksebisinya pastilah dilingkaran dekat sendiri….. Desahan yang keluar dari mulut mamaku ini menjadikan ku semakin bersemangat dan kugeser kepalaku yang sedang dipegangi mama kearah tetek yang satunya dan tangan kananku kuremaskan lembut di tetek kiri mama dan tak henti2 nya desahan mama terdengar semakin kuat dengan nafas cepat. “Wih, dikit lagi kuliah dong. Mau kemana kuliahnya? Ke Jepang aja? Nichidai?” Pak Maman mulai menggoyangkan pinggulnya memompa vagina gadis itu. Desahan tertahan terdengar dari mulut Virna yang sedang berciuman. Pria itu memulai genjotan-genjotannya yang makin lama makin bertenaga. Lumayan juga sudah seusia kepala enam tapi penisnya masih sekeras ini dan sanggup membuat gadis itu menggelinjang. Dia mahir juga mengatur frekuensinya agar tidak terlalu cepat kehabisan tenaga. Sambil menggenjot mulutnya juga bekerja, kadang menciumi bibir gadis itu, kadang menggelitik telinganya dengan lidah, kadang mencupangi lehernya. Virna pun semakin terbuai dan menikmati persetubuhan beda jenis ini. Dia tidak menyangka pria seperti si penjaga kamar mayat itu sanggup membawanya melayang tinggi. Pria itu semakin kencang menyodokkan penisnya dan mulutnya semakin menceracau, nampaknya dia akan segera orgasme. Shin Chan yang tak berdaya melepas tangannya dari burungnya dan terlentang mengaduh”Aduh, aduh, geli Ma, geli Ma”. Seorang gadis berbadan putih telanjang sedang bersetubuh dengan posisi di atas membelakangi pasangannya. Kedua belah pahanya yang mulus bersimpuh di atas badan telanjang seorang pria setengah baya. Kedua tangannya memegang erat lutut di depannya untuk memudahkan goyangan pinggulnya. Pria yang berada di bawah, meletakkan telepon genggamnya di atas meja samping. Diremasnya kedua belah dada yang tak terlalu montok namun padat itu dari belakang. Kemudian dibelainya kedua belah lengan dan tubuh gadis yang tak terlalu tinggi tapi langsing itu.

Shanti hendak berpindah menggumuli memek Tuti tapi Rahman masih membiarkan kontolnya dalam mulut gadis itu. Shanti mengeluarkan kontol Rahman dan menjilati pejuh yang menempel disana, ia mengemut kontol Rahman, sekarang ia merasa suka dengan rasanya, ternyata untuk menjadi biasa cepat sekali apalagi kalau memang ternyata enak. Saat itu perasaanku campur aduk. Otakku sudah lepas kontrol. Karena Andi merasa aku hanya setengah hati menyuruhnya keluar, dia semakin berani. Dia berpindah ke depan dan menempelkan mulutnya di daerah kemaluanku. Dengusan napasnya yang hangat sampai di antara pahaku. Aku bergetar dan mulai menyukainya. Aku diam saja waktu d iamenciumi dan menjilati daerah itu sampai celana dalamku basah. Aku merasa otot-otot di sekitar kemaluanku mengejang. Rasanya seperti merapat terus.

Si cowo nekad tembak langsung. Nyatanya semua biaya yang harus ditanggung memang sudah dipastikan akan seberat menyimpan seorang bini muda. “Mas….., kamu kan sekarang sudah tambah dewasa, apa enggak pingin punya pacar atau pingin meluk atau dipeluk seorang perempuan ? kata mama tiba2. “Atau kamu sudah jadi laki2 yang enggak normal barangkali ya, Sayang ?“ lanjut Mama. aku begini .Mungkin dulu dia tidak mendenda aku secara ludah kenikmatan bersama-sama tante Lin. Tiba-tiba tante Lin menyedot semua ludah-ludah itu kemulutnya dan melepas mulutku. Dengan tatapan mata dan senyuman yang nakal, tante Lin mengeluarkan air ludah itu, membiarkannya mengalir seperti air terjun, dari mulutnya ke dagunya, lehernya, membasahi dadaku dan dadanya, dan akhirnya turun sampai ke pangkal paha kami, membuat gesekan tubuh kami terasa menjadi lebih licin. Melihat itu, mulai kuarahkan kepalaku untuk menjilati air ludah, tapi tidak kutelan, mulai dari sudut-sudut bibirnya, lalu dagunya, “Tidak apa-apa kok Pak”, sahutku, aku senang juga dalam hati. “Pah. tadi kok Mama rasakan punya Papa jadi lain?” “Okeh, nggak pa-pa. Kutunggu.”

Setengah berlari dengan baju dan rambut yg acak2an anggi segera keluar dari kompleks sekolah itu. Dia tak tau ada beberapa pasang mata yang selama prosesi sex terjadi di kelas tadi, telah mengintai dan menonton pertunjukan sex itu. Beberapa pasang mata itu begitu ganas dan liar. “tunggu giliran kami nggi…………..” bisik mereka tertiup angin malam………………… “Ada air panasnya lho Shan..” kata Tuti. “Kamu tidak kasihan melihat ayah seperti ini? Ayolah, kita khan pernah melakukannya”, desaknya. Aku segera memakai pakaianku, dan melangkah keluar. Tante Donna mengantarkanku kepintu sambil sambil menghadiahkanku sebuah kecupan kecil, katanya “Terima kasih yach.. sekarang giliran suamiku, karena ia butuh melihat permainanku dengan orang lain sebelum ia melakukannya.” “Jangan lagi panggil tante ah, panggil saja Santy. Oke?”. “Kamu nggak pakai celana dalam?” tanyanya. Now Donny really became uneasy. Mom was treading into an *

memainkan lidahku dengan cepat di duburnya


“Aaarrgghh.. Gilaa!!” teriak Rahman. Mulut mungil Claire tidak dapat menampung penis besar itu seluruhnya, dengan susah payah ia membiasakan lidahnya bermain-main menyapu permukaan penis yang bercokol di mulutnya itu. Dia sibuk mengulum penis si pemilik toko dan mengatur nafasnya yang terengah-engah. Ada sensasi yang aneh dirasakannya ketika putingnya dipencet-pencet dan dipilin-pilin oleh Dario, di luar kendalinya puting mungil kemerahan itu makin mengeras. Kini tangan kiri Dario mulai turun mengerjai daerah pangkal paha Claire, ditekan-tekankannya jarinya disana sehingga celana dalam Claire menyusup pada bibir kemaluannya. Claire mencoba menahan niat Dario ketika pria itu menurunkan resleting celananya dengan memengangi tangannya, tapi percuma karena pria itu menepisnya lalu dia menangkap kedua pergelangan tangannya. Tangannya kini menyusup ke balik celana dalam Claire. ### Kevin Demonic Ep.3 ~ Blood Sugar Sex Magic Kemudian dia tertawa terbahak-bahak. Aku memukulnya sambil pura-pura marah. Aku mengambil jalur yang biasa kulalui yang melewati Jl. Saparua (gelora) yang kalau malam banyak kaum waria yang mejeng mencari langganan. Aku tidak pernah perduli karena memang aku sama sekali tidak tertarik oleh yang palsu semacam itu. Tapi malam itu secara sadar atau tidak sadar aku berhenti ketika seorang waria melambaikan tangannya. Aku hanya berpikir seksi sekali ini orang (tentunya dalam cahaya yang remang-remang dan pengaruh obat yang masih bersisa di kepalaku). “Ahh.. dorong terus Dong Rud..!” pinta si Tante dengan suara yang sudah mendesah sekali. Tak lama, akupun mengerang nikmat ketika mengalami ejakulasi dalam vagina Sandra. Kamipun melepas lelah sejenak sambil berciuman kembali. “Kecuali elo semua kasih lihat payudara elo,” kataku.

Kali ini Eni menjadi super hati-hati mencukurnya. Mungkin takut tersentuh kemaluanku. Sedangkan aku sangat ingin tersentuh olehnya. Tapi aku khawatir dia semakin takut saja. Akhirnya kubiarkan saja dia menyelesaikan tugasnya dengan caranya sendiri. Padahal saat itu aku belum mengenakan apa-apa, hanya pakaian dalam saja. Segera aku melemparkan bantal ke arahnya dan dia hanya tertawa. Selesai berpakaian kami pun segera berangkat. Di mobil kami saling berpegangan tangan dan kadang-kadang saling mencium. Di bagian belakang mobil dia menggantungkan beberapa kemeja dan jas serta dasi, dia menjelaskan bahwa itu persediaan untuk nanti malam karena dia malas pulang malam-malam. Aku hanya tertawa, sambil menggodanya bahwa dia terlalu banyak berharap. “Jangan!” “Miss u sweety. Mmuuaahh!” Lima tahun kemudian, aku menerima sebuah undangan perkawinan bertuliskan, Lalu aku merasakan mulutnya pada kejantananku. Mengecup, menghisap, dan menjilat. Ditambah kedua tangannya yang terkadang menggosok pelan, memijat atau meremas. Belum lagi bulu halus yang tumbuh di dagunya memberikanku tusukan kecil yang geli namun nikmat. Aku, untuk yang pertama kalinya, merasakan apa yang disebut kesulitan bernafas. Mungkin lebih parah daripada seorang penderita asma. “Acik gelii.. Sedapp,”elus aku. “Saya kira sekarang bukan saatnya bercanda, Pak.”

sampai suatu malam, vina tidak mendengar lagi suara suara dari cermin itu. namun ia merasakan hawa kamar itu tersa sangat panas sekali an ia merasa pusing. vina akhirnya membuka jendela kamarnya, dan ia merasakan hembusan angin dingin yg menyegarkan, pusingnya hilang, tapi juga ia merasa mengantuk, perlahan lahan angin dingin itu membuai vina hingga tertidur. Lalu martin mendorong seluruh batang kejantanannya masuk ke dalam lubang kewanitaan Lisa. Ia menggenjot terus tanpa menghiraukan keluhan dan rasa nyeri pada lubang Lisa, namun Lisa menuruti setiap gerakan Pak Martin yang maju mundur dalam lubang vagina itu. sebagai suara Mirna adiku! Aku jadian dengannya. Amel gadis lugu dengan sifat yang sedikit egois, arogan dan cantik.

Kurasa pagi ini tidak seindah yang kubayangkan. Tidak dengan kondom-kondom yang berserakan di lantai. Tidak dengan seprei yang basah di bawahku. Tidak dengan sperma yang mengering di bekas luka di perutku. ABG Tetangga Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment. Posted in Daun Muda | suara onani terdengar dari gesekan tangankananku yang penuh air mani …. sementara itu kuperhatikan Leave a Comment

Lisa kemudian menaik-turunkan tubuhnya di atas pangkuanku. Novi pun tak tinggal diam, diciuminya aku ketika temannya sedang memompa penisku dalam jepitan dinding kewanitaannya. Goyangan tubuh Lisa membuatku merasa akan segera menumpahkan spermaku dalam vaginanya. Aku berusaha sekuat tenaga agar tidak ejakulasi terlebih dahulu sebelum dia orgasme. Sambil menciumi Novi, tanganku memainkan klitoris Lisa. Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment. ***** “Makasih yah Mun, sori kalau selama ini ngerepotin kamu, jangan lupain yang pernah kita pelajari yah” Syeer…syeer…. kutahan… dan kukendalikan aliran sperma-Ku yang keluar dari ujung penis-Ku…. “Eerrr…tanya apa Non ?” katanya “Mumun bingung mo tanya apa?” Akhirnya aku orgasme. Otot-otot kemaluanku menegang, merapat, kakiku serasa tidak kuat menahan dorongan ini, aku berusaha menahan selama mungkin. Akhirnya sambil mencengkram pinggiran meja aku melepaskan tekanan ini.


Rahasia Bikin Puas Wanita Orgasme berkali kali/h1>
RAHASIA..PEN1S BESAR,PANJANG,KUAT,TAHAN LAMA-TANPA OBAT-... KLIK DISINI

“Ooohh.. aa.. aahh.. aahh.. mmhh gelii oohh enaknya, Vann.. ooh,” desah Tante Donna. Rekan-rekan pembaca, usai kejadian itu kami masih terus melakukan affair. Hal ini berakhir ketika saya menikah 4 tahun yang lalu. Beliau berkata, “Jangan hianati istrimu, karena Tante sudah merasakan bagaimana dihianati suami.” “Mimpikah aku?” Tanya Adissa dengan suara tercekat. “Eeii…jangan kurang ajar yah !” bentak Sherin mendorong pria itu. “Mbaak.., maa’aaf.., saya tidak tahu kalau.., Mbak lagi mandi”.

Sesaat kemudian Tonny akhirnya merasakan kedutan kedutan hebat di pangkal kemaluaannya dan sesegera menarik keluar dan memndamkan batang kemaluannya kembali ke dalam mulut Tamara yang diakhiri oleh muncratnya sperma Tonny berkali kali didalam mulut Tamara. Ditahannya mulut Tamara agar tetap tertutup rapat dan memaksa Tamara menelan habis spermanya ada didalam mulut Tamara, polwan cantik yang sekaligus wanita dambaan laki laki yang menontonnya di layar lebar. dia ceraikan kau ha ha `.”dengar permainan hari ini sudah berakhir Ingin ku sayangii. Tanpa terbagi laagii “Apa coba?” nita tinggal dengan ayahnya , ibunya telah meninggal beberapa tahun lalu karena kecelakaan mobil. sejak itu ayahnya lah yg mengurus nita , sebenarnya ayah nita masih cukup pantas untuk menikah lagi , namun ia telah berjanji untuk tidak menikah lagi , dan hal itulah yg membuat nita bahagia dengan hidupnya yg sekarang. “Kau mau kuantar pulang?” kata Michael esok siangnya selepas kami bangun tidur. Anak itu menggeser kakinya memberiku jalan. Tadinya anak itu menunduk menatap lantai, tapi begitu Aku melewatinya, matanya langsung melotot ke arah dadaku. Karena memang ketika Aku bergeser mau keluar dari kursi, dadaku berada tepat di depan hidungnya. Aku jalan ke belakang sambil meneliti kursi mana yang kosong. Tak kupedulikan tatapan mata lelaki-lelaki. Tak ada yang kosong. Memang ada 3 kursi yang hanya berisi masing-masing seorang. Seandainya Aku punya keberanian untuk meminta salah satu penghuni kursi yang sendirian itu untuk bergabung ke penghuni sendirian yang lain, Aku akan dapatkan kursi kosong. Tapi Aku tak berani. Atau anak itu saja yang kusuruh pindah ? Ah, sungguh Aku tak enak. Apa boleh buat, terima saja apa adanya. Aku kembali ke tempatku. Lagi-lagi mata anak muda itu memelototi tubuhku. Dan masih saja tak melepas tatapannya meskipun Aku sudah kembali duduk.

“Sepedanya dititip ke saya aja Non, biar saya yang tambal besok, dijamin besok Non ke kampus sepedanya udah beres” tawarnya. Nampak keheran-heranan dari Maria dan juga cewe-cewe lainnya. Mungkin karena penasaran, Maria memenuhi permintaanku. Diambilkannya body lotion dari kamarnya. “Mbak, enak banget, oooch…. Teruuus yang dalem, oh mbak lidahnyaaa…. Oh ngilu,enak” aku terus mengerang menahan kenikmatan yang diberikan Tia padaku. Tak lama kemudian, meledaklah semua isi dalam kejantananku ke dalam mulutnya. Mbak Tia sama sekali takmelepaskan kulumannya dan terus menghisap spermaku sampai habis… “Sama-sama Pak, saya juga senang kenal Bapak, but lain kali jangan lupa…you should use some condom, memakai kondom, supaya aman !” katanya dengan senyum nakal. sheer sensuality of the room would have been arousing by sometimes. Very lonely.”

dia sendiri sudah pasrah akan nasib yang dialaminya itu. Kamipun masuk ke dalam rumah dan aku langsung duduk di sofa ruang keluarganya. Santi menyuguhkan orange juice untuk menghilangkan dahagaku. Nikmat sekali meminum orange juice itu setelah lelah terjebak macet tadi. Dahagakupun langsung hilang, tetapi setelah melihat Santi yang cantik, dahagaku yang lainpun muncul. Aku masih bernafsu melihat Santi, meskipun telah lima hari berturut-turut aku setubuhi dia. Jantung Sherin semakin berdebar-debar ketika kepala penis pria itu menyentuh bibir vaginanya. Nuraninya menghendaki agar dirinya memberontak dan kabur, tapi tubuhnya yang berkata lain malah menggerakkannya untuk membuka kakinya lebih lebar. Dia melihat jelas bagaimana penis pria itu memasuki vaginanya juga ekspresi puas di wajah tuanya karena berhasil menikmati tubuh gadis cantik yang baru pernah dirasakan seumur hidupnya. ### Setelah itu Lia meninggalkan ruangan. Sudah cukup lama aku tergantung dengan posisi kepala di bawah dan aku mulai merasa pusing. Aku mencari-cari jam di ruangan itu dengan berusaha memputar-putarkan badanku. Kutemui sebuah jam kecil tergeletak di meja rias kamar tersebut. Waktu saat itu menunjukkan jam 2 siang. Sudah lebih dari 4 jam aku terikat. Tangan, siku, kaki dan lututku terasa sakit karena ikatan yang kuat. Kulihat Lia membuka pintu dan lalu menurunkanku dari gantungan itu. Setelah terbaring di lantai lalu dibukakannya plastik-platik pembungkus diriku dengan mengguntingnya. Setelah itu ia buka bandana dan mengeluarkan celana dalam yang sudah hampir 4 jam menyumbat mulutku. “Gimana rasanya dibawah sana Mun ?” “Mas.., ini handuknya..!” katanya.

September 25th, 2007 by indocerita Posted in Masturbasi | “Andre” “Ohh.. eehh.. hmm.. Ar.. yang kuat!” Mungkin gabungan antara suara dari bibirku dan mungkin cengkeraman-cengkeraman kuat dari dinding-dinding liang kemaluanku, segera membuatnya bergerak cepat dan kuat sekali. Aku tidak pernah merasakan kekuatan sekuat dan setahan itu dari Andy. Tubuhku kejang sampai dia menyelesaikan 5 menitnya yang keempat dan masih terus bergerak mantap. Sampai orgasmeku mereda aku merasakan gerakannya semakin cepat dan kuat dan belum sampai pertengahan 5 menitnya yang kelima, Ari pun jebol juga. Mumun pun berbaring telentang di ranjang itu, tidak tahu apa lagi yang harus dilakukannya karena dia sama sekali buta soal seks, bahkan nonton film bokep atau lihat gambar porno saja belum pernah. Memang di usianya yang mulai puber itu ada rasa senang ketika melihat gadis-gadis penghuni kost itu lalu-lalang dengan pakaian yang memperlihatkan lekuk-lekuk tubuh mereka, tapi ia sendiri tidak tahu mengenai perasaan yang disebut ‘birahi’ itu. Anak itu kaget dan menahan celana pendeknya ketika Joane hendak menurunkannya, namun tangannya segera ditepis gadis itu yang terus menurunkan celana itu hingga lepas. ‘Wew’ serunya dalam hati melihat penis anak itu yang sudah tegang, ujungnya sudah disunat dan berbentuk seperti helm, memang ukurannya tidak sebanding dengan pria-pria dewasa yang pernah terlibat seks dengannya, namun lumayan juga untuk ukuran anak seusianya. Joane merunduk dan menggerakan tangan untuk menggenggam penis itu. “Eh, kamu gini apa nggak jadi banci?” Aku sudah tidak tahan lagi, langsung saja kujilat dan kugigit-gigit kecil klit nya, aku memainkan lidahku dengan cepat di duburnya, naik-turun dari pantat ke klitnya, berulang-ulang sampai daerah itu basah oleh ludahku. “Bantulah aku Rat! Telah lama sekali!” sambil berkata begitu dia terus menggeranyangi tubuhku.

Hisapannya pada klitorisku kembali menaikkan birahiku

Setelah rasa nyeri pada penisku berkurang, aku mulai meluruskan badan secara perlahan sambil dirasa-rasa, takut-takut ada rasa sakit susulan. Setelah dirasa nyaman, aku mulai membuka resleting celana sekolahku, dan mulai ku raih penis panjangku dari balik celana dalamku yang berwarna putih. Aku tidak memperhatikan wajah Leni. Aku masih mengamat-amati penisku yang lemas. Aduh warnanya jadi merah di antara putih warna kulit penisku. Aku pencet-pencet sambil merasa-rasa kalau ada rasa sakit atau keseleo. Setelah dirasa aman, aku mulai mengalihkan pandangan ku pada Leni. Wajahnya seperti orang bego yang cantik, terpaku pandangannya pada penisku. Sedangkan saya menghisap cicap si JJS tu, KT pula tiba-tiba membuka seluar saya dan meraba-raba batang saya. Dia kemudiannya mengelam batang saya sampai saya boleh merasa bulu saya menyentuh mulutnya tu. Selepas saya sudah puas, KT suruh saya bangun dan dia menghisap batang saya tu dengan mesra. Saya pula meraba-raba payudara si JJS sambil mencium-ciumnya. Faiza woke up late next morning. Lazily she pulled the curtains, letting in soft light of March sun into her bedroom. It was spring which is the best month in Lahore (Pakistan). She walked out of her room and went straight to the lounge. It was empty except the maidservant. She remembered that her parents had to go to a wedding in their native village. The maidservant told her that only she and Amir were left behind. Hearing Amir name she blushed and remembered the events of last night. Not wanting the servant to see her blushing she went back to her room. She went to the bathroom to do the morning necessities. The door to Amir’s room was unlocked. She went to look it but after a mischievous grin let it remain open. Slowly she removed all her clothes and looked at herself in the mirror. She knew that she was beautiful and the mirror replied in affirmative. After doing the necessary rituals she took a bath and wiped herself dry. The wearing a beautiful lacy bra and panties she went to Amir’s room. He was sleeping soundly. She slowly removed the light blanket over him. To her surprise she found that he was sleeping naked. His flaccid cook was visible. She drew closure and started inspecting it. It was a mere two inches in length, not long as she had seen it the previous night. She lightly touched it. It was soft. She then ran a finger on his balls. They were bigger than she thought and oval in shape. Amir had a thick bush of pubs and she made a mental note that she will ask him to remove them. Amir stirred in his sleep and she tiptoed back to her room. Penisnya cukup besar hingga aku agak takut dan terus melumatnya. Semakin lama aku semakin menikmatinya. Rasanya seru. Aku terus menjilat dan berusaha memasukkan penisnya dalam mulutku. Aku menggigit-gigitnya dan sesekali memainkan zakarnya. Ia mengerang keenakan sampai akhirnya ia orgasme. Aku menelan semua spermanya. Aku tertawa senang. Lalu ia balik menerkamku. Vaginaku habis dijilat dan digigitinya. Ia bagaikan singa gila. Dan dia adalah pria paling hebat dalam melakukan oral sex yang kutahu selama ini. Aku orgasme sampai empat kali! Satpam muda itu nampak malu-malu. Tadi dia pesan, Aku langsung saja naik ke lantai 6, ke kamar yang dulu. Ternyata dia sebagai Manager memang “menguasai” kamar itu sebagai kamar pribadinya. Hanya dia harus siap memberesi barang-barangnya kalau suatu ketika hotelnya mengalami full book. Website mother said softly.

Johan tersentak sedikit, ia melepaskan ciumannya dan mulai mendesah, “Aduh, Mas! Ahh.. uuhh..!” Diserbu dari berbagai arah pada bagian sensitifnya seperti itu membuat birahi Sherin mau tidak mau menggeliat bangkit. Dia pasrah saja membiarkan ketiga pria itu menjarah tubuhnya. Jabir melumat bibir gadis itu ketika kepalanya mendongak karena terangsang. Mata Sherin membelakak ketika pertama kali bibir tebal pria itu menempel ke bibirnya namun beberapa detik saja matanya kembali terpejam menikmati percumbuan. Kumis tebal Jabir bergesekan dengan daerah sekitar mulut Sherin, namun dia mengabaikannya dan terus menyambut ciuman si sopir pabrik itu, nampak lidah keduanya saling beradu dan saling jilat. Sambil bercumbu, tangan pria itu terus saja meremas-remas payudara kirinya. Pak Udin yang berjongok di sebelahnya bukan saja melumat payudaranya, mulutnya terkadang menelusuri bagian tubuh yang lain yang masih lowong meninggalkan jejak air liur, tangannya pun turut menjamah-jamah disana-sini. Pak Irfan mendekatkan wajahnya pada selangkangan Sherin lalu menjulurkan lidah menjilati bagian celana dalam yang basah itu sehingga tubuh gadis itu menggeliat. Sungguh ketiga pria ini pikirannya telah buta oleh hawa nafsu. Tuhan diatas sana pasti telah menghapus semua ibadah puasa mereka yang telah dijalankan selama sebulan dan hampir mencapai tahap akhir itu. Apabila ada Sumur di Ladang … Mari .. Lain Kali Kita bertemu lagi Dalam Lubang … yang sama “Ada apa lagi Pak yang bisa saya bantu ?” tanya Sherin melihat mereka yang belum beranjak pergi. “Di dalam aja Pak, cepat sodok yang kuat!” erangnya. Suatu saat perempuan itu menangkap basah si pengintip. Bukannya dia marah tapi malah menyuruh anak itu masuk ke kamarnya disuruh duduk. Mulailah perempuan itu mencopot bra-nya dan memamerkan buah dadanya. Hari berikutnya tak hanya bra yang dilepas, tapi celana dalamnya juga. Lalu kesempatan berikutnya dia jadi ‘guru’ yang mengajarkan anak polos itu bagaimana caranya berhubungan seks, lengkap dengan “praktikum”.

bebrapa hari boy dirawat di rumah sakit, dia diberitahu jika ada yg menmukan dia terbaring pingsan di samping mobilnya, mungkin sedikit serangan jantung membuat dia pingsan. Tanpa banyak bicara lagi Joane langsung menarik kepala anak itu ke wajahnya dan melumat bibirnya. Mumun walaupun kaget dengan gerakan yang tiba-tiba itu pasrah saja, ia bahkan membalas pagutan Joane, lidahnya mulai berani menyapu-nyapu rongga mulut gadis itu dan bermain lidah dengannya. Joane menggulingkan badan ke samping sehingga kini ia berada di atas anak itu, dadanya yang montok dan hangat bergesekan dengan dada kurus Mumun. Joane menciuminya dengan ganas sebagai pelampiasan atas kekecewaannya pada pria yang pernah menjadi harapannya. Ketika mereka melepas ciuman tiga menit kemudian ludah mereka teruntai dan sedikit menetes. Donny quit talking and concentrated on fu*king his mother in “N.. Bler ke kote kau masuk ke lubang akak?” tanya sakinah dalam sesdap ada cuaknya.. September 26th, 2007 by indocerita Keluarga dan cintaku Rio mengantar kepindahanku ke Semarang. Karena disana aku tidak punya sanak saudara sama sekali, kedua orang tuaku terlihat sangat berat untuk melepaskanku, tapi aku dapat meyakini mereka. Aku mengontrak sebuah rumah yang sangat kecil dengan satu kamar tidur, satu kamar mandi dan ruang tamu didaerah simpang lima. 3 hari aku bersama orang tuaku dan kekasih yang amat aku cintai Rio-ku. Minggu pagi dengan berat mereka meninggalkanku, orang-orang yang amat berarti dalam hiduku harus kembali ke Jakarta. Kutahan air mataku agar tidak menetes keluas, kuyakini kepada mereka kalau aku mampu dan bisa mandiri. Dengan wajah bersemu merah Tante Cesty seperti menemukan jawaban yang dicarinya. Di lain sisi Anku masih terlihat sibuk dengan barang dan debu, keadaan dibawahnya di luar kesadarannya. 2 jam waktu yang cukup mengerjakan perintah Tante Cesty, dengan tubuh berselimut debu Anku menyusuri lorong samping kediamaan Tante Cesty, menuju kolam ikan belakang ‘tuk sejenak beristirahat ditemani segelas juice yang telah diisi ketigakalinya.

Besoknya, secepat suamiku pergi ke penataran aku sudah tak sabar menunggu pintu. Aku ingin ada perkosaan kembali. Ah, aku benar-benar khianat sekarang. Aku benar-benar kehilangan harkatku. Aku benar-benar bukan lagi diriku sebagaimana yang orang kenal selama ini. Aku adalah istri yang selingkuh, adalah perempuan penyeleweng. tetapi juga ingin di…. raba-raba… di gesek-gesek…. hari berjalan dengan seperti biasa bagi dendy, seorang eksekutif muda yang sukses. Jangan lihat ke sini, Thomas. Dari kurangnya kasih sayang itulah, Michael lantas mencoba mencari kasih sayang di luar dengan caranya sendiri dengan memanfaat fasilitas materi yang diberikan oleh orang tuanya. Ia memang termasuk kaya untuk ukuran anak seusianya, meski semua yang ia miliki adalah kepunyaan bapaknya. Dengan mudahnya jenderal orc itu menangkap kedua pergelangan kaki Sharon lalu dibentangkannya lebar-lebar. “Iya apa?” “Arghh.. Enak Nov..” erangku ketika Novi mulai mengulum kepala penisku.

“Oke, kami akan sangat menyukainya jika kamu dapat menetapkan bahwa suamimu tak dapat mengintimimu sebelum Bruno mengintimimu. Dengan sepengetahuan kami tentunya.” Setelah selesai makan, akupun mulai kembali ereksi melihat sembulan buah dada dari balik T-shirt merah muda yang dikenakannya. Sandra tampak mengetahui nafsuku mulai bangkit dan dia seolah tak sengaja lebih membusungkan dadanya. “Iya Mbak, siapa tahu akhirnya para istri juga akan dapat menikmatinya.., eh malahan jangan-jangan jadi lebih doyan!” kata Priyono menimpali komentar suamiku. Kami terdiam dalam pikiran masing-masing. Aku telentang sedangkan Ari tengkurap di sampingku basah kuyup oleh keringat. Tiba-tiba terdengar bunyi sesuatu perlahan-lahan dari balik pintu kamar. Tiba-tiba Ari panik dan segera mengenakan celana pendek dan kaosnya. Batang kemaluannya meskipun sudah lemas tapi masih belum seluruhnya lemas sehingga tampak menggunduk di celana pendeknya. Aku melirik jam, sudah hampir jam 4 pagi. Ari dengan sedikit tertatih-tatih berjalan perlahan tanpa suara ke arah pintu kamarku, membukanya perlahan dan sebelum keluar sempat melihatku sejenak dan tersenyum. mem*knya!. “lho katanya udahan” kata-kataku membuat cici-ku tidak cowoknya. Aku hanya mengangguk-angguk sambil terus memegang tangannya yang Saya sudah tebak, kalo Donna ketemu Vivi udah nggak ada matinya deh. Maklum dulu temen jalan waktu masih pada ABG. Kebayang suatu hari di akhir tahun 1990 di Kute, uh I cannot believe my experiences with them there, pokoknya heboh banget.


Rahasia Bikin Puas Wanita Orgasme berkali kali/h1>
RAHASIA..PEN1S BESAR,PANJANG,KUAT,TAHAN LAMA-TANPA OBAT-... KLIK DISINI

“jangan takut pengantinku….ini hanya sakit sedikit….”kata mahluk yg membawa vina, sambil tangannya menjelajahi seluruh lekuk tubuh vina yg polos. “Crop..” ia mengeluarkan kemaluanku dari mulutnya. Aku langsung menyergap pinggulnya dan lagi-lagi daerah selangkangan dengan bukit berbulu itu kuserbu dan kusedot cairan mani yang sepertinya sudah membanjir di bibir kemaluannya. Cambuk kembali melecuti dadaku. Pokoknya tidak ada yang diam nganggur. Saat Tami menggagahiku, Lina mencambuk. Dian menetesi puting susuku dengan cairan lilin merah besar. Atau menyirami lilin panas itu ke anusku. Saking tidak kuatnya aku, kini aku jatuh pingsan lagi. Website Surabaya, awal 2001 perasaan nikmat mengiringi ejakulasi itu. Bahkan aku menyadari kalau “Wih, keras banget Joe!” katanya takjub. “Minum, ini sundal, minum kencingku. Ayoo.. Minum.. Air segar inii.. minum perempuan sial.. Minum kencingku sundalku..”

“Jangan galak-galak dong, takut nih Vita” kata Vera sambil tertawa. Saya ikut tertawa. “Apaan sih?” katanya masih tidak mengerti. Leave a Comment Ternyata berhubungan seks dengan Om Ronald sama sekali tidak memberikan kepuasan, rasanya lebih nikmat ketika bersama Maria sehingga aku ini menjadi cewek yang haus seks dan bisexual. Pada saat aku selesai sekolah (lulus), aku dibelikan mobil oleh orang tuaku, jadi aku setiap hari bisa pergi jalan-jalan bersama Maria dan kemudian melakukan hubungan seks di dalam mobil. Tapi lama-kelamaan aku bosan, sebelum aku pindah untuk kuliah di Bandung, suatu malam dengan perasaan nekad aku mencoba pergi ke TL (Taman Lawang). Waktu itu pukul 8 malam, aku sendirian dalam mobil. Ketika melewati jalan itu terlihat seorang ‘cewek‘ dengan pakaian yang minim. Ia mengenakan rok pendek ketat warna putih dan kaos putih ketat tanpa Bra, terlihat jelas buah dadanya yang besar menonjol. Aku pun mendekatkan mobilku ke dekatnya dan membuka jendela lalu berkata, “Mbak.. mau nemenin saya nggak?” ia pun menoleh dan dengan agak heran dia mengangguk. “Tolong. Jangan lakukan ini.”

Sampai sekarang sudah hampir 2 tahun dan aku makin suka meski kadang aku sempat sakit. Aku hanya merasakan kepuasan dan mengabaikan rasa sakit dan suatu saat aku berangan-angan dapat bermain seks seperti itu dengan lebih dari 1 orang saja. Kalau dari pembaca ada yang tertarik saya akan melanjutkan cerita saya. Silakan kalau ada yang ingin memberi komentar. “Maaf ya, Tante tadi siang telah berlaku kurang sopan terhadap Arie.” Tangan Thalib menyusuri pelosok tubuh Fanny dengan liar sebelum berbaring di sofa dan memintanya naik ke tubuhnya dengan posisi 69. Begitu gadis itu naik ke wajahnya, dia langsung menjilati bibir kemaluannya, dengan jarinya dia buka daerah itu sehingga lidahnya dapat menelusuri lebih ke dalam. Tanpa diminta Fanny juga mulai melakukan tugasnya. Penis Thalib yang hitam dengan ujungnya yang bersunat berbentuk helm tentara itu digenggam dan dikocok perlahan. Dengan lidahnya dia jilati kepala penis itu sehingga batang itu beserta badan pemiliknya bergetar. “Udah deh. Mas santai aja. Ini surprise Tira yang kedua buat Mas,” jawab Tira. Tira ambil tangan Mas, terus Tira gandeng sambil Tira jalan ke sofa. Duduk deh kita berdua di sofa. Sambil duduk bedua, Tira gak ngomong apa-apa, cuman megangin tangan Mas sambil memberikan tatapan “rahasia” ke wajah Mas, hehehe. Mas langsung ngerti, bahwa itu berarti Tira lagi pengen mesraan sama Mas. Aku merasakan akan mencapai orgasme, maka gesekan jari tanganku di ujung-ujung klitorisku pun semakin kupercepat. Demikian pula kocokan jari tangan kananku yang sejak tadi berada dalam liang vaginaku, kugesek-gesekkan ke dinding vagina bagian dalam, sesekali jari tengah dan telunjukku menggosok benjolan yang tumbuh di dalamnya. Aku merasa geli bercampur nikmat hingga rasanya seperti ingin kencing saja.

“Hahahaha… dalam keadaan terdesak anda juga masih saja sok hebat. Saya beritahu yah. Disini tak akan ada satu sinyal apapun yang dapat menembus wilayah ini. Telphone seluler sekali pun.” Bentak Irwan menjelaskan kebodohan mereka yang mengertaknya. dan memang telah hampir sebulan berlalu , semua terlihat aman aman saja bahkan kini sebagian siswa berkesimpulan jika mitos atau kutukan bangku kosong itu sudah berakhir….. Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment. Riri memejamkan matanya dan tersenyum. Rahman memandang Shanti yang sedang menjilati cairan pejuh di anus Tuti, ia bahkan mengorek-ngorek liang anus Tuti dengan lidahnya dan itu membuat Tuti menjerit-jerit kenikmatan dan kegelian, tapi Shanti seperti kesetanan dengan perbuatan joroknya. Shanti tidak peduli apa yang dijilatnya, ia hanya merasa ada sensasi aneh dengan melakukannya, ia merasa hebat dan ia merasa terangsang bukan main dengan apa yang diperbuatnya. waktu persekolahan tapi sekarang entah kemana dia pergi pun aku tak Tak berapa lama kemudian, kurasakan nafasnya mulai tenang, dan kubelai rambutnya saat kusadari bahwa ia sudah tertidur.

“Kenapa? Ada panggilan dari bini yah?” Tanya seorang pria yang lainnya. Malam itu mrk tidur ber 4 telanjang bulat. Semua memeluk tubuh anggi yang putih mengkilat. Kamar anggi dipenuhi bau keringat, nafsu dan sperma. Dan malam itu siapapun yang terbangun, secara bergantian akan kembali melampiaskan nafsu bejat mereka pada kemaluan anggi yang terus mengeluarkan darah. Sprei putih itu jadi acak2an dan dipenuhi bercak2 darah dan sperma di sana-sininya. Leave a Comment “Lalu bagaimana caranya kalau aku ingin menyetubuhimu?” up against his hand, matching each of the inward strokes of Sedang asyiknya aku menjilati batang kemaluan Leo dan bergerak ke atas ke arah pusarnya, tiba-tiba Rio bangkit dan meremas pinggulku. Kedua tangannya membuka belahan pantatku dan berlutut di belakangku, tepat di antara kedua pahaku dan mulai menjilati vaginaku ramai sekali hingga berbunyi kecipak-kecipuk. Hisapannya pada klitorisku kembali menaikkan birahiku, dan aku semakin bersemangat menjilati seluruh badan Leo yang terbaring kelelahan. “Augghhh..” desah Marni tidak kuat. “Aah”, puas wajah Pak Jenderal ketika kelelakiannya berhasil menerobos sampai setengahnya. Tarik lagi, dorong lagi, baru akhirnya masuk semua. Segera ditindihnya badan mungil di bawahnya itu. Kedua tangannya menyingkap kain rok tersebut sampai ke atas dada, kemudian direnggutnya bra penutup kedua belah dada yang padat dan ranum itu. akan menurunkan volume produksi hingga 75 persen supaya tingkat

menggosok-gosokan vaginaku di lengan kursi

Sandra tampak senang aku puji begitu. Buah dadanya semakin membusung ketika dia mengangkat tangan untuk menyibakkan rambutnya yang panjang. Ah, bijak juga dia. Aku rapikan ranjang dan sepreinya, kemudian cepat mandi. Siang itu aku usul pada suamiku untuk makan di kamar saja, badanku agak nggak enak, kataku. Memang badanku agak lemes sejak aku mendapatkan orgasmeku yang bukan main dahsyatnya tadi. “Eh, tapi kamu memang benar. Mmm.. rintangan selanjutnya apa?”, tanya Sang Kaisar. “Alah Non…masa sih segitu aja ? ayo dong biar Bapak muasin Non !” Pak Udin mendekap tubuh Sherin dan tangannya bergerak ke bawah meremas pantatnya. Eni masih memperhatikan kemaluanku yang sudah besar dan kencang dengan wajah yang sulit digambarkan. Antara takut dan ingin tahu. Lalu dia raih kain yang ada di dekatku untuk menutupinya. Kami pun mulai mengobrol panjang di kafe tersebut dan pendek kata kami pun mulai serius tentang hubungan kami yang mungkin lain dari biasanya, yaitu kegiatan BDSM. Kuketahui juga Mini sudah tidak perawan karena pernah ML dengan cowonya yang sekarang tidak tahu ada dimana. Mini terlihat sedikit nakal dan sesuai harapanku yang sedang mendalami bidang ini. Mini menganjurkan di tempat kosnya, karena katanya dalam 2-3 hari ke depan tidak ada orang lain karena pada mudik liburan. Aku pun setuju dan berjanji besok aku akan langsung datang ke tempat kosnya. Toni seolah terprogram bergerak ke arah istrinya, dan mengarahkan penisnya ke mulut dewi, Di dalam keluarga aku dianggap anak pembawa sial. Aku tidak tau apa

Sandra meletakkan kedua kaki depan Bruno di pundakku selama kami menunggu. Sementara aku mengelus-elus tubuh kekasih hewanku yang berbulu dan kami pun berciuman dengan mesra dan intim. Pasangan Simanjuntak dapat melihat dengan jelas kedua alat kelamin kami yang saling terhubung. “Indra! Kamu lagi di WC ya?” terdengar teriakan dari Adi. “Sip deh..” jawabku sambil pamit pulang. Website powered by WordPress & designed by Gurpartap Singh / Kaushal Sheth Donna memeluk saya dengan erat sambil membisikkan “miss you so much honey.” “Aku ndak mau pihak kepolisian terlibat”, tambahnya. Aku bangun karena dering telpon. Itu pasti suamiku. Aku langsung cemas. Lelaki itu tak lagi berada di sampingku. Aku coba tengok ke kamar mandi sebelum menjawab telepon. Tak juga kutemui. Ternyata itu telepon dari kamar di depanku, telepon dari lelaki itu.

“Iya kali.” Irda mendukung. Arie jadi bingung, “Wah, Bapak bisa saja.. mana saya ingat Pak, itu kan sudah bertahun-tahun.” “Aku sudah beri kamu pemandangan terindah yang bisa kamu lihat..sekarang maukah kamu memberikan hadiah padaku?” Maria memiliki sepasang buah dada yang tak begitu besar seperti anak anaknya, namun segala latihan remasan Maria setiap akan mandi. Buah dadanya semakin padat dan membusung keluar hingga membentuk sebuah belahan diantara himpitan bra 34 C yang ia kenakan. “Oohh.., ayah. Reni ingin masukin kontol ayah ke dalam memek Reni..uuggh..”, aku kali ini sudah tak malu-malu lagi mengatakannya dengan vulgar saking tak tahannya menanggung gelombang birahi yang menggebu-gebu.

Siangnya kujemput anakku dari sekolahnya, tetapi dua jam kemudian anakku kembali kesekolah untuk mengikuti les tambahan pelajaran yang memang setiap sore diikutinya. Si brewok langsung menggantikan posisinya, sebelumnya dia menjilati dan menyedot cairan vaginaku dengan rakus bagaikan menyantap semangka. Pak Fauzan menaiki dadaku dan menjepitkan penisnya yang sudah licin diantara payudaraku. Dia memaju-mundurkannya seperti yang dia lakukan terhadap vaginaku, tidak sampai lima menit, spermanya muncrat ke muka dan dadaku, kaosku yang tergulung juga ikut kecipratan cairan itu. Pak Fauzan mengelap spermanya yang berceceran di dadaku sampai merata sehingga payudaraku nampak mengkilap oleh cairan itu. Kujilati sperma di sekitar bibirku dengan memutar lidah. Posted in Umum | Aku pancing begitu, ia memonyongkan mulutnya yang indah dan menjawab Pelan-pelan mereka beringsut dan akhirnya mereka bertiga bergumul di ranjang. Rahman sibuk melumat mulut Shanti, ternyata gadis itu masih tidak berpengalaman sama sekali, lumatan bibirnya masih jauh dibanding Tuti. Tapi kontolnya sudah tegang seperti baja kembali karena Tuti yang mengocoknya. “Suit, shiuu.. Waduh waduh my honey cantiknya.. dari atas sampai bawah..” sapanya kagum. “Iya.. Tadi macet total tuh.. Rumah kamu sih jauh.. Mungkin di peta juga nggak ada” candaku.

“Aaaaaah…….. nggi………. Aku udah mau keluar gi………….” Desah sony. Anggi makin mempercepat goyangannya sehingga kemaluan mereka mengeluarkan bunyi slep slep slep… “aaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhh anggggggggiiiiiiiiii!!!!!!!!!!!!!!!!!!” sony berteriak histeris. Direnggutnya tubuh indah anggi. Didekapnya kuat2. ditekannya anggi sedalam2nya ke penisnya yang menyemprotkan lahar panas spermanya. Anggi melenguh keras menikmati muntahan sperma kakaknya itu. “Gimana Wuk? hangat kan? tanyaku. “Iya nih.., masih kurang kali..!” jawabku sambil menerima handuk dan memegang tangannya, lalu kemudian menariknya ke dalam. Pagi-pagi sekali Arie bangun dari tempat tidur karena mungkin sudah kebiasaannya bangun pagi, meskipun badannya ingin tidur tapi matanya terus saja melek. Akhirnya Arie jalan-jalan di taman untuk mengisi kegiatan agar badannya sedikit segar dan selanjutnya badannya dapat diajak untuk tidur kembali karena pada hari itu Arie tidak ada kuliah. Kebiasaan lari pagi yang sering dilakukan diwaktu pagi pada saat itu tidak dilakukannya karena badannya terasa masih lemas akibat pertarungan tadi malam dengan tantenya. seksualku dengannya tampil dalam wujud mimpi buruk yang baru saja aku “oohh….neng vony sudah bangun ternyata…….” Membayangkan saja aku tabu dan jijik. Dan ketika kini aku justru begitu intens melakukannya, tiba-tiba hadir begitu saja keinginanku untuk mempersembahkan kenikmatan yang hebat bagi lelaki bukan suamiku ini. Aku akan biarkan apabila dia menghendaki memuncratkan air maninya ke mulutku. Aku pengin merasakan, bagaimana semprotan hangatnya menyiram langit-langit Begitu kamar pintu hotel tertutup, Aku langsung menubruk suamiku, kupeluk erat-erat, sangat kencang.


Rahasia Bikin Puas Wanita Orgasme berkali kali/h1>
RAHASIA..PEN1S BESAR,PANJANG,KUAT,TAHAN LAMA-TANPA OBAT-... KLIK DISINI

“Jam berapa ?” ujar Irene singkat. “Biasalah jam 11-an biasanya kan Akhirnya anggi memutuskan untuk pulang naik angkot dan disambung dengan naik kereta api. Dia nggak tau apakah masih ada kereta api jam segini. Tapi anggi bener2 nggak membawa duit lagi di dompetnya. She fell face forward on the bed, pulling Donny with her. Kemudian aku menungging di atas kursi dan menggosok-gosokan dadaku di kursi seperti kucing, lalu menggosok-gosokan vaginaku di lengan kursi. Seakan aku juga terjebak dalam permainanku sendiri, aku menyambar handuk dan menutupi dadaku. Lalu aku menurunkan rokku dengan dramatis, agar mereka bisa melihat pantatku yang indah. Aku sengaja lebih menungging lagi agar mereka bisa melihat vaginaku dari belakang. Posted in Pesta Sex | tudungnya masih dipakai.Aku dengan pelahan membuka kainnya,dan “Agh.. Ma.. Sebentar Ma..!” kutarik ia lebih merapat sehingga rudalnya tepat di mulutku. Website

“Terserah Bapak, saya ikuti semua permintaan atau petunjuk dari Bapak,” kataku setengah bingung. “Aku sudah tak kuat lagi nih..” engahku. Tak kala desahan Anita semakin menjadi saat tangan kekar Irwan mulai menyusup di balik celana dalam G-string yang dikenakan Anita. Mengorek… mencari dimana gerangan daging lebih tersebut… setiap gesekan yang dilakukan Irwan membuat Anita mendesah bagaikan setan kepanasan dengan mulut yang engap engapan layaknya manusia yang kekurangan oksigen. “Apa itu?” tanyanya. “Keras dan tegang kote kau N, baguss sedapp besarr dan panjangg,” bisik Makcik Timah memegang kuat sambil meramas dan kemudian membelai penisku.” Kote kau besar dari pakcik kau punya.” “Jangan lupa dengan si pegawai kafetaria. Dia juga masih buron kan?”, tanyanya. Kini pun, dengan kaki dan tangannya yang terikat, ia hanya dapat bersikap pasrah, mematung, membiarkan rasa lelah dan ketakutan menguasai dirinya, membiarkan Dee menciumi lehernya. Tiba-tiba terasa dua tusukan benda kecil pada lehernya, sakit sekali. Ia hanya bisa pasrah, mengharapkan munculnya keajaiban Sang Pencipta, yang selama ini jarang diingatnya. Terasa kakinya mulai dirasuki hawa dingin dan kaku, naik ke lututnya, ke pahanya, di saat seperti inilah, di saat-saat menjelang akhir yang begitu menakutkan, pemuda itu berteriak dalam hati, memohon maaf dan ampun pada kedua orang tuanya, kekasih-kekasihnya, juga Sang Penguasa. Tak terasa air matanya mengalir keluar dari matanya yang mulai meredup, kosong.

“Terus sayanghh.. Saya istirahat sebentar ahh.. Kamuhh terusshh ajahh.. Ohh..” Selang beberapa menit Arie diam sambil memeluk Yuni yang masih dengan aktif menggerak-gerakkan pantatnya ke kiri dan ke kanan dengan tempo yang sangat lambat. Setelah badannya merasa sudah agak baik, Arie membalikkan tubuh Yuni sehingga sekarang tubuh Yuni berada di bawah Arie. Batang kemaluan Arie masih menancap keras di lembah kemaluan Yuni meskipun sudah mengeluarkan sperma yang banyak. Lalu kaki Yuni diangkat oleh Arie dan disilangkan di pinggul. Arie mengeluarkan batang kemaluannya yang ada di dalam liang senggama Yuni. Mendapat hal itu mata Yuni tertutup sambil membolak-balikkan kepala ke kiri dan ke kanan lalu dengan perlahan memasukkan lagi batang kemaluannya ke dalam liang senggama Yuni, turun naik batang kemaluan Arie di dalam liang perawan Yuni membuat Yuni beberapa kali mengerang dan menahan rasa sakit yang bercampur dengan nikmatnya dunia. Tarikan bukit kemaluan Yuni yang tadinya kencang pelan- pelan berkurang seiring dengan berkurangnya tenaga yang terkuras habis dan selanjutnya Arie mengerang-erang sambil memeluk tubuh Yuni dan Yuni pun sama mengeluarkan erangan yang begitu panjang, keduanya sedang mendapatkan kenikmatan yang tiada taranya. Then she turned toward him and their eyes met and locked. In Pada suatu malam aku pulang kerumah tiba-tiba terlihat seorang wanita bule berdiri di depan pintu rumahku. Tetanggaku semua tersenyum dan saling berbisik-bisik. Aku pun turun dari bajaj dan berkata kepada wanita itu. pertanyaan yg selalu kutanyakan selama hidupku sampai saat itu.

“Kenalkan, Aku Sammy,” kataku menjulurkan tangan. “Ndi.. Ganti.. Po.. Sisi ya?” tanya Tante tersengal-sengal sambil mengarahkan mulutnya ke kontol saya hingga posisi kami bergaya 69. “Sini, biar Efi lihat.” Ayu mengupas kulit kulup saya untuk menunjukkan kepala penis saya kepada Efi. Efi datang mendekat dan tangannya ikut meremas-remas penis saya. Aduh maak, saya berteriak dalam hati. Bagaimana ini kejadiannya? Tetapi saya diam saja karena betul-betul bingung dan tidak tahu harus melakukan apa. “Wah sudah malam nih.. Besok aja ya.. Lagian saya ada janji sama orang”. “Gimana sekarang dia?”tanyaku. “Masuk…” Pakde Karto tak puas-puasnya menggeluti Rini yang isteri orang lain itu. Dan sebaliknya Rini yang tak pernah lagi memikirkan Herman suaminya tak lelah-lelahnya melakukan tingkah untuk merangsang syahwat Pakdenya. Dia memang benar-benar perempuan panas yang selalu ingin hubungan seksual dengan lelaki perkasa ini. Dia merasakan betapa Pakde mampu menggali seluruh rahasia nikmat syahwat yang ada pada dirinya. Kini Rinilah yang tergila-gila pada Pakde Karto. Dia bersedia melakukan apapun yang akan diminta Pakde. Bahkan sebagaimana yang kini terjadi. Pakde menggelandang Rini untuk berasyik masyuk di dalam taman Villa Rimbun Ciawi yang sejuk dan indah ini. Mereka kini telah bergulingan di atas matras yang sebelumnya telah disiapkan Herman atas permintaan Pakdenya.

“Sejak meninggalnya istri yang dicintainya dua tahun lalu, Kolonel kemudian Brigadir Jenderal Purnawirawan Ahmad selalu berada dalam situasi yang menyulitkan. Inspektur polisi yang terkenal jujur ini sudah lama berangan-angan memberantas praktek gelap mafia di negara ini. Belum usai dengan tugasnya, posisinya kembali terancam bahkan akhirnya terguling dengan skandal pencurian berlian Kohinoor dua minggu yang lalu. Jenderal purnawirawan Ahmad diberitakan meninggalkan ibu kota untuk mengunjungi satu-satunya puteranya yang bertugas sebagai dokter di sebuah desa kecil di Timor Barat. Selanjutnya, beliau merencanakan untuk menikmati masa pensiunnya di tempat yang jauh. Jauh dari semuanya yang mengingatkannya ke tragedi beruntun yang dialaminya..” Tanpa banyak bicara lagi Joane langsung menarik kepala anak itu ke wajahnya dan melumat bibirnya. Mumun walaupun kaget dengan gerakan yang tiba-tiba itu pasrah saja, ia bahkan membalas pagutan Joane, lidahnya mulai berani menyapu-nyapu rongga mulut gadis itu dan bermain lidah dengannya. Joane menggulingkan badan ke samping sehingga kini ia berada di atas anak itu, dadanya yang montok dan hangat bergesekan dengan dada kurus Mumun. Joane menciuminya dengan ganas sebagai pelampiasan atas kekecewaannya pada pria yang pernah menjadi harapannya. Ketika mereka melepas ciuman tiga menit kemudian ludah mereka teruntai dan sedikit menetes. Kulihat amplop di meja. Aku ingat nomer impianku hari ini. Ah, nggak salahnya kalau aku ambil sedikit uang itu. Aku langsung bergegas ke bandar togel. “Masih tetap sama”, katanya sambil tersenyum. “Baiklah Pa, Mama setuju, tapi harus dengan pasangan yang bersih! Bukan cowok/cewek panggilan!” Iseng-iseng Yuni menanyakan tentang apa yang mengganjalnya dalam lilitan handuk itu. Mendengar pertanyaan itu niat Arie yang akan menerangkan tentang biologi ternyata langsung kesampaian dan Arie pun langsung memperlihatkannya sambil memengang batang kemaluannya, “Ini namanya penis.. Sayang,” kata Arie yang langsung menuju kamar mandi karena melihat Yuni menutup wajahnya dengan selimut. yang sempurna hari ini, bisik naluriku. “Kevin lepasin cici” suara Sesampainya disana Rahman langsung mencopot pakaiannya, terus ia beranjak ke kamar mandi untuk mandi. Sementara itu Shanti menunggunya dengan hati berdebar-debar. Sambil menunggu Rahman mandi, Tuti menyetel film biru. Shanti semakin terangsang melihat adegan-adegan pada film tersebut. Ia merasakan itilnya berdenyut-denyut, puting susunya mengeras. Melihat perubahan wajah dari gadis tersebut, Tuti yang sangat berpengalaman langsung saja melumat bibir gadis itu.

Sabtu, 09 Agustus 2008

nikmatnya jepitan memek pembantu membuat spermaku muncrat

kami mendapat seorang pembantu baru dari sebuah yayasan penyalur tenaga kerja yaitu seorang wanita berumur 23 tahun bernama Atun.Atun berambut lurus sebahu, berperawakan sedang , berkulit sawo matang dengan wajah yang manis, tinggi sekitar 160 cm , badan ramping dengan berat badan sekitar 50 kg, dengan tetek yang besarnya sedang saja. Yang agak istimewa dari penampilan Atun adalah matanya yang bagus dengan lirikan-lirikan yang kelihatannya sedikit nakal.Hari pertama kedatangannya , saat memperkenalkan diri , ia tampak tidak banyak bicara, hanya saya melihat bahwa matanya sering melirik dan memperhatikan celana saya terutama pada bagian kemaluan. Saya berpikir, " akh, nakal juga nih... ". Ternyata Atun ini baru menikah dua bulan lalu dan karena desakan kebutuhan ekonomi saat ini sedang terpisah dari sang suami yang bekerja menjadi TKI di Timur Tengah.Setelah beberapa hari bekerja pada kami, ternyata Atun cukup rajin dan dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat. Memasuki minggu kedua, saya mendapat gilirin kerja shift dari kantor, yaitu shift ke 2, sehingga saya harus mulai bekerja mulai dari jam 15:00 sampai dengan jam 23:00. Jadi bila pulang telah larut malam, biasanya isteri saya sudah tidur dan bila ia tidur, ia mempunyai kebiasaan tidur yang sangat lelap dan sangat susah sekali untuk dibangunkan ; dan bila saya terbangun pada pagi hari, isteri sudah berangkat kerja, sehingga biasanya kami hanya berhubungan melalui telephone saja atau ia menuliskan pesan dan menempelkannya di kulkas.Suatu malam sepulang kerja, Atun seperti biasa membuka pintu dan setelah itu ia biasanya menyiapkan air panas untuk saya mandi. Sedang saya asyik mandi dan menggosok-gosok tubuh saya, saya mendengar suatu bunyi halus dibalik pintu kamar mandi, sambil berpura-pura tidak tahu saya tiba-tiba menunduk dan mencoba melihat dari celah yang ada dibawah pintu tersebut. " hah...." , saya kaget juga, karena disitu terlihat sepasang kaki yang dalam posisi sedang men-jinjit menempel dipintu kamar mandi. Wah, ternyata saya sedang diintip , oleh siapa lagi kalau bukan Atun. Saya tetap pura-pura tidak tahu saja dan mulai memasang aksi ; saya mulai menggosok-gosokan sabun kebagian kontol saya, meremas-remas sehingga kontol saya pun mulai bangun dan menjadi keras, sambil terus meng-kocok-kocok kontol saya, saya juga berusaha untuk berkonsentrasi mendengar suara dibelakang pintu itu. Dari situ terdengar desahan halus yang sedikit lebih keras dari tarikan nafas."Naah...lo....rasain " , kata saya dalam hati. Selesai mandi, saya langsung saja keluar dengan memakai handuk yang dililitkan kebadan bagian bawah saya, kontol saya masih dalam posisi menegang keras, jadi terlihat menonjol dari balik handuk. Saya tetap berpura-pura tidak tahu apa-apa dan berjalan kearah belakang untuk menaruh pakaian kotor."pep.....pak..... bapak mau emm.. makan", sapa Atun ,"oh... enggak Tun, sudah makan... tolong bikinkan kopi saja", jawab saya sambil saya perhatikan wajahnya. Ternyata wajah Atun terlihat pucat dengan tangan yang agak gemetaran."eeh...kamu kenapa Tun,.....sakit yaa ?", tanya saya"ah , tidak pak..... saya cuma sedikit pusing aja", jawab Atun"Iyaa...Tun....saya juga sedikit pusing... apa kamu bisa mijitin kepala saya""beb...bis...bisa pak", jawab Atun tergagap, sembari matanya terus menerus melirik kearah kontol saya yang menyembul. Sayapun masuk kekamar dan mengganti handuk dengan sarung tanpa memakai celana dalam lagi, dan tidak lupa memeriksa isteri saya; setelah saya perhatikan ternyata isteri saya tetap tertidur dengan pulas sekali. Sayapun duduk disofa didepan televisi sambil menunggu Atun membawa kopi, yang kemudian ditaruhnya dimeja didepan saya."Tun....tolong nyalakan tv-nya"Atun berjalan kearah televisi untuk menyalakan , saat televisi telah menyala saya bisa melihat bayangan tubuh Atun dari balik dasternya. "wah....boleh juga", terasa denyutan di kontol saya, nafsu saya mulai memuncak."Tun.... tolong kecilkan sedikit suaranya", kata saya, Saat ia mengecilkan suara televisi itu, Atun sedikit membungkuk untuk menjangkau tombol tv tersebut, langsung tubuhnya terbayang dengan jelas sekali , Atun ternyata tidak memakai BH dan puting teteknya terbayang menonjol bagaikan tombol yang minta diputar."lagi sedikit Tun...." kata saya mencari alasan untuk dapat melihat lebih jelas. Aduh , denyutan di kontol saya pun makin keras saja."Ayo ..Tun..pijitin kepala saya" kata saya sambil bersandar pada sofa. Dengan agak ragu, Atun mulai memegang kepala saya dan mulai memijat-mijat kepala saya dengan lembut."nah..gitu....baru enak, kata saya lagi, "tapi film-nya kok jelek banget yaa...""iya..pak...film-nya film tua.." katanya."kamu mau lihat film baru", kata saya sambil langsung berdiri dan menuju kearah lemari televisi untuk mengambil sebuah laser disk dan langsung saja memasangnya, film itu dibintangi oleh Kay Parker, sebuah film jenis hardcore yang sungguh hot. Atun kembali memijat kepala saya sambil menanti adegan film tersebut. Saat adegan pertama dimana Kay Parker mulai melakukan french kiss dan meraba kontol lawan mainnya , tangan Atun mengejang dikepala saya, terdengar ia menarik nafas panjang dan pijatan tangannya bertambah keras. Saya mengangkat kepala dan melihat keatas kearah Atun; terlihat matanya terpaku pada adegan di layar, biji matanya kelihatan seperti tertutup kabut tipis, ia benar-benar berkonsentrasi melihat adegan demi adegan yang diperankan oleh Kay Parker. Sekitar seperempat jam kemudian, terasa pijatan dikepala saya berkurang, karena hanya satu tangannya saja yang dipakai untuk memijat sedangkan setelah saya tengok kebelakang ternyata tangannya yang satu lagi terjepit diantara selangkangannya dengan gerakan menggosok-gosok. Desahan nafasnya menjadi keras buru memburu. Atun terlihat bagai orang sedang mengalami trance dan tidak sadar akan perbuatannya. Saya langsung saja berdiri dan menuju kebelakangnya; sarung saya jatuhkan kelantai dan dalam keadaan telanjang saya tekan kontol saya ke arah belahan pantatnya sedangkan mulut saya mulai menjalar ke leher Atun, menjilat-jilat sambil menggigit pelahan-lahan. Kedua tangan saya bergerak kearah teteknya yang menantang dan meremas-remas sambil sesekali memuntir-muntir putingnya yang cukup panjang. Atun tetap seperti orang yang tidak sadar, matanya hanya terpaku kelayar kaca melihat bagaimana Kay Parker menjepit pinggang lawan mainnya sambil mengayunkan pinggulnya kekanan kekiri. Dengan cepat saya membuka dasternya sampai terlepas; Atun diam saja juga saat saya memelorotkan celana dalamnya. Sambil tetap memeluknya dari belakang, saya menggeser kakinya agar selangkangannya lebih terbuka sehingga saya bisa mengarahkan kontol saya ke lubang memeknya. Saat kepala kontol saya mulai memasuki memeknya yang sudah basah, Atun sedikit tersentak, tapi saya terus menyodok kedalam sehingga kontol saya terbenam seluruhnya."aaaaaaaakh.....pak" , desah Atun lirih, "ennnaaaak....paaaaak"Saya tetap menekan dan kemudian mulai menarik kontol saya. Waah.... memek Atun bagaikan menjepit kontol saya dan seperti tidak mau melepaskan kontol saya. Memek Atun ternyata sempit sekali dan kontol saya terasa bagaikan dihisap-hisap dan diremas-remas dengan denyutan-denyutan yang sungguh nikmat sekali. Saya menarik dan menekan dengan kuat secara berulang-ulang sehingga biji saya terdengar beradu dengan pantat Atun yang mulus, plak....plak....plak..... saya tetap memeluknya dari belakang dengan tangan kiri yang tetap berada di tetek sedangkan jari tangan kanan saya berada didalam mulut Atun. Mulut Atun menghisap-hisap jari saya bagaikan anak bayi yang telah kelaparan mendapatkan susu ibunya , matanya terpejam bagai orang sedang bermimpi. Badannya separuh , dari pinggang keatas condong kedepan, membungkuk pada sandaran sofa, sedangkan pinggangnya berusaha untuk mengimbangi gerakan maju mundur yang saya lakukan. Bila saya menekan kontol saya untuk membenamkannya lebih dalam kelubang memeknya, Atun segera mendorong pantatnya kebelakang untuk menyambut gerakan saya dan kemudian secara cepat mengayunkan pinggulnya kekiri dan kekanan bergantian. Aah ..... Atun, ternyata luar biasa enaknya memek kamu. Saya benar-benar menikmati tubuh dan memek Atun. Kami melakukan gerakan-gerakan seperti ini selama beberapa waktu, sampai suatu saat badan Atun mengejang , kedua kaki nya juga mengejang serta terangkat kebelakang . Memeknya meremas dan menghisap-hisap kontol saya dengan keras dan berusaha untuk menelan kontol saya seluruhnya."aaaaaaaaaaaaahhhhh ....." desah Atun panjang Akhirnya saya juga tidak tahan lagi, saya peluk badannya dan saya tekan kontol saya kuat-kuat kedalam memek Atun. Saya pun melepaskan cairan mani saya kedalam lubang memek Atun yang begitu hangat dan menghisap."hhhhheeeeeeeeeh" creeet.......creettt.....creettttt Kami berdua langsung lunglai dan tertekuk kearah sandaran sofa dengan posisi kontol saya masih ada didalam jepitan memek Atun. Setelah kami recover, saya buru-buru memungut sarung, mematikan televisi dan berdua berjalan kearah belakang ; Atun langsung berbelok kekamarnya, tapi sebelumnya ia berkata halus, " terima kasih yaa... pak" dan sambil tersenyum nakal ia meremas kontol saya. Saya langsung mandi lagi untuk membersihkan keringat yang mengalir begitu banyak, setelah itu ke kekamar berbaring sambil memeluk isteri saya dan tertidur lelap dengan puas. Dipagi hari saya tersentak bangun karena merasakan sepasang tangan yang mengelus-elus kontol saya, secara refleks saya melihat jam dinding dan melihat jam sudah menunjukan pukul sembilan pagi." looo .." , pikir saya " kok isteri saya tidak bekerja hari ini" Langsung saya mengangkat kepala melihat kebawah; lho.... ternyata bukan isteri saya yang sedang mengelus-elus kontol saya tetapi Atun yang sedang menunduk untuk mencium kontol saya, yang sudah keras dan tegang."Tun..... ayo naik kesini", kata saya kepadanya, sambil bangun terduduk saya menarik badannya dan mulai membuka dasternya, ternyata Atun sudah tidak memakai apa-apa dibalik dasternya. Langsung saya balikkan badannya dan mulai mencium memeknya yang wangi, sedangkan Atun langsung juga mengulum kontol saya dimulutnya yang kecil; waah Atun langsung cepat belajar dari tontonan film tadi malam rupanya. Saya mulai menjilat-jilat memeknya dan sesekali mengulum serta mempermainkan klentitnya dengan lidah saya, Atun tergelinjang dengan keras dan terdengar desahannya, "hheeeh....heeeehhh" Dari lubang memeknya mengalir cairan hangat dan langsung saja saya jilat ..... mmmh...enaknya... Setelah itu saya tarik Atun untuk jongkok diatas badan saya, sedangkan saya tetap terlentang dan Atun mulai menurunkan badannya dengan lubang memeknya yang sempit itu tepat kearah batang kontol saya yang sudah sangat tegang sekali."hhhheeehhhh"....cleeeep, batang kontol saya masuk langsung kedalam lubang memeknya dan terbenam sampai keujung biji saya, "oooohh enak bener Tun....memek kamu" kata saya, Atun sudah tidak menjawab lagi, dia menaikkan pantatnya dan kemudian dengan cepat menurunkannya dan memutar-mutar pinggulnya dengan cepat sekali berkali-kali, sambil terpejam dia mendesah-desah panjang terus menerus karena keenakkan..... Batang kontol saya terasa mau putus karena enaknya memek Atun, benar-benar nikmat sekali permainan dipagi hari ini; Sesekali saya duduk untuk memeluknya dan terus meremas-remas teteknya yang keras. "ooooh .... Atun....ennaaaak" Atun kemudian berhenti sebentar dan memutarkan badannya sehingga pantatnya menghadap wajah saya, sambil terus menaik-turunkan pantatnya, memeknya tetap menjepit batang kontol saya dengan jepitan yang keras dan berdenyut-denyut.....Akh , akhirnya saya tidak tahan lagi, sambil memeluk pinggangnya saya berusaha menekan batang kontol saya sedalam-dalamnya dilubang memek Atun , badan Atun pun mengejang dan bersama-sama kita mencapai orgasme. Pagi hari itu saya dan Atun bermain sampai jam 13:00 siang, berkali-kali dan berbagai-bagai gaya dengan tidak bosan-bosannya.

Senin, 14 Juli 2008

Jumat, 06 Juni 2008

pantatku menghantam keras ke arah selangkangannya.

kutelepon Tante Sofi di kantornya.
“Halo PT. Chandra Asri International, Selamat pagi”, suara operator.
“Ya Pagi.., Bu Sofi ada?”.
“Dari siap, pak?”.
“Bilang dari Sonny, anaknya..”.
“Oh Mas sonny”.
“Huh dasar sok akrab”, umpatku dalam hati.

“Halo Son, sorry Mama nggak nelpon kamu pagi ini.., Mama telat bangunnya” aku diam saja.
“Halo.., halo.., Son.., Sonny”.
“Saya, Tante. Didi bukan Mas Sonny..”.
“Eh kamu sayang.., gimana? mau lagi? Sabar ya, tungguin tante..”.
“Bukan begitu tante.., tapi saya jadi telat bangun.., nggak bisa masuk sekolah”.
“Oooh gampang.., ntar tante yang telepon Pak Yogi, kepala sekolah kamu itu.., tante bilang kamu sakit yah?”.
“Nggak ah tante, ntar jadi sakit beneran..”.
“Tapi emang benar kan kamu sakit.., sakit.., sakit anu! Nah lo!”.
“aah, tante.., tapi bener nih tante tolong sekolah saya di telepon yah?”.
“Iya.., iya.., eh Di.., kamu kepingin lagi nggak..”.
“Tante genit”.
“Nggak mau? Awas lho Tante cari orang lain..”.
“Ah Tante, ya mau dong.., semalam nikmat yah, tante..”.
“Kamu hebat!”.
“Tante juga.., nanti pulang jam berapa?”.
“Tunggu aja.., sudah makan kamu?”.
“Belum, tante sudah?”.
“Sudah.., mm, kalau gitu kamu tunggu aja di rumah, tante pesan catering untuk kamu.., biar nanti kamu kuat lagi”.
“Tante bisa aja.., makasih tante..”.
“Sama-sama, sayang.., sampai nanti ya, daahh”.
“Daah, tante”.

Tak sampai sepuluh menit seorang delivery service datang membawa makanan.
“Ini dari, Bu Sofi, Mas talong ditandatangan. Payment-nya sudah sama Bu Sofi”.
“Makasih, mang..”.
“Sama-sama, permisi..”.

Aku langsung membawanya ke dalam dan menyantapnya di depan pesawat TV, sambil melanjutkan nonton film porno, untuk menambah pengalaman. Makanan kiriman Tante Sofi memang semua berprotein tinggi. Aku tahu benar maksudnya. Belum lagi minuman energi yang juga dipesannya untukku. Rupanya istri Om Toto itu benar-benar menikmati permainan seks kami semalam, eh aku juga lho.., kan baru pertama. Sambil terus makan dan menyaksikan film itu aku membayangkan tubuh dan wajah Tante Sofi bermain bersamaku. Penisku terasa pegal-pegal dibuatnya. Huh.., aku mematikan TV dan menuju kamarku.
“Lebih baik tidur dan menyiapkan tenaga..”, aku bergumam sendiri dalam kamar.Sambil membaca buku pelajaran favorit, aku mencoba melupakan pikiran-pikiran tadi. Lama-kelamaan akupun tertidur. Jam menunjukkan pukul 12.45.

Sore harinya aku terbangun oleh kecupan bibir Tante Sofi yang ternyata sudah ada di sampingku.
“Huuaah.., jam berapa sekarang tante?”.
“Hmm.., jam lima, tante dari tadi juga sudah tidur di sini, sayang kamu tidur terlalu lelap. Tante sempat tidur kurang lebih dua jam sejak tante pulang tadi, gimana, kamu sudah pulih..”.
“Sudah dong tante, empat jam lebih tidur masa sih nggak seger..”, kami saling berciuman mesra, “crup.., crup”, lidah kami bermain di mulutnya.
“Eh.., tante mau jajan dulu ah.., sambil minum teh, yuuk di taman. Tadi tante pesan di Dunkin.., ada donat kesukaan kamu”, ia bangun dan ngeloyor keluar kamar.
“Uh.., Tante Sofi..”, gumamku pelan melihat bahenolnya tubuh kini terbungkus terusan sutra transparan tanpa lengan. Bayangan CD dan BH-nya tampak jelas.

Aku masih senang bermalas-malasan di tempat tidur itu, pikiranku rasanya tak pernah bisa lepas dari bayangan tubuhnya. Beberapa saat saja penisku sudah tampak tegang dan berdiri, dasar pemula! Sejak sering tegang melihat tubuh Tante Sofi sebulan belakangan ini, aku memang jarang memakai celana dalam ketika di rumah agar penisku bisa lebih leluasa kalau berdiri seperti ini.
“Hmm, tante Sofi.., aahh” desahku sambil menggenggam sendiri penisku, aneh.., aku membayangkan orang yang sudah jelas bisa kutiduri saat itu juga, tak tahulah.., rasanya aku gila!

Tanganku mengocok-ngocok sendiri hingga kini penis besar dan panjang itu benar-benar tegak dan tampak perkasa sekali. Aku terus membayangkan bagaimana semalam kepala penis ini menembus dan melesak keluar masuk vagina Tante Sofi. Kutengok ke sana ke mari.
“Tante..”, panggilku.
“Di dapur, sayang”, sahutnya setengah berteriak, aku bergegas ke situ, kulihat ia sedang menghangatkan donat di microwave. Dan.., uuhh, tubuh yang semalam kunikmati itu, dari arah belakang.., bayangan BH dan celana dalam putih di balik gaun sutranya yang tipis membuatku berkali-kali menelan ludah.
“uuhh tante.., sayang”, tak sanggup lagi rasanya aku menahan birahiku, kupeluk ia dari belakang, sendok yang ada di tangannya terjatuh, penisku yang sudah tegang kutempelkan erat di belahan pantatnya.

“Aduuhh.., Didi nakal kamu ah..” ia melirikku dengan pandangan menggoda. Aku semakin berani, tangan kananku meraih buah dada Tante Sofi dari celah gaun di bawah ketiaknya. Lalu tangan kiriku merayap dari arah bawah, paha yang halus putih mulus itu terus ke arah gundukan kemaluannya yang masih berlapis celana dalam. Telunjuk dan jari tengahku langsung menekan, mengusap-usap dan mencubit kecil bibir kemaluannya.

“Ehhmm.., nngg.., aahh.., nakaal, Didi”.
“Tante.., tante, saya nggak tahan ngeliat tante.., saya bayangin tubuh tante terus dari tadi pagi” Tangan kiriku menarik ujung celana dalam itu turun, ia mengangkat kakinya satu persatu dan terlepaslah celana dalamnya yang putih. Kutarik cup BH-nya ke atas hingga tangan kananku kini bebas mengelus dan meremas buah dadanya. Dengan gerak cepat kulorotkan pula celana dalam yang kupakai lalu bergegas tangan kiriku menyingkap gaun sutranya ke atas. Kudorong tubuh Tante Sofi sampai ia menunduk dan terlihaylah dengan jelas celah vaginanya yang masih tampak tertutup rapat. Aku berjongkok tepat di belakangnya.

“Idiihh, Didi. Tante mau diapain nih..”, katanya genit. Lidahku menjulur ke arah vaginanya. Aroma daerah kemaluan itu merebak ke hidungku, semakin membuatku tak sabar dan.., “huuhh.., srup.., srup.., srup”, sekali terkam bibir vagina sebelah bawah itu sudah tersedot habis dalam mulutku.
“aahh.., Didi.., enaakk..”, jerit perempuan setengah baya itu, tangannya berpegang di pinggiran meja dapur.
“aawww.., gelii”, kugigit pantatnya. Uuh, bongkahan pantat inilah yang paling mengundang birahiku saat melihatnya untuk pertama kali. Mulus dan putih, besar menggelembung dan montok.

Lima menit kemudian aku berdiri lagi setelah puas membasahi bibir vaginanya dengan lidahku. Kedua tanganku menahan gerakan pinggulnya dari belakang, gaun itu masih tersingkap ke atas, tertahan jari-jari tanganku yang mencengkeram pinggulnya. Dan hmm, kuhunjamkan penis besar dan tegang itu tepat dari arah belakang, “Sreep.., Bleess”, langsung menggenjot keluar masuk vagina Tante Sofi.
“aahh.., Didi.., enaak.., huuhh tante senang yang ini oohh..”
“Enak kan tante.., hmm.., oohh.., agak tegak tante biar susunya.., yaakk ooh enaakk”.
“Yaahh.., tusuk yang keras.., hmm.., tante nggak pernah gini sebelumnya.., oohh enaakk pintarnya kamu sayaang.., oohh enaak.., terus.., terus yah tarik dorong keeraass.., aahh.., kamu yang pertama giniin tante, Di.., oohh.., sshh..”, hanya sekitar tiga menit ia bertahan dan, “Hoohh.., tante.., mauu.., keluar.., sekarang.., ooh hh.., sekarang Di, aahh..”. Vaginanya menjepit keras, badannya tegang dengan kepala yang bergoyang keras ke kiri dan ke kanan.

Aku tak mempedulikannya, memang sejenak kuberi ia waktu menarik nafas panjang. Aku membiarkan penisku yang masih tegang itu menancap di dalam. Ia masih menungging kelelahan.
“Balik tante..”, Pintaku sambil melepaskan gigitan di kemaluannya.”Apalagi, sayang.., ya ampun tante nggak kuat.., aahh”.
Aku meraih sebuah kursi.ia mengira aku akan menyuruhnya duduk, “Eiih bukan tante, sekarang tante nyender di dinding, Kaki kiri tante naik di kursi ini..”.
“Ampuun, Didi.., tante mau diapain sayang..”, ia menurut saja.
Woow! Kudapatkan posisi itu, selangkangan itu siap dimasuki dari depan sambil berdiri, posisi ini yang membuatku bernafsu.

“Sekarang tante.., yaahh..”, aku menusukkan penisku dari arah depannya, penisku masuk dengan lancar. Tanganku meremas kedua susunya sedangkan mulut kami saling mengecup.
“mmhh.., hhmm..”, ia berusaha menahan kenikmatan itu namun mulutnya tertutup erat oleh bibirku.
Hmm, di samping kanan kami ada cermin seukuran tubuh. Tampak pantatku menghantam keras ke arah selangkangannya. Penisku terlihat jelas keluar masuk vaginanya. Payudaranya yang tergencet dada dan tanganku semakin membuatku bernafsu.
“Cek.., cek.., cek”, gemercik suara kemaluan kami yang bermain di bawah sana. Kulepaskan kecupanku setelah tampak tanda-tanda ia menikmatinya.
“uuhh hebaat.., kamu sayang.., aduuh mati tante.., aahh enaak mati aku Di, oohh.., ayo keluarin sayang.., aahh tante capeekk.., sudah mau sampai lagi niih aahh..” wajahnya tampak tegang lagi, pipinya seperti biasa, merah, sebagai tanda ia segera akan orgasme lagi.

Kupaksakan diriku meraih klimaks itu bersamaan dengannya. Aku agaknya berhasil, perlahan tapi pasti kami kemudian saling mendekap erat sambil saling berteriak keras.
“aahh.., tante keluaar..”.
“Saya juga tante huuhh.., nikmat.., nikmat.., oohh.., Tante Sofi.., aahh”, dan penisku, “Crat.., crat.., crat.., seer”, menyemprotkan cairannya sekitar lima enam kali di dalam liang vagina Tante Sofi yang juga tampak menikmati orgasmenya untuk kedua kali.

“Huuhh.., capeekk.., sayang” ia melepaskan pelukannya dan penisku yang masih menancap itu. Hmm, kulihat ada cairan yang mengalir di pahanya bagian dalam, ada yang menetes di lantai.
“Mau di lap tante?”, aku menawarkan tissue.“Nggak sayang.., tante senang, kok. Tante bahagia.., yang mengalir itu sperma kamu dan cairan kelamin tante sendiri. Tante ingin menikmatinya..”, ia berkata begitu sambil memberiku sebuah ciuman.