Tampilkan postingan dengan label seru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label seru. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 Oktober 2008

d iamenciumi dan menjilati daerah itu sampai celana dalamku basah


Sarah ( 21 tahun ) “Wah, enak dong.., orangnya sintal, mungkin tiga hari nggak habis dimakan!” kataku berseloroh. Sementara itu tangannya masih terus membelai batang kemaluanku yang kepalanya sudah berwarna kemerahan tetapi tidak dikocok hanya dielus-elus. Lalu tante Lina mulai menciumi dadaku terus turun ke arah selangkanganku sehingga aku pun mulai merasakan kenikmatan yang luar biasa sampai akhirnya Tante Lina berjongok di bawah ranjang dengan kepala mendekati batang kemaluanku. Sedetik kemudian dia mulai mengecup kepala batang kemaluanku yang telah mengeluarkan cairan bening pelumas dan merata tersebut ke seluruh kepala batang kemaluanku dengan lidahnya. “Sudah kamu istirahat dulu deh Va!” “Tapi pakaian dalam Mamamu kok nggak terlalu seksi ya.. konvensional banget sampai aku susah memilihnya”. laki-laki dan setelah cukup basah maka Anna pun disuruh berjongkok di “Kamu mandi dulu dech biar segar, tuch di kamar mandi,” katanya.

Abang ke mana isteri dirasa Kemudian diangkatnya badanku dengan posisi kakiku dipinggangnya, aku melingkarkan tangan pada lehernya agar tidak jatuh. Diletakkannya aku pada lantai di tepi kolam, disebelah Indah yang terkapar, dia merapatkan badannya diantara kedua kakiku yang tergantung. Bagian empat : MLA I’m your mother. Just pretend I’m another woman and make Setelah puas berehat aku dengan lantang berkata `servis kau memang Aku bersekolah di salah sebuah sekolah di ibu kota.walaupun aku

Tak lama kemudian orgasme mereka lewat juga, kami duduk perdampingan tapi masih merasa nikmat dan sama sama tersenyum. Trus kami liat si Eva kayaknya belum, maklum mungkin masih baru kali yah. Dan mungkin di masih kawatir ada yang ngeliat jadi kurang konsen, karena itu dianya keliatan semakin horny ajah dan belum lepas lepas juga. Akhirnya kami bertiga segera duduk disekitar dia, Veni (kakaknya) duduk di sampingnya sambil memeluk adiknya di berbisik “ Udah Va, cuek ajah lah, kami nutupin kok. Kamu terusin ajah. Kalo udah keluar nanti enak banget “. Sambil merem dianya mengangguk. Saya pun mulai membantu dia dengan merangsang vaginaya, wow…gadis ini udah basah banget. Karena saya rasa basah banget maka roknya pun saya angkat biar ga nyeplak nantinya, habis banyak banget cairannya. Tangan saya dengan lincah segera masuk ke selangkangannya dan segera mencari klitorisnya. Setelah etemu mulai saya gosok gosok dengan cepat, dianya semakin gelisah duduknya, sedangkan niken juga mulai meraba raba payudaranya, agar dia makin terangsang. Ahhhh saya liat napasnya mulai memburu mungkin ga lama lagi dianya orgasme. Badannya semkin gelisah untuk niken dan veni cepat tanggap dengan menahan badannya agar tangan saya bisa menggosok vaginanya dengan leluasa. Ahhhh akhirnya dia pun orgasme, mulutnya mejerit tapi segera di peluk niken jadi ga sempat semakin liar, sambil memeluk nikem meremas payudara Eva kuat2, dan Veni terus berbisik ke telinganya agar melepas semuanya. Ahhhh jari saya yang di vaginanya merasakan denyutan yang sangat kuat, ohhhh dianya orgasme. Dunyatan2 ini tandanya. Matanya meram dan semakin meringis ringis, tapi saya yakin sekali geli2 nikmat yang luar biasa yang sedang dialaminya. Setelah beberapa lama akhirnya orgasme nya lewat juga dan dia mulai tenang, demikian juga kami bertiga. Mata kami masih merem menikmati sisa orgasme dan musik y6ang menghentak kencang. dengan sofa ruang tamu maka walaupun terkuat hanya sedikit tentunya Vivi, sang adik iparku dapat mengintip “Tambah ganteng dong dia” Setelah beberapa saat menarik dan mendorong akhirnya mentok juga penisnya. Dia diamkan sebentar penisnya disana untuk beradaptasi sekalian menikmati jepitannya. Kesempatan ini juga kupakai untuk membiasakan diri dan mengambil nafas. Akhirnya saya memeluk erat tubuh Middleton, saya peluk semampu saya sebab tubuhnya lebih besar dari saya. Saya letakan kepala saya dan menghadap ke kiri pada dadanya yang bidang. Oh My Godness, saya lihat Raymond dan Gill sedang berdiri di depan pintu, mereka melihat saya, rupanya mereka melihat beberapa adegan yang telah saya lakukan. Buru-buru saya bangkit dan saya mengambil pakaian saya dan saya hampiri mereka. Saya tanyakan bagaimana dengan seks mereka, dan saya berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuh saya, sedangkan Midlleton bangkit lalu berpakaian, rupanya ia tidak peduli dengan kehadiran Ray dan Gill. other hand on one her breast and kneaded it and rolled the Dee berdiri untuk mengunci pintu, namun Pak Wir merengkuh pinggangnya dari belakang.

Samia laid on her back and opened her legs wider. Amir adjusted himself between her legs and with one hand opened her pussy lips getting a full view of his mother pink pussy. He lowered his head and touched her clit with his tongue. Samia bucked her ass and ground her pussy against her son’s mouth. Amir started licking all along her pussy inserting his tongue deeper in her fu*k hole. Samia had previous lesbian contacts and had experience in being licked but the mere fact that it was her baby boy was something else. Her orgasm exploded like a bomb on her son’s face. Gigitan dan jilatan, cakaran dan remasan. Erangan dan rintihan kenikmatan. Juga gelap dan terang. “Kenapa Jo? Sakit ya di sini?” tanyanya. Isakan keluar dari mulutku.

Website “Mbak.. Oh..” Shanti tak kuasa berbicara. Ia menyusupkan wajahnya makin dalam dipelukan Tuti. Selama seminggu pertama, aku dan 30 awak News Room menginap di kantor untukmemantau perkembangan tsunami serta proses bantuan kemanusiaan. Tepat di awal Januari 2005, presiden Amerika Serikat, George Walker Bush memerintahkan bantuan kemanusiaan untuk mengatasi bencana internasional yang merenggut 150 ibu korban jiwa. Angkatan ketujuh pun bergerak ke Aceh dengan memboyong 3 kapal perang serta sebuah kapal induk USS Abraham Lincoln. Semua media berusaha meliput langsung proses bantuan ini namun terbentur birokrasi pemerintah yang ruwetnya bikin kepala pecah. Setelah berpikiran seperti itu, Bi Eha menjadi penasaran. Ingin tahu bagaimana rasanya bercinta dengan anak di bawah umur. Tentunya masih polos, lugu dan perlu diajarkan. Mengingat ini hal Bi Eha jadi terangsang. Keinginannya untuk bercinta semakin menggebu-gebu. Kalau saja lelaki ini adalah Tuan Hartono, tentunya sudah ia terkam sejak tadi dan menggumuli batang kont*lnya untuk memuaskan nafsunya yang sudah ke ubun-ubun. Tapi tunggu dulu. Ia masih anak-anak. Jangan sampai ia kaget dan malah akan membuatnya ketakutan.


Rahasia Bikin Puas Wanita Orgasme berkali kali/h1>
RAHASIA..PEN1S BESAR,PANJANG,KUAT,TAHAN LAMA-TANPA OBAT-... KLIK DISINI

Faiza woke up late next morning. Lazily she pulled the curtains, letting in soft light of March sun into her bedroom. It was spring which is the best month in Lahore (Pakistan). She walked out of her room and went straight to the lounge. It was empty except the maidservant. She remembered that her parents had to go to a wedding in their native village. The maidservant told her that only she and Amir were left behind. Hearing Amir name she blushed and remembered the events of last night. Not wanting the servant to see her blushing she went back to her room. She went to the bathroom to do the morning necessities. The door to Amir’s room was unlocked. She went to look it but after a mischievous grin let it remain open. Slowly she removed all her clothes and looked at herself in the mirror. She knew that she was beautiful and the mirror replied in affirmative. After doing the necessary rituals she took a bath and wiped herself dry. The wearing a beautiful lacy bra and panties she went to Amir’s room. He was sleeping soundly. She slowly removed the light blanket over him. To her surprise she found that he was sleeping naked. His flaccid cook was visible. She drew closure and started inspecting it. It was a mere two inches in length, not long as she had seen it the previous night. She lightly touched it. It was soft. She then ran a finger on his balls. They were bigger than she thought and oval in shape. Amir had a thick bush of pubs and she made a mental note that she will ask him to remove them. Amir stirred in his sleep and she tiptoed back to her room. “bodynya coy…….. gile bener. Putih banget.” Kelelahan disekujur tubuhnya terasa sekali hari ini. Satu hari yang sangat menguras tenaga. “Iya deh Non, sebentar aja yah, udah ngambil saya langsung pulang” Imron tertawa lebar dalam hatinya karena inilah yang ditunggu-tunggu. Calvin mengiyakan, segera ia duduk di boncengan, rapat di belakang tubuh Andre. Tangannya diletakkannya di paha Andre. Kemudian kedua remaja SMU itu melaju menuju sekolah mereka. Pada hari Sabtu di bulan Januari, karena saya tidak memiliki pacar, saya sering berkeliling kota dengan mobil ayah untuk menghabiskan malam panjang sendirian. Karena teman-teman belajar saya semua pada ngapel, termasuk Bima. “Ah Sial..” ketika baru saja lewat rumah keluarga drs.E, mobil terbatuk-batuk seperti habis BBM. Padahal hujan begitu lebat di luar dan SPBU terdekat kira-kira 2 km dari lokasi tempat mobil saya tepikan di bahu jalan. Akhirnya, saya memutuskan untuk meminjam telepon ke rumah Bima, untuk menelepon ayah atau siapa saja untuk membantu kesulitan gara-gara lalai terhadap yang namanya BBM. membalasnya dengan tersenyum lalu dia melemparkan bantal guling ke

Faiza smiled to herself and after removing her shawl went near her brother and placed her head on his shoulder. jadi perkembangan eksebisinya pastilah dilingkaran dekat sendiri….. Desahan yang keluar dari mulut mamaku ini menjadikan ku semakin bersemangat dan kugeser kepalaku yang sedang dipegangi mama kearah tetek yang satunya dan tangan kananku kuremaskan lembut di tetek kiri mama dan tak henti2 nya desahan mama terdengar semakin kuat dengan nafas cepat. “Wih, dikit lagi kuliah dong. Mau kemana kuliahnya? Ke Jepang aja? Nichidai?” Pak Maman mulai menggoyangkan pinggulnya memompa vagina gadis itu. Desahan tertahan terdengar dari mulut Virna yang sedang berciuman. Pria itu memulai genjotan-genjotannya yang makin lama makin bertenaga. Lumayan juga sudah seusia kepala enam tapi penisnya masih sekeras ini dan sanggup membuat gadis itu menggelinjang. Dia mahir juga mengatur frekuensinya agar tidak terlalu cepat kehabisan tenaga. Sambil menggenjot mulutnya juga bekerja, kadang menciumi bibir gadis itu, kadang menggelitik telinganya dengan lidah, kadang mencupangi lehernya. Virna pun semakin terbuai dan menikmati persetubuhan beda jenis ini. Dia tidak menyangka pria seperti si penjaga kamar mayat itu sanggup membawanya melayang tinggi. Pria itu semakin kencang menyodokkan penisnya dan mulutnya semakin menceracau, nampaknya dia akan segera orgasme. Shin Chan yang tak berdaya melepas tangannya dari burungnya dan terlentang mengaduh”Aduh, aduh, geli Ma, geli Ma”. Seorang gadis berbadan putih telanjang sedang bersetubuh dengan posisi di atas membelakangi pasangannya. Kedua belah pahanya yang mulus bersimpuh di atas badan telanjang seorang pria setengah baya. Kedua tangannya memegang erat lutut di depannya untuk memudahkan goyangan pinggulnya. Pria yang berada di bawah, meletakkan telepon genggamnya di atas meja samping. Diremasnya kedua belah dada yang tak terlalu montok namun padat itu dari belakang. Kemudian dibelainya kedua belah lengan dan tubuh gadis yang tak terlalu tinggi tapi langsing itu.

Shanti hendak berpindah menggumuli memek Tuti tapi Rahman masih membiarkan kontolnya dalam mulut gadis itu. Shanti mengeluarkan kontol Rahman dan menjilati pejuh yang menempel disana, ia mengemut kontol Rahman, sekarang ia merasa suka dengan rasanya, ternyata untuk menjadi biasa cepat sekali apalagi kalau memang ternyata enak. Saat itu perasaanku campur aduk. Otakku sudah lepas kontrol. Karena Andi merasa aku hanya setengah hati menyuruhnya keluar, dia semakin berani. Dia berpindah ke depan dan menempelkan mulutnya di daerah kemaluanku. Dengusan napasnya yang hangat sampai di antara pahaku. Aku bergetar dan mulai menyukainya. Aku diam saja waktu d iamenciumi dan menjilati daerah itu sampai celana dalamku basah. Aku merasa otot-otot di sekitar kemaluanku mengejang. Rasanya seperti merapat terus.

Si cowo nekad tembak langsung. Nyatanya semua biaya yang harus ditanggung memang sudah dipastikan akan seberat menyimpan seorang bini muda. “Mas….., kamu kan sekarang sudah tambah dewasa, apa enggak pingin punya pacar atau pingin meluk atau dipeluk seorang perempuan ? kata mama tiba2. “Atau kamu sudah jadi laki2 yang enggak normal barangkali ya, Sayang ?“ lanjut Mama. aku begini .Mungkin dulu dia tidak mendenda aku secara ludah kenikmatan bersama-sama tante Lin. Tiba-tiba tante Lin menyedot semua ludah-ludah itu kemulutnya dan melepas mulutku. Dengan tatapan mata dan senyuman yang nakal, tante Lin mengeluarkan air ludah itu, membiarkannya mengalir seperti air terjun, dari mulutnya ke dagunya, lehernya, membasahi dadaku dan dadanya, dan akhirnya turun sampai ke pangkal paha kami, membuat gesekan tubuh kami terasa menjadi lebih licin. Melihat itu, mulai kuarahkan kepalaku untuk menjilati air ludah, tapi tidak kutelan, mulai dari sudut-sudut bibirnya, lalu dagunya, “Tidak apa-apa kok Pak”, sahutku, aku senang juga dalam hati. “Pah. tadi kok Mama rasakan punya Papa jadi lain?” “Okeh, nggak pa-pa. Kutunggu.”

Setengah berlari dengan baju dan rambut yg acak2an anggi segera keluar dari kompleks sekolah itu. Dia tak tau ada beberapa pasang mata yang selama prosesi sex terjadi di kelas tadi, telah mengintai dan menonton pertunjukan sex itu. Beberapa pasang mata itu begitu ganas dan liar. “tunggu giliran kami nggi…………..” bisik mereka tertiup angin malam………………… “Ada air panasnya lho Shan..” kata Tuti. “Kamu tidak kasihan melihat ayah seperti ini? Ayolah, kita khan pernah melakukannya”, desaknya. Aku segera memakai pakaianku, dan melangkah keluar. Tante Donna mengantarkanku kepintu sambil sambil menghadiahkanku sebuah kecupan kecil, katanya “Terima kasih yach.. sekarang giliran suamiku, karena ia butuh melihat permainanku dengan orang lain sebelum ia melakukannya.” “Jangan lagi panggil tante ah, panggil saja Santy. Oke?”. “Kamu nggak pakai celana dalam?” tanyanya. Now Donny really became uneasy. Mom was treading into an *

memainkan lidahku dengan cepat di duburnya


“Aaarrgghh.. Gilaa!!” teriak Rahman. Mulut mungil Claire tidak dapat menampung penis besar itu seluruhnya, dengan susah payah ia membiasakan lidahnya bermain-main menyapu permukaan penis yang bercokol di mulutnya itu. Dia sibuk mengulum penis si pemilik toko dan mengatur nafasnya yang terengah-engah. Ada sensasi yang aneh dirasakannya ketika putingnya dipencet-pencet dan dipilin-pilin oleh Dario, di luar kendalinya puting mungil kemerahan itu makin mengeras. Kini tangan kiri Dario mulai turun mengerjai daerah pangkal paha Claire, ditekan-tekankannya jarinya disana sehingga celana dalam Claire menyusup pada bibir kemaluannya. Claire mencoba menahan niat Dario ketika pria itu menurunkan resleting celananya dengan memengangi tangannya, tapi percuma karena pria itu menepisnya lalu dia menangkap kedua pergelangan tangannya. Tangannya kini menyusup ke balik celana dalam Claire. ### Kevin Demonic Ep.3 ~ Blood Sugar Sex Magic Kemudian dia tertawa terbahak-bahak. Aku memukulnya sambil pura-pura marah. Aku mengambil jalur yang biasa kulalui yang melewati Jl. Saparua (gelora) yang kalau malam banyak kaum waria yang mejeng mencari langganan. Aku tidak pernah perduli karena memang aku sama sekali tidak tertarik oleh yang palsu semacam itu. Tapi malam itu secara sadar atau tidak sadar aku berhenti ketika seorang waria melambaikan tangannya. Aku hanya berpikir seksi sekali ini orang (tentunya dalam cahaya yang remang-remang dan pengaruh obat yang masih bersisa di kepalaku). “Ahh.. dorong terus Dong Rud..!” pinta si Tante dengan suara yang sudah mendesah sekali. Tak lama, akupun mengerang nikmat ketika mengalami ejakulasi dalam vagina Sandra. Kamipun melepas lelah sejenak sambil berciuman kembali. “Kecuali elo semua kasih lihat payudara elo,” kataku.

Kali ini Eni menjadi super hati-hati mencukurnya. Mungkin takut tersentuh kemaluanku. Sedangkan aku sangat ingin tersentuh olehnya. Tapi aku khawatir dia semakin takut saja. Akhirnya kubiarkan saja dia menyelesaikan tugasnya dengan caranya sendiri. Padahal saat itu aku belum mengenakan apa-apa, hanya pakaian dalam saja. Segera aku melemparkan bantal ke arahnya dan dia hanya tertawa. Selesai berpakaian kami pun segera berangkat. Di mobil kami saling berpegangan tangan dan kadang-kadang saling mencium. Di bagian belakang mobil dia menggantungkan beberapa kemeja dan jas serta dasi, dia menjelaskan bahwa itu persediaan untuk nanti malam karena dia malas pulang malam-malam. Aku hanya tertawa, sambil menggodanya bahwa dia terlalu banyak berharap. “Jangan!” “Miss u sweety. Mmuuaahh!” Lima tahun kemudian, aku menerima sebuah undangan perkawinan bertuliskan, Lalu aku merasakan mulutnya pada kejantananku. Mengecup, menghisap, dan menjilat. Ditambah kedua tangannya yang terkadang menggosok pelan, memijat atau meremas. Belum lagi bulu halus yang tumbuh di dagunya memberikanku tusukan kecil yang geli namun nikmat. Aku, untuk yang pertama kalinya, merasakan apa yang disebut kesulitan bernafas. Mungkin lebih parah daripada seorang penderita asma. “Acik gelii.. Sedapp,”elus aku. “Saya kira sekarang bukan saatnya bercanda, Pak.”

sampai suatu malam, vina tidak mendengar lagi suara suara dari cermin itu. namun ia merasakan hawa kamar itu tersa sangat panas sekali an ia merasa pusing. vina akhirnya membuka jendela kamarnya, dan ia merasakan hembusan angin dingin yg menyegarkan, pusingnya hilang, tapi juga ia merasa mengantuk, perlahan lahan angin dingin itu membuai vina hingga tertidur. Lalu martin mendorong seluruh batang kejantanannya masuk ke dalam lubang kewanitaan Lisa. Ia menggenjot terus tanpa menghiraukan keluhan dan rasa nyeri pada lubang Lisa, namun Lisa menuruti setiap gerakan Pak Martin yang maju mundur dalam lubang vagina itu. sebagai suara Mirna adiku! Aku jadian dengannya. Amel gadis lugu dengan sifat yang sedikit egois, arogan dan cantik.

Kurasa pagi ini tidak seindah yang kubayangkan. Tidak dengan kondom-kondom yang berserakan di lantai. Tidak dengan seprei yang basah di bawahku. Tidak dengan sperma yang mengering di bekas luka di perutku. ABG Tetangga Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment. Posted in Daun Muda | suara onani terdengar dari gesekan tangankananku yang penuh air mani …. sementara itu kuperhatikan Leave a Comment

Lisa kemudian menaik-turunkan tubuhnya di atas pangkuanku. Novi pun tak tinggal diam, diciuminya aku ketika temannya sedang memompa penisku dalam jepitan dinding kewanitaannya. Goyangan tubuh Lisa membuatku merasa akan segera menumpahkan spermaku dalam vaginanya. Aku berusaha sekuat tenaga agar tidak ejakulasi terlebih dahulu sebelum dia orgasme. Sambil menciumi Novi, tanganku memainkan klitoris Lisa. Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment. ***** “Makasih yah Mun, sori kalau selama ini ngerepotin kamu, jangan lupain yang pernah kita pelajari yah” Syeer…syeer…. kutahan… dan kukendalikan aliran sperma-Ku yang keluar dari ujung penis-Ku…. “Eerrr…tanya apa Non ?” katanya “Mumun bingung mo tanya apa?” Akhirnya aku orgasme. Otot-otot kemaluanku menegang, merapat, kakiku serasa tidak kuat menahan dorongan ini, aku berusaha menahan selama mungkin. Akhirnya sambil mencengkram pinggiran meja aku melepaskan tekanan ini.


Rahasia Bikin Puas Wanita Orgasme berkali kali/h1>
RAHASIA..PEN1S BESAR,PANJANG,KUAT,TAHAN LAMA-TANPA OBAT-... KLIK DISINI

“Ooohh.. aa.. aahh.. aahh.. mmhh gelii oohh enaknya, Vann.. ooh,” desah Tante Donna. Rekan-rekan pembaca, usai kejadian itu kami masih terus melakukan affair. Hal ini berakhir ketika saya menikah 4 tahun yang lalu. Beliau berkata, “Jangan hianati istrimu, karena Tante sudah merasakan bagaimana dihianati suami.” “Mimpikah aku?” Tanya Adissa dengan suara tercekat. “Eeii…jangan kurang ajar yah !” bentak Sherin mendorong pria itu. “Mbaak.., maa’aaf.., saya tidak tahu kalau.., Mbak lagi mandi”.

Sesaat kemudian Tonny akhirnya merasakan kedutan kedutan hebat di pangkal kemaluaannya dan sesegera menarik keluar dan memndamkan batang kemaluannya kembali ke dalam mulut Tamara yang diakhiri oleh muncratnya sperma Tonny berkali kali didalam mulut Tamara. Ditahannya mulut Tamara agar tetap tertutup rapat dan memaksa Tamara menelan habis spermanya ada didalam mulut Tamara, polwan cantik yang sekaligus wanita dambaan laki laki yang menontonnya di layar lebar. dia ceraikan kau ha ha `.”dengar permainan hari ini sudah berakhir Ingin ku sayangii. Tanpa terbagi laagii “Apa coba?” nita tinggal dengan ayahnya , ibunya telah meninggal beberapa tahun lalu karena kecelakaan mobil. sejak itu ayahnya lah yg mengurus nita , sebenarnya ayah nita masih cukup pantas untuk menikah lagi , namun ia telah berjanji untuk tidak menikah lagi , dan hal itulah yg membuat nita bahagia dengan hidupnya yg sekarang. “Kau mau kuantar pulang?” kata Michael esok siangnya selepas kami bangun tidur. Anak itu menggeser kakinya memberiku jalan. Tadinya anak itu menunduk menatap lantai, tapi begitu Aku melewatinya, matanya langsung melotot ke arah dadaku. Karena memang ketika Aku bergeser mau keluar dari kursi, dadaku berada tepat di depan hidungnya. Aku jalan ke belakang sambil meneliti kursi mana yang kosong. Tak kupedulikan tatapan mata lelaki-lelaki. Tak ada yang kosong. Memang ada 3 kursi yang hanya berisi masing-masing seorang. Seandainya Aku punya keberanian untuk meminta salah satu penghuni kursi yang sendirian itu untuk bergabung ke penghuni sendirian yang lain, Aku akan dapatkan kursi kosong. Tapi Aku tak berani. Atau anak itu saja yang kusuruh pindah ? Ah, sungguh Aku tak enak. Apa boleh buat, terima saja apa adanya. Aku kembali ke tempatku. Lagi-lagi mata anak muda itu memelototi tubuhku. Dan masih saja tak melepas tatapannya meskipun Aku sudah kembali duduk.

“Sepedanya dititip ke saya aja Non, biar saya yang tambal besok, dijamin besok Non ke kampus sepedanya udah beres” tawarnya. Nampak keheran-heranan dari Maria dan juga cewe-cewe lainnya. Mungkin karena penasaran, Maria memenuhi permintaanku. Diambilkannya body lotion dari kamarnya. “Mbak, enak banget, oooch…. Teruuus yang dalem, oh mbak lidahnyaaa…. Oh ngilu,enak” aku terus mengerang menahan kenikmatan yang diberikan Tia padaku. Tak lama kemudian, meledaklah semua isi dalam kejantananku ke dalam mulutnya. Mbak Tia sama sekali takmelepaskan kulumannya dan terus menghisap spermaku sampai habis… “Sama-sama Pak, saya juga senang kenal Bapak, but lain kali jangan lupa…you should use some condom, memakai kondom, supaya aman !” katanya dengan senyum nakal. sheer sensuality of the room would have been arousing by sometimes. Very lonely.”

dia sendiri sudah pasrah akan nasib yang dialaminya itu. Kamipun masuk ke dalam rumah dan aku langsung duduk di sofa ruang keluarganya. Santi menyuguhkan orange juice untuk menghilangkan dahagaku. Nikmat sekali meminum orange juice itu setelah lelah terjebak macet tadi. Dahagakupun langsung hilang, tetapi setelah melihat Santi yang cantik, dahagaku yang lainpun muncul. Aku masih bernafsu melihat Santi, meskipun telah lima hari berturut-turut aku setubuhi dia. Jantung Sherin semakin berdebar-debar ketika kepala penis pria itu menyentuh bibir vaginanya. Nuraninya menghendaki agar dirinya memberontak dan kabur, tapi tubuhnya yang berkata lain malah menggerakkannya untuk membuka kakinya lebih lebar. Dia melihat jelas bagaimana penis pria itu memasuki vaginanya juga ekspresi puas di wajah tuanya karena berhasil menikmati tubuh gadis cantik yang baru pernah dirasakan seumur hidupnya. ### Setelah itu Lia meninggalkan ruangan. Sudah cukup lama aku tergantung dengan posisi kepala di bawah dan aku mulai merasa pusing. Aku mencari-cari jam di ruangan itu dengan berusaha memputar-putarkan badanku. Kutemui sebuah jam kecil tergeletak di meja rias kamar tersebut. Waktu saat itu menunjukkan jam 2 siang. Sudah lebih dari 4 jam aku terikat. Tangan, siku, kaki dan lututku terasa sakit karena ikatan yang kuat. Kulihat Lia membuka pintu dan lalu menurunkanku dari gantungan itu. Setelah terbaring di lantai lalu dibukakannya plastik-platik pembungkus diriku dengan mengguntingnya. Setelah itu ia buka bandana dan mengeluarkan celana dalam yang sudah hampir 4 jam menyumbat mulutku. “Gimana rasanya dibawah sana Mun ?” “Mas.., ini handuknya..!” katanya.

September 25th, 2007 by indocerita Posted in Masturbasi | “Andre” “Ohh.. eehh.. hmm.. Ar.. yang kuat!” Mungkin gabungan antara suara dari bibirku dan mungkin cengkeraman-cengkeraman kuat dari dinding-dinding liang kemaluanku, segera membuatnya bergerak cepat dan kuat sekali. Aku tidak pernah merasakan kekuatan sekuat dan setahan itu dari Andy. Tubuhku kejang sampai dia menyelesaikan 5 menitnya yang keempat dan masih terus bergerak mantap. Sampai orgasmeku mereda aku merasakan gerakannya semakin cepat dan kuat dan belum sampai pertengahan 5 menitnya yang kelima, Ari pun jebol juga. Mumun pun berbaring telentang di ranjang itu, tidak tahu apa lagi yang harus dilakukannya karena dia sama sekali buta soal seks, bahkan nonton film bokep atau lihat gambar porno saja belum pernah. Memang di usianya yang mulai puber itu ada rasa senang ketika melihat gadis-gadis penghuni kost itu lalu-lalang dengan pakaian yang memperlihatkan lekuk-lekuk tubuh mereka, tapi ia sendiri tidak tahu mengenai perasaan yang disebut ‘birahi’ itu. Anak itu kaget dan menahan celana pendeknya ketika Joane hendak menurunkannya, namun tangannya segera ditepis gadis itu yang terus menurunkan celana itu hingga lepas. ‘Wew’ serunya dalam hati melihat penis anak itu yang sudah tegang, ujungnya sudah disunat dan berbentuk seperti helm, memang ukurannya tidak sebanding dengan pria-pria dewasa yang pernah terlibat seks dengannya, namun lumayan juga untuk ukuran anak seusianya. Joane merunduk dan menggerakan tangan untuk menggenggam penis itu. “Eh, kamu gini apa nggak jadi banci?” Aku sudah tidak tahan lagi, langsung saja kujilat dan kugigit-gigit kecil klit nya, aku memainkan lidahku dengan cepat di duburnya, naik-turun dari pantat ke klitnya, berulang-ulang sampai daerah itu basah oleh ludahku. “Bantulah aku Rat! Telah lama sekali!” sambil berkata begitu dia terus menggeranyangi tubuhku.

Senin, 14 Juli 2008

Sabtu, 10 Mei 2008

bibir vaginanya, terasa sedikit lembab. Penisku jadi ngaceng

namaku Joko Santoso. umurKu 29 tahun. Sedangkan istriKu bernama Sherly berumur 27 tahun. Kulitnya putih, matanya sipit, cantik sekali. Dan Kami baru menikah 3 tahun. Belum memiliki keturunan. Aku sangat mencintainya. Aku tak mau kehilangannya.

15 menit berlalu, Akhirnya Aku turun dari mobil dan masuk kekantor istriKu. Semua ruangan kantor rata rata sudah gelap, karena lampu telah di padamKu. Tapi ruang kantor istriku masih menyala, Jendelanya tertutup tirai. Aku mendekat dan mendengar suara cekik kikan. Aku mengitip dari sela sela tirai.

KepalaKu seperti di hantam palu besar. Aku melihat Ganda, sedang menjilati buah dada istriKu. Dan istriKu, mengelijing ,dan mendesah "ashh.. Gan… geli….” Suaranya pelan. Pak Ganda adalah GM, yang berarti jabatannya di atas istriKu. IstriKu sering menceritakan tentang Pak Ganda. Dan Dia pernah memperkenalkan Ku pada Pak Ganda ini. Tapi Aku tak menyangKa…

Ingin Aku masuk ke ruangan itu, dan memukuli Pak Ganda. Tapi Aku urungkan, Aku memilih menonton saja, Aku mau lihat sampai di mana kelakuan istriKu. Tak lama setelah puas Pak ganda menjilati buah dada istriKu, Pak Ganda membuka celananya. dan dia duduk di meja. penisnya terlihat ngaceng. Harus aku akui penisnya, lebih besar dari Ku.

IstriKu tanpa malu malu, langsung menciumi penisnya. Lalu menjilati dan mengemotnya. IstriKu terlihat sangat nafsu, Dia mengocok batang penisnya, dan mulutnya mengemut kepala penisnya. Se ingatKu selama tiga tahun menikah dengannya Sherly tak pernah menservis Ku seperti ini. Aku melihatnya, dan tanpa Aku rasa penisku mendaji tegang. Aku mengelus ngelus peniskuKu sendiri, dan membayangkan kalau Sherly sedang menjilati penisKu.

Setelah itu, Pak ganda berdiri, lalu melepas seluruh pakaian istriKu. IstriKu lalu duduk di meja, hanya memakai celana dalam merah, yang Aku belikan waktu hari Valentin. Pak Ganda lalu menciumi istriku, dan berbisik. "kamu cantik sekali Sheerly, Aku ingin menjilati vaginamu dan bersetubuh dengan sayang, boleh ya sayang…”. Sherly menciumnya dan berkata "Boleh aja Mas Ganda….”. Lalu Pak Ganda melepas celana dalam istriKu.

Dan menjilati vagina istriku dengan penuh nafsu. IstriKu mengelijing, matanya terpejam, menikmati jilatan Pak Ganda. Aku memang tahu, istriku paling suka di oral. Dan Dia tak akan tahan, pasti sebentar saja orgasme. Pak Ganda dengan rakusnya menjilati vagina istriKu. Aku mendengar samar-samar desahan istriKu "ahhh mas, ahh udah gatel banget, mas Aku mau keluarr…..”. Tak lama istriku mengejang. Tubuhnya bergetar. "Mas masukin sekarang, ayo mas, Gatel nih..”.

JantungKu berdegup keras, penisnya yang besar itu mulai di masukan ke lobang vagina istriku. Dengan penisku yang lebih kecil dari penis pak Ganda saja, Aku merasa liang vagina nya sempit, apalagi penis pak Ganda yang besar. Dan "Ahhh, pelan pelan mas, sakit…” kata istri Ku.
Dan pak Ganda mulai bergoyang ,dengan irama birahi yang mengebu, Istriku mengelijing. Istriku nampak sangat menikmati penis besar pak Ganda. Kulit pak Ganda yang Hitam, tampak kontras dengan Sherly yang putih. Aku terus saja mengelus elus sendiri penisku yang ngaceng itu.

Pak Ganda terus saja mengoyang istriKu dengan nafsu. dan beberapa saat kemudian, Pak Ganda ejakulasi di liang vagina istriKu. Dan Aku juga ejakulasi, tanganKu basah akibat spermaKu sendiri. Aku melihat mereka segera rapi rapi, istriku melap vagina nya pakai tisuue dan, Aku buru buru lari ke mobil.

Aku segera meng HP istriKu. "sayang, aku di kantormu nih …”. Aku berkata seakan akan tak tahu apa apa dan tak terjadi apa apa. IstriKu berkata "Oh..iya kebenaran Mas, rapatnya juga sudah selesai….”.

Aku berpikir, pantas selama ini istriku selalu memakan obat anti hamil, alasannya belum siap punya momongan. Pikiran Ku kacau, Aku yakin istriKu tidak hanya main dengan Pak Ganda.

Aku membawa juga istriKu ke restoran. Dia makan dengan lahap, sedangkan Aku.. nafsu makanKu menurun. Tapi Aku tetap berpura pura tak tahu apa apa.

Malamnya saat istriKu tertidur pulas, Aku masih terjaga. Aku perlahan membuka celana dalam istriKu. Aku melebarkan kakinya. Menatap vagina istriKu yang tadi habis di goyang sama Pak Ganda. Aku menguak bibir vaginanya, terasa sedikit lembab. Penisku jadi ngaceng. Aku memjilati memeknya. Istriku mengeliat, tapi tak bangun.

Lalu Aku memasukan penisKu ke liang vaginanya. Istriku mengeliat, tapi matanya terpejam. Aku merasakan memek istriku tetap sempit. Aku terus mengoyangnya. Aku merasakan makin lama vaginanya makin basah.

Istriku tetap memejamkan matanya, hanya suara desahan desah lemah, keluar dari bibirnya yang sexy.

Keluar cairan putih dalam kondom saya

Kali ini adalah pengalaman sex saya dengan ABG yang masih SMU bernama Linda. Setelah saya mengirimkan cerita saya tersebut, saya mendapat email dari Linda yang katanya tertarik dengan pengalaman saya dan kebetulan dia sedang di Lombok dalam rangka liburan bersama keluarganya. Kami janjian lewat email bertemu pada bulan Oktober di sebuah rental internet di Mataram. Tentu saja pembaca, saya yang menentukan lokasinya di rental internet tersebut, karena hari itu saya masih harus membalas beberapa email yang ingin berkenalan denganku dan mencari tahu tentang pariwisata di Lombok.

Pada hari Kamis, saya sudah stand by di rental tersebut, berdebar-debar juga rasanya saya menunggu Linda, seperti apa rupanya ya.

"Selamat pagi, Om namanya Andi khan?"
"Ya, betul.. Ini Linda ya!" tanya saya kembali padanya.

Di hadapan saya sekarang adalah seorang ABG keturunan tionghoa yang cantik. Saya perkirakan umurnya baru 16 tahun, tinggi 160 cm, berat 47 kg dan berkulit putih mulus khas cina dengan rambut lurus sebahu, memakai baju hem ketat warna krem, celana jins hitam tiga perempat yang pas. Duduk di samping saya tampak mengintip CD-nya yang berwarna putih. Kontol saya langsung tegak bagaikan Monas melihat cewek cantik ini.

"Gimana khabarnya?" tanyaku membuka percakapan sambil mempersilakannya duduk.
"Baik Om, senang rasanya liburan ke Lombok"
"Oh ya? Udah kemana aja Linda?"
"Ke pantai Senggigi, terus Suranadi dan tempat gerabah itu"
"Terus Linda sekarang sama siapa?"
"Sama Papa, Mama dan sepupu, Linda tinggal di Senggigi Beach Hotel"
"Wah, asyik dong.."
"So pasti, tapi lebih asyik kalo diantar sama tour guide seperti Om"
"Itu sich gampang Lin, yang penting ada komisinya lho" canda saya.
"Tenang Om, dijamin nggak nyesel dech nganterin Linda"

Linda orangnya supel dengan senyumnya yang manis mirip artis mandarin dan aroma tubuhnya yang sangat wangi. 'Adik' saya sudah nggak bisa diam nich.

"Ceritanya Om Andi tuch asli khan?"
"Tentu saja asli lho, dari pengalaman pribadi"
"Enak dong"
"Enak apanya Lin?" pancing saya mulai memepetkan tempat duduk.

Ini baru kesempatan namanya. Asik khan pembaca, bisa berduaan sama abg yang tentu saja masih seger-segernya..

"Gituannya lho.." jawabnya tersipu malu.
"Emangnya Linda pernah gituan sama pacar?"
"Ya.. Hampir pernah"
"Hampir pernah gimana, nggak usah malu dech, ceritain dong"
"Siapa tahu Om bisa bantu" ujarku sambil tangan kiri saya merangkul pundaknya.

Wah, Linda tampaknya nggak marah nich saya pegang pundaknya, berarti ada lampu hijau dong.

"Janji ya Om, nggak bilang siapa-siapa"
"Janji dech" saya menunjukkan tanda victory padanya.
"Gini Om, Tony pacar saya itu kalo udah nafsu cepat keluarnya, padahal Linda belum apa-apa"
"Maksudnya.." tanyaku pura-pura blo'on padahal tahu maksudnya.
"Iya, pas kontolnya Tony nempel di anunya Linda, udah keluar duluan"
"Oh gitu, itu istilah kedokterannya ejakulasi dini"
"Terus ngatasinya gimana dong Om"
"Ya, Linda harus bisa foreplay dulu, maksudnya pemanasan gitu"
"Ya udah Om, tapi Tony maunya terburu-buru en lagian mainnya kasar sich"
"Linda mau Om bantuin?" tanya saya yang sudah tidak lagi melihat isi layar monitor sejak tadi.
"Maksud Om..?"
"Ya.. Gimana caranya foreplay"
"Hus.. Om ini ngaco, Linda khan pacarnya orang"
"Bukannya ngaco, Linda ya tetap pacarnya Tony, Om khan cuma memberikan petunjuk" jawab saya sungguh-sungguh membujuknya agar mau foreplay, habis potongan tubuhnya itu, alamak geboy abis, mungkin rajin fitnes ya atau aerobic.
"Tapi.. Ada orang lho di sini Om, Linda khan malu"
"Nggak ada orang di sini kok, sini Om pangku" rayuku sambil menarik pinggangnya untuk duduk di pangkuan saya menghadap monitor komputer.
"Om.. Jangan.." celetuknya ragu dan canggung.
"Udah.. Atasnya doang kok, gimana?" tanya saya sambil membuka dua kancing atas hemnya hingga kelihatan BH merahnya, tangan kanan saya langsung masuk meremas payudaranya.
"Ja.. Ngan.. Om.. Geli.."
"Gimana rasanya Lin.."
"En.. Ak.. Sst.. Mmh"

Linda kelihatannya sudah agak terangsang dengan permainan tangan saya, ditambah lagi ciuman saya yang mendarat secara tiba-tiba pada lehernya. Tangan kiri saya juga mulai aktif meremas payudaranya yang sebelah. Ciuman pada lehernya saya ubah jadi menjilat, jadi kedua tangan meremas dan kadang-kadang memelintir kedua putingnya itu yang makin lama makin mengeras.

"Mmh.. Mmh.." gumam Linda. Beberapa menit kemudian..
"Udah.. Om.. Sst.. Udah.." tahan Linda sambil melepaskan saya dan merapikan bajunya.
"Ada apa Lin, contoh foreplay belum abis lho" goda saya tersenyum.
"Mmh.. Iya sich Om, cuman nggak leluasa di sini"
"Maunya Linda dimana?"
"Tempat yang sepi orangnya gitu"

Saya lihat tempat rental internet itu sudah mulai ramai kedatangan pengunjung, mungkin Linda agak terganggu juga konsentrasinya.

"Gimana kalo di hotel aja Lin, di sana lebih tenang" usulku.
"Iya dech.. Tapi jangan di Senggigi ya Om", jawabnya sambil tangannya mengandeng saya mesra.
"Oke, nanti OM cariin yang agak jauh dari Senggigi"

Dan kami pun check in di salah satu hotel yang agak jauh dari Senggigi, karena saya tahu Linda tidak mau ketahuan keluarganya, katanya dia bilang sama keluarganya mau ke rental internet selama 3 jam. Karena itu kami pergunakan kesempatan ini sebaik-baiknya.

"Wah, di sini baru tenang nich" kata Linda sambil memperhatikan hotel yang lumayan tenang karena tempatnya agak jauh dari Senggigi dan kota.
"Nah, sekarang gimana? Mau nerusin caranya foreplay?"
"Mmh.. Gimana ya" Linda agak ragu kelihatannya.

Wah, anak ini harus dirangsang lagi supaya mau foreplay, soalnya si 'buyung' sudah tegak seperti pentungan pak satpam. Kemudian saya membuka kaos atas saya dan celana panjang jins hingga tinggal CD, sengaja saya membuka baju menghadap ke Linda.

"Wow.. Apaan tuch Om, kok kembung" kata Linda sambil menunjuk ke kontol saya.
"Linda mau lihat punya Om ya" Kutanggalkan semua celana dalam saya hingga saya bugil dan kelihatan kontol yang tegak itu.
"Wow.. Kontol Om bengkok dikit ya.." terheran-heran Linda melihat bentuk kontol saya.
"Ini baru asli lho Lin, tanpa pembesaran" ujarku sambil mendekatinya.

Tangan saya aktif membuka hem kremnya dan celana jins hitam tiga perempatnya. Sekarang tampak jelas BH merahnya dan CD putihnya yang cantik, pemandangan yang indah. Saya gendong Linda dan menaruhnya dengan lembut di sofa itu, kemudian saya mencium dan menjilat bibirnya serta tangan saya meremas payudara dan mencopot pengait BH-nya.

"Om.. isep.. sst.. susu.. nya.. Linda.." rengeknya meminta saya menghentikan ciuman dan beralih ke payudaranya, ciuman dan hisapan saya giatkan, kemudian puting itu saya gigit perlahan.
"Terr.. us.. Om.. sst.. sst.." rintihnya sambil memindahkan kepala saya pada payudaranya.

Tangan kiriku mengusap payudara sebelah kiri dan tangan kanan saya masuk dalam CD-nya dan mengusap-usap vaginanya yang ditumbuhi bulu halus, kemudian saya masukkan jari keluar-masuk dengan lancar.

"Ouh.. Mmh.. Enak.. Om.. Nah.. Gitu.." Saya turun lagi mencium perutnya yang putih bersih, turun lagi mencium CD-nya yang mulai basah.
"Buka.. Aja.. Om.. Cepet.. Sst" celotehnya yang sudah bernafsu sekali sambil membuka CD-nya. Sekarang terlihat jelas sekali vaginanya yang masih kencang dan saya jilat dengan pelan dan semakin ke dalam lidah saya menari-nari.
"Sst.. Terr.. Us.. Om.. Mmh.." rintihnya tak karuan sambil menjepit kepala saya.

Beberapa menit saya permainkan vaginanya dan paha bagian dalam Linda yang sudah sangat basah sekali.

"Om.. Mmhmm.. Ganti.. Om.. Sstss"
"Gantian gimana Lin.." goda saya sambil telentang.
"Gantian Linda isep kontolnya Om, tapi jangan keluar dulu ya"
"Beres, nanti Om pakai kondom kok"
"Mmh.." Linda tidak menjawab, soalnya sudah mulai menghisap kontol saya, pertama-tama cuma masuk setengah tapi lama-kelamaan masuklah semua kontol saya.
"Terr.. Us.. Lin.. Jilat.." perintah saya sambil memegang kepalanya dan mendorong pelan supaya kontol saya masuk semua ke mulutnya.

Beberapa menit kami melakukan oral sex, Linda ternyata menikmati permainan itu.

"U.. Dah.. Lin.. Om.. Nggak tahan.. Nich"
"Iya Om, Linda juga pengin ngerasain senggama gaya kuda ama kontolnya Om yang bengkok itu hi.. hi.." celotehnya tertawa sambil mengambil posisi menungging.
"Sabar ya Lin, Om pasang kondom dulu"

Kemudian setelah saya pasang kondom, saya masukkan ke vaginanya, tenyata meleset.

"Aduh.. Om.. Pelan.. Dong" rintihnya kesakitan. Memang vagina Linda masih sempit kelihatannya dan posisi tersebut agak susah sich.
"Lin tolong bantuin pegangin kontol Om"
"Sini Linda bantuin masukin tapi pelan ya"

Linda kemudian memegang kontol saya dan mengarahkan ke vaginanya dan saya dorong pelan, pelan tapi pasti dan bless.. masuk seluruhnya dengan dorongan saya yang terakhir agak keras.

"Aduh Om sakit"
"Nggak apa-apa kok Lin, udah masuk kok"
"Sst.. Om.. Gini rasanya ya.. Sst.."
"Gi.. Mana.. Lin.."
"E.. Nak.. Sst.. Agak cepetan Om.. Sst"
"Nahh.. Sst.. Gitu.."

Genjotan demi genjotan saya giatkan sambil tangan kiri memegang perutnya dan tangan kanan memegang payudaranya. Plok.. Plok.. Plok.. Demikian kira-kira bunyinya. Kira-kira beberapa menit saya ngentot dengan Linda dengan posisi doggy style. Dan semakin lama semakin cepat.

"Ce.. Pat.. Sst.. Sst.. Om.. Aah.. Linda mau keluar nich" rintihnya tertahan.
"Sa.. ma.. an.. Lin.. keluarnya.. sst.. yess.." jawab saya sambil mempercepat sodokan kontol saya.
"Sst.. Lin.. Da.. Sst.. Kel.. Uar.. Om.. Argh.." jerit Linda.

Tiba-tiba tubuh Linda mengejang dan saya pun juga, akhirnya crot.. crot.. crot.. Keluar cairan putih dalam kondom saya, bersamaan dengan muncratnya cairan di vagina Linda. Tubuh kami pun lemas menikmati sensasi yang luar biasa itu.