Jumat, 14 November 2008

kumasukkan batang kemaluanku ke liang yang sudah becek


Perlahan aku mulai mengarahkan penisku kedalam vaginanya. Ketika penisku mulai masuk, badan Silvi pun sedikit terangkat. Terasa basah sekali tetapi nikmat. Lobang vaginanya lebih sempit dibandingkan Evi, atau mungkin karena lubang vaginanya belum terbiasa dengan penisku. “Ada deh..” Jawabku dengan senyum nakal. “Ya.., jangan lama-lama..”, kata saya. “Gua punya Pil perangsang.. lalu kita masukkan ke minuman istriku dan istrimu.. tentunya dengan dosis yang lebih banyak, agar mereka cepat terangsang, dan kita mulai bereaksi.” “Iya bener, nggak bohong kok, tante.., tante nggak kapok kan ngajarin saya yang beginian?”.

“Tante Rissa ya?” aku mencoba menebak. Bibirnya mengecup bibirku yang ranum dan aku langsung mengulum bibirnya dengan liar sambil memeluknya yang tercium bau aroma khas itu. Tangannya mengelus tetekku lembut. Kontolku yang sudah nongol langgsung dielus sama tanteku.. “Ya, nanti saya menyusul”. “Baru kali ini aku merasakan kenikmatan seperti ini, luar biasa” Kata tante Wike. Ia lalu bercerita kalau om Widya (suaminya) hanya sebentar saja jika bercumbu sehingga ia kurang puas. “Sini aku ajarin deh,” kataku. Mereka lalu menyuruhku telentang di ranjang, aku tidak tahu mereka mau apa lagi tapi kuturuti saja. Diana lalu naik ke atas kemaluanku dan memasukkan batang itu hingga terbenam dalam kemaluannya, kemudian dia mulai bergoyang-goyang naik turun seperti naik kuda. Sinta naik ke atas wajahku berhadapan dengan Diana dan menyuruhku agar menjilati kemaluannya. Sambil kuelus-elus pantat yang mulus itu, lidahku menjelajahi liang kemaluannya, gerakan lidahku bervariasi dari berputar-putar membuat lingkaran, mempermainkan klitorisnya, menggigit lembut klistorisnya, menusukkan jari tengahku sampai mendorong-dorongkan lidahku ke liang itu. “Eh.”

“Aahhnjingg enakkhh” “Aghh.. Tuan juga hebat, kontol Tuan enak..!” “Ngapain susah-susah. Paketin aja kan beres?” “Ko Indra duduk di sini dan nikmati pertunjukannya, tapi tidak boleh dalam bentuk atau cara apapun merangsang atau menyentuh penis milikku.” Dia keluar dari kamar dan menuju ruang makan dimana dia menaruh sarapan hasil belanjaannya dengan Winny. Dia sengaja tidak mengancingkan kembali baju yang dipakainya. Dibiarkannya baju yang dipakainya terbuka. Dengan wajah merah karena jengah, aku bangkit dan ngacir ke gudang belakang. Di tengah kegelapan ku buka resluiting jensku dan mulai mengocok kontolku. “Ah tante bosan ngeliatin itu terus, Di..”. “Nggak apa-apa kok Dik aku suka kok adik mau melekukan ini pada Mbak karena aku belum pernah merasakan yang seperti ini” jawab Mbak Wina.

“Berani sekali kamu.” komentar Kiky yang juga tidak memakai celana dalam. Gue makin nekad, sekarang gue ngadep kedia sambil ngangkang dan secara atarktif gue usap-usap kontol gue dari luar celana, “Tante yang seumur ini kamu bilang cantik, ah bisa aja. Atau kamu mau sesuatu dari tante?” ia memegang pundakku, terasa begitu hangat dan duh gusti buah dada yang sejak tadi kuperhatihan itu kini hanya beberapa sentimeter saja dari wajahku. Apa aku akan dapat menyentuhnya, come on man! Dia istri Om Toto batinku berkata. “Terima kasih Mbak”. Dihentakkan dan disodok rudal Bonsa ke pembatunya, dan secara spontan Mirna berteriak merintih kesakitan karena milik tuannya terlalu besar dan dimasukkan secara paksa.

“Buka pakaian kamu, Roy,” kata mama. Aku menurut, dan segera melepas baju dan celana. “Mau dong tante, tapi mana paketnya, belum datang kan?”. Hari itu badanku terasa pegal-pegal semua. Aku semalam tadi habis lembur mengerjai Mama dan Mbak Ani. Kucoba kurebahkan diriku di kasur mencoba untuk tidur. Tapi karena kecapekan badanku terasa makin sakit. Akhirnya kuputuskan untuk memenggil Bik Suti untuk memijat diriku. “Mass.. Kontolnya gede banget sihh…” desahnya dalam bisikkan yang sangat gemetar. Aku sudah tidak sabar ingin melihat kontol yang selama ini terbayang begitu besar dan kuat. “Ini juga belum maksimal Tante.. Daripada cuma diliatin, isep dong Tan. Ntar tambah panjang”


SERU BANGET..
RAHASIA..PEN1S BESAR,PANJANG,KUAT,TAHAN LAMA-TANPA OBAT-... KLIK DISINI




RAHASIA..BIKIN PUAS WANITA ORGASME BERKALI KALI... KLIK DISINI

Dan akhirnya aku ama Kak Wina orgasme secara bersamaan. “Halo PT. Chandra Asri International, Selamat pagi”, suara operator. “Bisa saja, Ma.. Kita jalan berdua saja dengan alasan pergi kemana…” jawabku. Mertuaku tersenyum. “Dewa.. Aku mauu keluaarr” dan aku juga menjawabnya. Tiba-tiba saja Angela menghentikan cumbuannya. Tanpa perubahan ekspresi, Mama dengan tenang menggenggam batang kontolku dan meremas ujung nya, cairan maniku keluar lagi membasahi telapak tangannya. Di sela sela kenikmatan yang kurasakan aku hanya bisa menatap ke bawah, air maniku membasahi seluruh tangan dan lengan Mama, beberapa semprotan jatuh ke pangkal paha Mama.

“Kalau pulang.. jangan lupa kerumah ya” Bisiknya saat akan naik ke pesawat terbang di bandara. “Ha.. pinjam CD..? Akhh.., kamu nakal deh..! Tante khan udah pakai CD sendiri.” kata Tante Mini. “Tolong pijatin kaki Tante ya.. Sebentar aja. Tadi Tante aerobik nggak pemanasan dulu jadinya kaki Tante kram”. Mama saya, seperti kebanyakan wanita wanita lain, sangat senang dengan tanaman. Di usia nya yang separuh baya, hampir sebagian waktunya dihabiskan untuk mengurusi bunga-bunganya yang nyaris memenuhi seluruh halaman rumah kami yang luas. Setiap sore mama selalu berada di halaman belakang, terbungkuk - bungkuk merawat bunga-bunga kesayangannya. Jika liburan begini, biasanya sepanjang sore kubahiskan waktu untuk memperhatikan Mama. Terus terang, saya senang sekali mencuri - curi pandang pada gundukan payudaranya yang hampir menyembul dari belahan dasternya, pahanya yang sekali-sekali tersingkap jika Mama menungging, atau memeknya yang membayang dari celana dalamnya yang jelas terlihat sewaktu Mama berjongkok. “Ta…..terus Ta….entar gantian deh gue jilatin anus kamu yang merah jambu…..terus Ta…asyik…, enak gila…..”gue sejenak melupakan tugas ngejilatin nonoknya Rina. “Ihh.. Kakak.. Punya kakak itu menonjol” ledek adiknya. “Tentu saja mau”, kataku, “Bodoh kalau nolak rejeki ini.” Ia tertawa. “Nggak apa-apa nanti juga enak, Sih!”, ucapku memberi semangat agar ia senang. Beberapa saat kemudian tubuh mertuaku melemas. Dia telah mencapai orgasme.. Akupun berhenti sejenak memompa kontolku tanpa mencabutnya dari memek mertuaku. Memeknya terasa makin licin oleh air maninya.

“Ah, Mama. Anton kan malu.” Aku perlu sedikit merapikan rambutku sebelum kembali ke keramaian. Untuk menghindari perhatian orang, Norma sepakat aku akan keluar duluan. Beberapa menit kemudian dia menyusul. Aku langsung keluar menghilang dan pulang. Agak gontai aku menuju mobilku. Aku nggak tahu lagi apa dan bagaimana Norma. Mungkin dia mencari-cari aku. Aku pikir itu sudah urusan suaminya. Aku tak ingin ada hubungan panjang dan membuat repot. Aku hanya catat dalam notebook-ku hari itu adalah 20 September malam saat orang-orang ramai memperbincangkan tanda-tanda kemenangan sby di Quick Count. Memang aku sendiri yang selalu ingin bebas selalu menyenangi perubahan. September 23, 2006 Dan tidak lama, “Maa.. Toni.. mau sampaaii nih..!” kataku ketika aku merasa mau orgasme. “Lia sama adik kamu gimana?”, ternyata Sonny menelfon dari Amerika. Hanya memberitahu mamanya kalau mereka sudah sampai. Tampak sekali hubungan Om Toto dan istrinya sedang renggang, tak kudengar mereka berbicara. Hanya Sonny dan Julia.

“Terus setubuhi tante, Roy.. Puaskan diri kamu…” ujarnya lagi. Setelah tante Wike terbangun kugunakan lidahku untuk membelah bibirnya, kupermainkan lidahku didalam mulutnya. tante Wikepun mulai berani, lidahnya juga dipermainkan sehingga lidah kami saling beradu, membuatku semakin betah saja berlama-lama menikmati bibirnya. Tanganku beroperasi didadanya, kuremas-remas payudaranya yang kenyal mulai dari lembah sampai ke puncaknya lalu aku pelintir putingnya shingga ia menggeliat dan menggelinyang. Dua bukit kembar itu semakin mengeras. Ia menggigit bibirku saat kupelintir puting susunya. Lalu saya hampiri dia dan kami berkenalan. Ternyata, gadis manis itu bernama Revi, dan juga, dia baru kelas 2 SMP. Dengan posisi aku berdiri menghadap ranjang dan Tante Merry menungging di atas kasur, dia dengan lahap menghisap kontolku. Dijilatinnya lubang kencingku, sedang tangan kirinya memijat-mijat buah pelirku. “Sshh.. Riioo.. aakkhh..” Tante Emma mengerang menahan nikmatnya. Tante Emma mendorong tubuhku hingga terebah, dan wanita itu kembali memutar tubuhnya membelakangi aku. Kemudian Tante Emma itu kembali merundukkan tubuhnya tanpa melepas penisku dari dalam vaginanya. Otomatis tubuhku mesti bangkit lagi, dan kami kembali dalam posisi doggie style. Ugghh.. pantatku kembali mengayunkan rasa nikmat di vagina Tante Emma. Nopember 24, 2006 “Ehhmm saya ada Tante, saya suka yang merah” matanya tetap melalap tetekku dengan tidak peduli kalau aku melihatnya.

Oktober 30, 2006 “Mas.. Angel.. Mau.. Keluaarr.. Nih..!” Sambil berteriak Angel orgasme, denyutan vagina kurasakan di tangan kananku semakin bergetar sekali. Angel kemudian berdiri. Kami saling raba bagian-bagian sensitif selama beberapa saat dan kini kuangkat kaki kanannya masih dalam posisi berdiri dengan bersandar di tembok. Pelan-pelan kumasukkan batang kemaluanku ke liang yang sudah becek itu, benar-benar sempit milik Sinta ini, lebih sempit dari Diana sehingga dia meringis kesakitan sambil mempererat cengkramannya di pundakku saat kumasukkan batangku. September 22, 2006 “Hmm.., oohh..”, Tante Sofi kini mengikuti gerakanku. Pinggulnya seperti berdansa ke kiri kanan. Liang vaginanya bertambah licin saja. Penisku kian lama kian lancar, kupercepat goyanganku hingga terdengar bunyi selangkangannya yang becek bertemu pangkal pahaku. Plak.., plak.., plak.., plak.., aduh nikmatnya perempuan setengah baya ini. Mataku merem melek memandangi wajah keibuan Tante Sofi yang masih saja mengeluarkan senyuman. Nafsuku semakin jalang, gerakanku yang tadinya santai kini tak lagi berirama. Buah dadanya tampak bergoyang ke sana ke mari, mengundang bibirku beraksi.

kugesekkan kepala kontolku di mulut memeknya

Tante Rissa tidak langsung menjawab. Seperti sedang mengumpulkan nyawa. “Ada apa tante?” Didit semakin memberanikan diri, bukan tangan saja, tetapi jari-jarinya dimasukin ke CD g-string supaya menyentuh langsung ke bibir memekku. “Terima kasih ya sayang kamu telah muasin tante.. Kapan kapan kita entotan lagi yah? Rasanya vaginaku jadi ketagihan sama penis kamu, gimana?” tanyanya lagi mempertegas. “Ha.. pinjam CD..? Akhh.., kamu nakal deh..! Tante khan udah pakai CD sendiri.” kata Tante Mini. Aku merasa heran, aku merasa belum mau keluar. Sudah berbagai posisi kulakukan, belum juga keluar. Tante Amy semakin merintih kewalahan, aku tidak mau melepaskan hujanan-hujananku. Anting-anting saktiku membantu membuatku dapat main sampai empat kali Tante Amy mengalami orgasmenya. Saya dan Tetangga Saya Mirna “Udah dong Ma..”

“Anton, kamu tadi maen yang sama Bik Suti.” “Empaatt, Limaa burung, enam spermaa..”, lanjutnya dengan terengah. Ehmm.. tambah cantik saja nih tante genit. Kulakukan terus dan kupercepat genjotanku. Sepertinya tanteku sudah hampir klimaks.. Jeany mendorong kepalaku ke arah vaginanya yang dari tadi cairannya membasahi dadaku. Hmm asyik benar nih pikirku dalam hati. Saat aku mulai menyapukan lidahku dari bagian bawah ke atas vaginanya aku merasakan cairan yang sangat nikmat yang aku impikan sejak pertama kali bertemu Jeany. Aku hisap clitorisnya dia makin mengejang dan aku merasakan vaginanya sperti menghisap bibirku. “Kadang di lepas, terus di jilat-jilat. Pokoknya kayak Mami tadi. Bisa kan?” Saya juga terus segera membuka baju Tante Mini dan BH-nya, maka terlihatlah dua buah gunung Himalaya dengan putingnya yang mancung. Mula-mula kuciumi dan kulumat serta kumainkan putingnya yang sudah super menegang itu.

Poppy tersenyum ke arah ivan, membuat pemuda yang tadi mengira gadis itu akan berontak menjadi semakin bernafsu. Jilatan dan ciuman Ivan kini mulai turun keperut dan pusar Poppy. Ciuman Ivan dibagian perut dan permainan lidah dipusarnya, menimbulkan rasa geli yang amat sangat bagi Poppy. Tangannya meremas-remas rambut Ivan dan erangan-erangan kecil dari mulut Poppy menikmati nakalnya permainan lidah Ivan. Setelah 5 menit menjilati kontolku, aku menyuruhnya rebahan. Kubuka kakinya lebar-lebar hingga tercium aroma yang lezat sekali. “Ok.” jawabku. “OK Tante”, jawabku. “Aah.. oh.. terus.. terus Van.. enak.. akh.. akh..” desah Lusi. “Nggak usah gugup gitu dong”, ujar Bu Melly melihat tingkahku. Dan.. ohh aku lagi-lagi memuncratkan sperma kedalam vaginanya yang diikuti erangan puas dari Bu Melly. Aku memeluk kencang dari belakang, lama kami menikmati sensasi multi orgasme ini. Sangat indah karena posisi kami berpelukan juga menunjang. Kulihat dicermin kupeluk Bu Melly dari belakang dengan kedua tanganku memegang dua bukit kembarnya sementara tangannya merangkul leherku dan yang lebih indajh, aku belum mencopot si Mr. Happy.. ohh indahnya.

“Iya.. Ini Tante Merry ya?” Saya yang memang sudah pingin sekali mencoba tubuh Imel, juga ikut-ikutan ngomong, “Iya, Rev’ besok telat masuk sekolahnya.., kamu tidur duluan sana.” Setelah kira-kira setengah jam aku mulai merasakan kenikmatan yang akan segera memuncak demikian juga dengan dia. bolnya dan Rina makin menggeliat - geliat seperti ayam yang dipotong tanggung. “Ada apa sih tante?” tanyaku. Tuntutan pekerjaan membuat aku harus beberapa kali pindah kota dan pada 5 tahun yg lalu aku sempat ditempatkan di salah satu kota di propinsi asalku di Kalimantan yg berjarak sekitar 1-1,5 jam dari kota asalku. Pada saat itu istri dan anakku tidak ikut serta karena istriku harus bekerja dan terikat kontrak kerja yg tidak memperkenankannnya mengundurkan diri atau bermohon pindah sebelum 5 tahun masa kerjanya. Sehingga jadilah aku sendiri di sana dan tinggal di salah satu rumah orang tuaku yg mereka beli untuk investasi. Krn kebutulan aku pindah ke sana maka aku tinggal sendiri. Rumah tersebut berada di kompleks perumahan yg cukup luas namun cenderung sepi krn kebanyakan hanya menjadi tempat investasi alternatif saja, dan kalau ada yg tinggal adalah para pendatang yg mengontrak rumah di sana. Jadi lingkungan relatif apatis di sana. Akhirnya aku keluar juga, dibarengi dengan orgasme kakakku untuk yang ketiga kalinya. Tak kusadari ada seseorang yang berdiri disampingku. Ternyata itu Mama, entah sejak kapan Mama berada di situ, yang jelas Mama kini dalam keadaan telanjang bulat. Cairan hangat dan kental merembes didinding vagina Poppy. Dan tanpa menunggu lagi, Ivan menjilati dan meraupi cairan kenikmatan yang membasahi lubang vagina Poppy. Ivan mengumpulkan cairan kenikmatan Poppy dimulutnya dan menelannya. Ivan membiarkan Poppy beristirahat menikmati orgasmenya, sambil melepaskan seluruh pakaiannya. Setelah telanjang bulat, Ivan kemudian mengangkangi wajah Poppy, sambil mengacung-acungkan batang kemaluannya yang sudah mengeras ke mulut Poppy. “Aahh enak sekali tante.. Aahh..”

Didit tampaknya tahu kalau aku mulai terangsang maka kedua tangannya saat ini sedang meremas-remas lembut kedua tetekku. “Cindy akan kutunjukkan sex yang sebenarnya mau..?” “Oh silakan masuk,” sambil menutup pintu dan berjalan mendekati komputer yang ada di ruang tamu dekat dengan sofa. Sementara Vina hanya diam melihat maminya dan saya ‘acak-acak’, walaupun terkadang dia membantu mengelap keringat maminya dan saya. “Lebih nikmat situ, ya. Anak cuma satu dan perempuan lagi. Nggak bengal.” Aku tahu dia sangat menahan nafsunya. Sangat ingin mendapatkan obsesi seksualnya. Kemudian tangannya merenggut lepas celana dalamku. Tak ayal lagi, langsung disambutnya kontolku. Mulutnya menganga menerima batangan kemaluanku yang telah sangat keras disertai urat-urat darah yang melingkarinya. Kulihat bibirnya termonyong-monyong penuh dengan batang kerasku. Aku menyaksikan betapa ganasnya Norma menjilat-jilat dan menggigit batangku ini. Lidahnya terus menyapu kepalanya yang berkilatan karena tekanan keras dari urat darahnya. Dia reguk cairan birahiku yang terus mengalir keluar. Dia jilati bijih pelirku. Sambil mendesah dan meracau dia menyeruak ke bawah selangkangan untuk meraih kenikmatannya. Akhirnya aku tak mampu menahannya. Rasa gatal menandai bahwa spermaku mendesak untuk muncrat demikian membuat aku gelisah dan mendesah pula. “Nggak pa-pa kan? Abis Anton terangsang banget melihat kemolekan tubuh Mbak.”


SERU BANGET..
RAHASIA..PEN1S BESAR,PANJANG,KUAT,TAHAN LAMA-TANPA OBAT-... KLIK DISINI




RAHASIA..BIKIN PUAS WANITA ORGASME BERKALI KALI... KLIK DISINI

“Aku mau, Aduh kalian memang baik sekali,” timpalku. Cerita ini dimulai waktu ada acara keluarga di Villa Tretes minggu lalu. Sekarang ini aku duduk di sebuah perguruan tinggi swasta di Surabaya, Namaku Hady, umurku 20 tahun. Kini yang kurasakan bukan ciuman erotis seperti ciuman Tante Yana, namun ciuman Anita yang lembut dan romantis. Betapa nikmatnya ciuman dari Anita. Aku langsung memeluknya lembut. Tubuh putihnya benar-benar mulus. Bulu vaginanya sekilas kulihat coklat gelap. Sesegera mungkin kulepas celana-celanaku dan Anita membuka kaosku. Lumayan lama Anita menciumiku dengan posisimembungkuk. Kukocok-kocok penis besarku itu sedikit-sedikit. Aku langsung membisikkannya, “Nit, kita ke kamarmu yuk..!” Anita menjawab, “Ayoo.. biarlebih nyaman.” Anita kurebahkan di ranjangnya setelah kugendong dari ruang tamu. Seperti ciuman tadi, kali ini suasananya lebih lembut, romantis dan perlahan. Anita sesekali menciumi dan agak menggigit daun telingaku ketika aku sedang mencumbu lehernya. Anita juga sesekali mencengkeram lenganku dan punggungku. Kaki kanannya diangkat hingga ke pinggangku dan kadang dia gesek-gesekkan. Dalam pikiranku, mungkin kali ini ejakulasiku tidak selama seperti sama Tante Yana akibat terbawa romantisnya suasana. Kemudian, “Crott.. croott.. croott..” air maniku muncrat di dalam liang kewanitaan Tante Lisa, kemudian aku jatuh terkulai lemas menindih tubuh Tante Lisa sedangkan kejantananku masih manancap dengan perkasanya di dalam liang kewanitaannya. Setelah beberapa menit, tante Dewi lalu turun dari tempat tidur dan aku disuruhnya duduk di tepi tempat tidur. Tante Layla juga turun dan berdiri di belakang tante Dewi. Mereka melepas CD mereka masing-masing. Tangan tante Layla dari belakang meremas kedua payudara tante Dewi. Kemudian salah satu tangannya turun ke bawah. Jarinya masuk ke vagina tante Dewi yang sudah basah. Aku sendiri juga semakin basah sehingga kulepas CD-ku. Tapi aku tidak mau ikut bergabung. Takut keasyikan mereka terganggu. ***** “Sabar ya Ko Indra sayang..” “Saya ingin merasakan air pipis tante”, Aku tersentak. “Eh, Mama. Iya, Ma. Tadi sih niatnya cuma mo minta dipijitin doang, tapi keterusan..” “Ah, aku kan sayang sama kamu”, sahut Randy sambil sedikit ngos-ngosan. Ia masih saja merabai tubuh sepupunya. “Engh, badanku jadi lemas semua nih”, tanpa sadar Susan berucap sambil setengah merengek. Kemaluannya bagian bawah pun mulai terasa hangat dan lembab.

Batang kejantananku terasa semakin besar apalagi karena posisi tubuh kami yang saling berpelukan erat membuat batang kejantananku yang menonjol dari balik celanaku itu terjepit dan menempel keras di perut Tante Donna yang empuk, sejenak kemudian kulepaskan pagutan bibirku pada bibir Tante Donna. “Baru datang, Kak?”, tanya Randy sambil ngeloyor masuk meski kakaknya sedang berganti pakaian. Randy berjalan acuh tak acuh. “Kamu marah yah Vi?, Maaf yah aku gak kasih tahu kamu kalo aku mau nginep di Denpasar. Hari ini aku mau buat kamu puas Vi. Aku akan cium kamu, bikin kamu puas hari ini. Aku aka. “Terimah kasih Tuan telah memuaskan kami, dan kami akan mengambil bonus Tuan.” jawab pembantu Bonsa ketika melihat tuannya masuk ke rumah. Tapi ketika lidahku mulai turun ke perut, tiba-tiba mertuaku memegang kepalaku. “Hmm selamat siang bu, ma’af ibu yang bernama Jeany?” dengan senyum yang manis dia langsung merespons, Hampir satu jam kemudian, keempat wanita yang lain mulai mendekati tubuhku. Mereka berkeliling dan jemari mereka mulai menjelajahi tubuhku dan tubuh Tante Shinta. Aahh gila.. betul-betul sensasional. Akhirnya penisku pun berdenyut tanda ingin orgasme.

kami berempat pun masuk ke dalam villa, karena lelah dalam perjalanan aku langsung menuju kamar tidur yang biasa kutempati saat aku diajak ke villa Tante Mira. Begitu aku masuk ke dalam kamar dan hendak tidur-tiduran, aku terkejut ketika ke 3 tante itu masuk ke dalam kamarku dalam keadaan telanjang bulat tanpa sehelain benang pun yang menempel di tubuhnya. Kemudian mereka naik ke atas tempat tidurku dan mendorongku untuk tiduran, lalu mereka berhasil melucuti pakaianku hingga bugil. Batang kemaluanku diserang oleh Tante Meri dan Tante Mira, sedangkan Tante Lisa kusuruh dia mengangkang di atas wajahku, lalu mulai menjilati dan menciumi liang kewanitaan Tante Lisa. “Ton, kamu hebat juga yah. Hanya dengan jemarimu saja Mama sudah bisa orgasme seperti tadi..” kata Mamaku terengah-engah. Lalu kami bertiga terkulai lemas dengan posisi saya di tengah, dan kedua cewek cantik itu di samping saya. Lalu saya tertidur hingga pagi. “Bob, (namaku) tolong dong pasangin lampu kamar saya di rumah,”

“Eh.” cewek itu kaget. “Ok kalau gitu saya tunggu. Alamatnya di..” Aku kaget setengah mati. Aku bingung sekali saat itu. Tanpa sadar kudekati Mamaku yang cantik itu. Tiba-tiba saja aku mendekap tubuh Mamaku yang bahenol itu. Kucium dan kulumat bibir tipisnya yang seksi. Mama mencoba untuk berontak. “Kamu ganteng Ndy”, katanya seraya tanganya meraup kemaluanku dan ahh bibir mungilnya sudah mengulum. “Yup..!! Kamu benar sekali,” jawab Mbak Wina tegas. Kontolku memang masih tegang walaupun sudah sempat mengeluarkan sperma.. Kubuka paha tante lebar-lebar.. Sampai terlihat lubang memeknya yang masih basah itu.. Lalu kupegang kontolku dan kugesekkan kepala kontolku di mulut memeknya.. Kepala Bi Eha bagaikan disamber geledek mendengar ucapan Andre. Berarti dia tahu perbuatannya dengan Satpam itu, kata hatinya panik. Wah bagaimana ini? “Iyaa.. Saya lagi mikir tempat mana yang bisa aku sembunyi menyantap ‘makan enak’ ini,” jawabku sekenanya yang langsung dibalas dengan kembali mencubit berikut pelintiran yang sakit sekali di tanganku. Ita, siimut, tinggi sekitar 158 lah, jembutnya paling jarang jadi bagian dalam memeknya yang merah muda gampang keliatan,

“Ah masa sih?” tanyanya. “Saya menunggu Ardy di rumah.” Saat itu entah secara tidak sengaja aku melihat mama membetulkan lilitan handuknya sebelum masuk kamar. Terlihat buah dada mama walau tidak terlalu besar tapi masih bagus bentuknya. Yang terutama jadi perhatian aku adalah memek mama yang dihiasi bulu hitam tidak terlalu lebat berbentuk segitiga rapi. Mungkin karena mama rajin merawatnya. “Terima kasih Ma. Toni sayang banget sama Mama.” jawabku dengan antusias. “Oughh Dini pantatmu enakk banget.. Ahh” “Terima kasih Mbak”. Nopember 24, 2006 Merasa ada tantangan lagi, saya langsung mencium Mirna dengan lembut di bibirnya yang masih beraroma sperma, sambil meremas buah dadanya yang kembali mengeras. Mirna langsung melakukan gerakan berputar dan langsung telentang sambil tertawa dan berteriak tertahan, “Babak kedua dimulai, teng..!”

Aku nikmat sekalii dijilatnya kepala penisku dengan lidahnya



>>Tokek Gede Perawan Mainan Dalam Mobil<< (1 ) abg cakep...... (27 ) Mngandung 8bulan pun masih hebat lg... (3 ) Maria Takagi - 2 Dvd (11 ) Sebut saja namaku Pram, aku adalah suami dari seorang istri yang menurutku sungguh sangat sempurna. Namun begitu sebagaimana layaknya sebuah pepatah, rumput tetangga sangatlah segar, itu yang berlaku dalam kehidupanku. Walaupun pelayanan yang kuterima dari istriku sungguh tidak kurang suatu apapun, masih juga terlintas dalam anganku fantasi yang menggairahkan setiap kali Tante Amy lewat di depan rumah. “Ohh.. Jack.. Hmmpp..” Maniku keluar juga, menambah becek vagina Mama. Kubiarkan penisku tetap didalam vagina Mama untuk merasakan sisa-sisa orgasmeku. Kurasakan vagina Mama tetap saja berdenyur-denyut, meski tak sekuat tadi. “Nggak apa-apa. Kan sudah malam. Kita makan dulu ya? Lapar nich. Dari siang kan kosong. ” kata Hanna sambil menepuk perutnya. “Ok hati-hati Jack.. Sampai ketemu besok di kantor” “Nah, ini kamar Tante. Tante rebahan dulu, kamu pasang VCD-nya”, wow, kamarnya luas. Mungkin 3 kali luas kamar kostku. Lengkap dengan home theaternya. Sekitar setengah jam aku menungu di lobby hotel tiba-tiba seorang bellboy menghampiriku. Setelah memastikan namaku dia mempersilahkanku menuju kamar 809, katanya Bu Melly menunggu di kamar itu. Aku menurut aja melangkah ke lift yang membawaku ke kamar itu. Ketika kutekan bel dengan perasaan berkecamuk penuh tanda tanya berdebar menunggu sampai pintu dibukain dan Bu Melly tersenyum manis dari balik pintu. “Mas.. sakit.. mas.. oght.. hhohh..”, jerit kecil Asih. “Kalo mama berkunjung ke rumah kamu, bisa tidak ya kita melakukan lagi?” tanya mertuaku. “Mungkin ke toko buku, ada novel Shedney Shieldon yang baru”, ucap Randy sambil berpura-pura membaca koran. Ia masih sungkan dengan Tante Betty mengingat apa yang dilakukannya semalam. Ia takut kalau sampai Tante Betty lapor ke mamanya. Bisa-bisa aku dibunuh oleh Papa, pikirnya. Horee!! Sorakku dalam hati. Kesempatan emas nih.. Gak boleh disia-siakan. Akhirnya Mamah menjerit lagi pertanda klimaks telah dicapai. Dengan posisi aku di bawah, aku lebih santai, jadi tidak terpancing untuk cepat klimaks. Sedangkan Mamah sebaliknya, dia leluasa menggerakkan pantat sesuai keinginannya. Adegan aku di bawah ini berlangsung kurang lebih 30 menit. Dan dalam waktu itu Mamah sempat klimaks dua kali. Sebagai penutup, setelah klimaks dua kali dan tampak kelelahan dengan keringat sekujur tubuhnya, lalu aku rebahkan dia dengan mencopot burungku. Setelah kami masing-masing melap “barang”, kumasukkan senjataku ke liang kenikmatannya. Posisinya aku berdiri di samping ranjang. Pantatnya persis di bibir ranjang dan kedua kakinya di pundakku. Aku sudah siap memulai acara penutupan ronde kedua. Kumulai dengan memasukkan burungku secara perlahan. “Uuh..” hanya itu suara yang kudengar. Kumaju-mundurkan, cabut-tekan, burungku. Makin lama makin cepat, lalu perlahan lagi sambil aku ambil nafas, lalu cepat lagi. Begitu naik-turun, diikuti suara Mamah, “Hgh.. hgh.. ” seirama dengan pompaanku. Berhari-hari berlalu, nafsuku terhadap Tante Yana semakin bergolak sehingga aku sering nekat ngumpet di balik semak-semak, onani sambil melihati Tante Yana kalau sedang di luar rumah. Tapi terhadap Anita, nafsuku hanya sedikit, itu juga karena kecantikannya dan kulit putihnya. Nafsu besarku kadang-kadang membuatku ingin menunjukkan batangku di depan Tante Yana dan onani didepan dia. Pernah sesekali kujalankan niatku itu, namun pas Tante Yana lewat, buru-buru kututup “anu”-ku dengan baju, karena takut tiba-tiba Tante Yana melapor sama ortu. Tapi, kenyataannya berbeda. Tante Yana justru menyapaku, (dan kusapa balik sambil menutupi kemaluanku), dan pas di depan pagar rumahnya, ia tersenyum sinis yang menjurus ke senyuman nakal. “Ehem.. hmm..” dengan sorotan mata nakal pula. Sejenak aku terbengong dan menelan ludah, serta malah tambahnafsu. Aku kaget setengah mati. Aku bingung sekali saat itu. Tanpa sadar kudekati Mamaku yang cantik itu. Tiba-tiba saja aku mendekap tubuh Mamaku yang bahenol itu. Kucium dan kulumat bibir tipisnya yang seksi. Mama mencoba untuk berontak. Sepertinya dia akan keluar, otot dindingnya mengencang dan, “Ahh.. yess.. aahh..” desahnya sambil tangannya mendorong dan menarik kepala Tante Juliet agar batang kejantanan saya dapat lebih masuk ke mulut Tante Juliet. Setelah beberapa saat kulepaskan dia. Angel sudah terangsang banget, kulucuti pakaiannya, kaosnya kulepas, sekalian bra-nya, tapi dia tidak marah dan diam saja, tampaklah gunung kembar yang pas dalam genggaman tanganku, dengan puting merah coklat yang telah mengeras. Kubasahi dengan ludahku lalu kucium dan menjilatnya, dia hanya memejamkan matanya dan menggigit bibir bawahnya. Kulanjutkan melucuti celananya, dia memakai CD putih yang transparan sehingga tampak sebagian rambut kemaluannya yang lembab dan indah. “Tahan sebentar yah cinta, biar vagina Tante terbiasa lagi dimasukin penis,” katanya. September 26, 2006 “Ash.., neghh, udah, Ran”, desah Tante Betty. Ia tidak ingin terlambat. Tender proyek dua M itu bisa hilang, pikir tante Betty. Namun apa yang dilakukan ponakannya ini benar-benar terasa nikmat. Akhirnya ia membalikkan badan dan segera menurunkan celana dalamnya. Running through my head Setelah membayar, kami berdiri, menenteng belanjaan kami, pada saat itu juga manajer cafe datang menghampiri kami. September 26, 2006 Mereka bersorak ribut sekali. Pada saat itu aku sendiri juga tidak merasa sebagai laki-laki yang melayani nafsu seks lima wanita itu. Entah kenapa aku juga merasa menjadi bagian dari mereka, seolah-olah aku wanita yang ikut dalam pesta lesbian. Kiky dan Winny merenggangkan pelukannya dengan kedua puting masih tetap saling bergesekan. Kiky lalu membersihkan busa sabun di kedua payudara Winny dengan kedua tangannya sambil sesekali meremas-remas. Dia lalu menghisap kedua payudara Winny bergantian. Setelah puas giliran Winny. Winny juga membersihkan busa sabun di kedua payudara Kiky dengan kedua tangannya sambil sesekali meremas-remas. Dia lalu menghisap kedua payudara Kiky bergantian. “Aaarrgh.. Oohh.. Mmhh.. Aarrgghh.. Enak.. Sekalii.. cintaa? Aku sudah keluar Dewa..?” erangan Mbak Hanny. “Mengenai apa..” kataku. “Di, tante mau tidur dulu ya, udah ngantuk, kamu udah ngantuk belum?”, katanya sambil menguap. Tante Lisbeth yang lebih dulu tampil tanpa sehelai benang pun. Birahiku semakin naik ketika menyaksikan wanita bertubuh putih mulus itu melepas celana dalamnya yang menjadi pembungkus tubuhnya yang terakhir. Gila, betul-betul mulus. Meskipun terlihat sedikit lemak di beberapa bagian namun secara keseluruhan betul-betul membuat gairahku naik. “Achh.. Borry.. teruus sayang.. nikmat banget, hangat..” Kuremas dada tante yang masih memakai baju piyama.. “Ayolah.” kata Kiky. “Ohh.. Mmhh.. Mmhh.. Ohh…” desah mertuaku semakin merangsang gairahku. “Aghh.. uugghh.. koonn.. tooll Tuaann.. enakk..!” teriak Mirna saat sodokan Bonsa mulai tambah cepat dan mulut tuannya menghisap susunya. SERU BANGET.. RAHASIA..PEN1S BESAR,PANJANG,KUAT,TAHAN LAMA-TANPA OBAT-... KLIK DISINI RAHASIA..BIKIN PUAS WANITA ORGASME BERKALI KALI... KLIK DISINI “Ah..kamu bisa aja. Jangan cuma dipandangi aja dong.” “Tante mau coba pipis Ajie nggak?” Aku ingin menolak, tapi kupikir itu tidak fair. Tetapi sebagai laki-laki muda yang mempunyai nafsu birahi yang sangat tinggi, tak puas dengan Tante Melly saja. Ivan masih menginginkan wanita lain. Selain menikmati tubuh Tante melly, yang setiap saat merindukan kehangatan darinya. Ivan masih tetap menyetubuhi Poppy, pacar Arif, anak Tante Melly, yang juga sahabat karibnya. Gadis belia yang ia renggut keperawannya. Juga Mbak Heny, masih sering dikunjunginya, apalagi belakangan ini Mas Indra, suami Mbak Heny, menderita impoten dan jarang dirumah. Aku tinggal disuatu kompleks perumahan kelas menengah di Jakarta Timur, tidak terlampau besar, kurang lebih dihuni oleh 150 keluarga kelas menengah keatas. Hanya beda 1 jalan dari rumah, dipojokan terdapat rumah yang sangat asri yang ditempati oleh keluarga pak Juli seorang pengusaha tanggung yang kegedean lagunya. Biarin deh dia belagu terus yang penting bokinnya cing…kutilang ( kurus tinggi langsing ), kulitnya kuning, rambutnya hitam abis dan matanya tuh…geunit pisan.Dikompleks diantara Bapak - bapak muda pembicaraan mengenai bokinnya Pak Juli enggak pernah kering, giliran yang rumahnya ketiban arisan Ibu-ibu kompleks pastilah sang Bapak selalu stand by dirumah. Aku menekan kuat memek kebawah dan menggesekkan maju dan mundur dengan cepat. Kedua tanganku terus meremas-remas rambutku sendiri sehingga berantakan. Karena permainanku yang hot ini otot-otot seluruh tubuh Didit tampak bergerak disuatu tempat untuk melakukan finishingnya. Goyangan Silvi pun semakin menjadi-jadi oleh remasan tanganku di pantatnya. Sedangkan pinggulku pun terus menerus bergerak maju mundur dengan cepat dan goyangan pinggul Silvi yang semakin liar. Bik Sutipun memposisikan dirinya disampingku. Diarahkan tangannya ke leherku. Dengan lembut dia memijit leherku dan juga bahuku. Akupun akhirnya terangsang juga dengan pijatan-pijatan Bik Suti. Kurasakan penisku terjepit, karena saat itu aku sedang tengkurap. “Anu, saya sedang makan siang. Kamu sama siapa Mir..? Andre ndak ikut..?” Aku cuma bisa tersenyum bangga. “Mas, aku memang sudah lama nggak pake baju ini. Kalaupun toh pake, suamiku sudah nggak peduli lagi kok sama aku. Dia lebih memilih sekretarisnya itu,” kata Imel dengan mimik muka sedih. “Ahh.. oh.. tante mau enak lagi Ndra. arrghh ahh..” kata tante Wike. Tapi Bonsa tetap acuh saja dan terus menciumi leher bagian belakang milik Marni, sedangkan yang lain hanya diam saja ketakutan. “Ton, kamu hebat juga yah. Hanya dengan jemarimu saja Mama sudah bisa orgasme seperti tadi..” kata Mamaku terengah-engah. ‘hi juga, asl pls..’ balasku. dia pandangin seluruh kostruksi kontol gue, enggak pakai komentar yang basi seperti cerita bokep yang lain, “Iya betul,” kujawab sambil membukakan pintu apartment. Setelah pintu kututup, kupanggil Evi yang ada dikamar mandi. Trus ada lagi yang nanya, kenapa demen posting cerita yang incest? Hmm… Gak tau ya gue demen aja tuh.. Buat gue incest bukan sesuatu yang tabu asal dilakukan suka sama suka. Gue jadi bi juga dg tante gue dan gue suka. Bahkan GF gue berincest ria dengan cicinya bertahun-tahun. So? “Oh, Roy.. Tante keluar.. Nikmat sekali.. Ohh…” desah tante Rina. “Ma..capek nih berdiri. Pindah ke kasur aja yah..” pintaku. “Yud, tolong kunci pintu kamar dulu” pinta Jenny, suaranya agak serak mungkin karena terbawa gairah. “Ajie!! Ngapain kamu?”, Aku berusaha bangun duduk, tapi kedua tangan Ajie menekan pundakku dengan keras. Tiba-tiba Ajie mencium mulutku secepat kilat, aku berusaha memberontak, kukerahkan seluruh tenagaku, tapi Ajie makin keras menekan pundakku, malah pemuda itu sekarang menindih tubuhku, aku kesulitan bernapas ditekan oleh tubuhnya yang besar. Kurasakan mulutnya kembali melumat mulutku, lidahnya masuk ke dalam mulutku, aku pura-pura menolak. “Tidak ada apa-apa. Aku mijitin mama, kok…” jawabku. “Cindy.. Cindy.. ohh..” Spermanya menyemprot ke dalam mulut Tante Melly. Setiap semprotan spermanya ditandai dengan anggukan-anggukan kemaluannya. Tanpa ragu, Tante Melly menelan seluruh sperma Ivan yang masuk kemulutnya. Dan sambil tersenyum puas, Tante Melly menjilati sisa-sisa sperma yang masih blepotan dibatang kemaluan pemuda itu. Singkat cerita aku sudah berada di rumahnya, di perumahan yang super elit. Kemudian aku diperkenalkan sama anak-anaknya yang memang pada cantik dan sexynya seperti Mamanya. Oh yah, setelah aku dan mereka ngobrol panjang lebar ternyata Tante yang nolong aku itu namanya adalah Tante Mey Lin yang dipanggil akrab Tante Mey, anak pertamanya Mbak Hanny, dia masih kuliah di Universitas terkenal di Jakarta, anak yang kedua namanya Sherly kelas 1 SMU dan yang ketiga namanya Poppy kelas 1 SMP, mereka berdua di sekolahkan di sekolah yang terkenal dan favorit di Jakarta. “Akhh.. yess.. ***** me darling..! Ohh..!” desahnya. Begitulah, setelah itu kita bertiga langsung menuju ke tempat Fitnessnya. Dan setelah ganti baju di locker room, kita bertiga mulai berfitnes-ria. Asyik juga sih, sampai-sampai nggak terasa sudah hampir tiga jam kita fitness. Wah, badan rasanya sudah capek benar nih. Setelah selesai kita bertiga terus bilas di ruang ganti, dan langsung menuju ke ruang Whirlpool. Nah, sampai disini kita bertiga bingung, sebab ruang whirpoolnya ternyata cuma satu. Wah gimana nih? Tapi akhirnya kita coba-coba aja, dan ternyata benar, cewek sama cowok jadi satu ruangannya. Wah, malu juga nih.. Apalagi si Nita, soalnya kita bertiga cuma dililit sama kain handuk. Setelah masuk ke dalam, saya tertegun, karena di dalam saya lihat ada cewek yang dengan santainya lagi jalan mondar-mandir dalam keadaan.. Bugil. Wah.. Gawat nih. Setelah saya lirik, ternyata si Nita juga lagi ngeliatin tuh cewek yang kesannya cuek banget. Selagi kita bertiga bengong-bengong, tahu-tahu kita disamperin sama locker-girlnya. “Mmmh.. mmhh.. mm..” hanya desahan saja yang terdengar kini dengan diiringi desahan-desahan dari film yang diputar di TV. Bersamaan dengan itu Silvy menurunkan tubuh mungilnya sehingga batang kemaluanku yang makin tegak mengeras terbenam ke dalam lubang kemaluannya. “Aaakh..”, desah kami hampir bersamaan merasakan nikmat yang penuh sensasi ini. Tubuhnya bergoyang hebat seirama dengan membabi butanya bibir dan mulutku menjelajah kedua bukitnya yang berguncang-guncang bebas. Keringatnya yang deras di situ makin melicinkan jalannya bibirku berpindah-pindah di kedua bukitnya. “Sama Mas.. Aku nikmat sekalii..” jawabnya setelah itu. Setelah pintu kututup, kupanggil Evi yang ada dikamar mandi. Perlahan Mama pindah ke selangkanganku. Digenggamnya penisku dengan kedua tangannya, dijilatnya kepala penisku dengan lidahnya. Bergetar seluruh tubuhku menerima rangsang dari mulut Mamaku. Dijilatnya selutuh batang kemaluanku, mulai dari pangkal sampai ujung. Tak ada bagian yang terlewat dari sapuan lidah Mama. “Emmh oh aarghh” Tante Wike mendesah hebat ketika aku menggigit puting susunya.

tanganku meremas-remas payudaranya dari luar bajunya

Sampai akhirnya Tante Melly merasakan kemaluan Ivan berkedut-kedut. Ivan mengangkat-angkat pantatnya, menyambut kuluman dan kocokkan Tante Melly, tangan-tangannya dengan kuat menekan kepala Tante Melly dan membenamkan keselangkangannya saat dirasakannya orgasmenya hampir sampai. Kemudian Bonsa bergerak ke Mirna yang sedang berciuman dengan Marni temannya. Kaki Mirna sudah terbuka lebar dan terlihat lubang kemaluannya yang merah menyala, memperlihatkan banjir oleh cairan kental. Tangan Mirna terus meremas-remas payudara Marni dan demikian sebaliknya. Karena sudah terbuka kaki Mirna, maka Bonsa berlutut dan langsung menancapkan lidahnya ke liang milik Mirna. Tanpa terasa bis sudah memasuki terminal Blok M, berarti kantorku sudah terlewatkan. Kami turun. Aku bawakan tasnya yang berisi pakaian menuju kafetaria untuk minum dan meneruskan obrolan yang terputus. Kami memesan teh botol dan nasi goreng. Kebetulan aku belum sarapan dan lapar. Sambil menikmati nasi goreng hangat dan telor matasapi, akhirnya kami sepakat mencari hotel. Setelah menelepon kantor untuk minta cuti sehari, kami berangkat. Gua bertindak gentle dong, jangan buat dia kecewa, secara berlutut gue pegang batang kontol gue yang masih basah karena “Eee.. Kamar penyimpanan VCD BF Tante.. takut kalau ada penggeledahan..” kata saya. Selang beberapa saat kemudian Jay menghentikan kegiatannya dan memintaku mundur, kemudian memasukkan batang kemaluannya yang berukuran panjang 17 cm tetapi diameternya mungkin 3 cm dan kelihatan begitu panjang dari punyaku hanya punyaku lebih besar dan keras dibanding kemaluan Jay yang terus menuju ke lubang kemaluan milik istriku. Kulihat istriku cukup kaget tetapi hanya pasrah dan terus menikmati kemaluan milik Jay yang mulai mengocok lubang miliknya tersebut. Aku pun mulai juga mengarahkan kemaluanku ke lubang kemaluan milik Sari, perlahan kurasakan lubang kemaluan Sari masih cukup sempit serta menjepit batang kemaluanku yang kutekan perlahan.

“Ko Indra.. Jangan di sini nanti ada yang melihat..” Bisiknya. Bonsa menarik Mirna yang menjilati bibir kemaluan Marni dan digantikan Parni. Setelah mengistirahatkan kemaluannya, Bonsa menyuruh Marni menjilati dan menyedot rudalnya agar berdiri kembali. Dan setelah berdiri, maka Bonsa memasukkan batang kejantanannya ke lubang kenikmatan Mirna dalam posisi tiduran (Mirna di bawah dan Bonsa di atas menindih). Goyangan Silvi pun semakin menjadi-jadi oleh remasan tanganku di pantatnya. Sedangkan pinggulku pun terus menerus bergerak maju mundur dengan cepat dan goyangan pinggul Silvi yang semakin liar. “Eh.., mmh.., boleh.., kamu sama kakakmu ya?” tanya saya gugup. September 29, 2006 “Ohh.. Sshh.. Oh, Roy.. Mmhh…” desah mertuku ketika aku memompa kontolku agak cepat. September 22, 2006 “Uahh..” begitu spermaku muncrat aku langsung berteriak dan meremas kedua buah dada Sinta dengan keras disusul pula oleh jeritannya.

Pokok pembicaraan beralih ke anak-anak, ke sekolah, ke pekerjaan dan sebagainya. Akhirnya aku tahu kalau ia manajer cabang satu perusahaan pemasaran tekstil yang mengelola beberapa toko pakaian. Aku juga akhirnya tahu kalau ia berusia 32 tahun dan telah menjanda selama satu setengah tahun tanpa anak. Selama pembicaraan itu sulit mataku terlepas dari bongkahan dadanya yang menonjol padat. Menariknya, sering ia menggerak-gerakkan badannya sehingga buah dadanya itu dapat lebih menonjol dan kelihatan jelas bentuknya. Beberapa kali aku menelan air liur membayangkan nikmatnya menggumuli tubuh bahenol nan seksi ini. Setelah itu kami berdua sama-sama ketagihan. Kami bermain mulai dari kamar saya, pernah di sebuah hotel di kaliurang malah pernah cuma di dalam mobil. Rata-rata dalam satu minggu kami bisa 2-3 kali bermain dan pasti berakhir dengan kepuasan karena Tante Vida pintar membuat variasi permainan sehingga kami tidak bosan. Setelah Tante Vida menikah saya jadi kesepian. Kadang kalau baru kepingin saya cuma bisa dengan pacar saya, Nanda. Untung kami sama-sama tegangan tinggi, tapi dari segi kepuasan saya kurang puas mungkin karena saya sudah jadi “Hiperseks” atau mungkin Tante Vida yang begitu mahirnya sehingga bisa mengimbangi apa yang saya mau. Nah, buat cewek-cewek atau tante-tante bermukim di Yogya yang sama-sama tegangan tinggi, kapan-kapan kita bisa saling berkenalan dan berhubungan. Mungkin kita bisa bermain seperti Tante Vida. Hanna juga naik ke atas spring bed lalu duduk di belakang Dian dengan kedua kaki dikangkangkan juga. Dari belakang dia menggesekkan kedua payudaranya. Asti bangkit dari tidurnya. Dari samping kiri dia menjilati wajah Hanna. Kedua bibir mereka berdua akhirnya bertemu dan terjadilah perang lidah. “Aahh.. sakit.. apa yang kamu lakukan Ani?” Tanpa sepengetahuan kami berdua ternyata kakakku mengintip apa yang kami lakukan. Terus kakakku masuk dan berkata “Ah…, tante kok tega main sama adikku…, kok tidak bilang-bilang kepadaku”, sambil tersenyum kecil. “Ayo Mass, kita main lagi, aku ingin dientot sambil berdiri,” dengan sedikit mengangkat pantatnya aku lesakkan batang penisku ke dalam vaginanya. Aku tahu tanteku pasti juga sudah mulai terangsang dilihat dari bahasa tubuhnya.. Aku tidak lagi memijat tapi kuelus terus pahanya.. Dan pelan-pelan kunaikkan tanganku dan kuselipkan ke celana tanteku.. Tidak ada reaksi sama sekali dari tanteku. “Hmm, kamu sudah nggak sabar ya?” ia mengambil handuk dan mendekatiku. Tangannya langsung meraih batang penisku yang masih tegang.

“Aalahh.. loe nggak usah belagak bego deh.. Emangnya gue nggak tau? Gue baru pulang sekolah, gue liat sendiri pake mata kepala gue.. gue intip dari pintu, loe lagi make nyokap gue!!” Setelah puas aku menjilati kemaluannya, aku mulai mengubah posisiku untuk memasukkan kemaluanku pada kemaluannya. Tapi dia menolak dengan keras. Ternyata dia masih perawan dan minta tolong padaku untuk tidak membimbingnya supaya aku memasukkan kemaluanku pada kemaluannya. Terpaksa aku menjepitkan kemaluanku di payudaranya yang besar dan ranum. Sambil kugerakkan pantatku, ujung kemaluanku di kulum dan dilepas oleh Nuke. Aku tidak mampu menahan aliran spermaku dan menyemprot pada muka dan rambutnya. Aku melihat seberkas kekecewaan pada raut wajahnya. Saat itu aku berpikir bahwa dia takut tidak mencapai kepuasan dengan keluarnya spermaku yang kedua. Tanpa pikir panjang aku terus turun ke arah kemaluannya dan menjilati dengan cepatnya. “Sleep!”, Batang Penisnya pun telah masuk ke dalam lubang kemaluan tantenya. Tante Betty merasakan tubuhnya dimasuki sesuatu yang terasa luar biasa enaknya. Matanya terpejam sangat dalam. Tubuhnya mulai merespon gerakan naik turun Randy. Nafasnya tidak teratur dipenuhi dengan dorongan nafsu yang mulai tinggi. Puas mempermainkan kemaluanku dengan mulutnya ia melepaskan diri dan merebahkan diri di sampingku. Aku menelentangkannya dan mulutku mulai beraksi. Kuserga buah dada kanannya sembari tangan kananku meremas-remas buah dada kirinya. Bibirku mengulum puting buah dadanya yang mengeras itu. Buah dadanya juga mengeras diiringi deburan jantungnya. Puas buah dada kanan mulutku beralih ke buah dada kiri. Lalu perlahan tetapi pasti aku menuruni perutnya. Ia menggelinjang-linjang menahan desakan birahi yang semakin menggila. Aku menjilati perutnya yang rata dan menjulurkan lidahku ke pusarnya. Candra makin asyik aja nyepong gue, badannya menggeliat - geliat karena keasyikan dikobel Ita, gue tau terkadang Ita masukin telunjuknya kedalam pantat Candra, entar gue timpa juga deh boolnya Candra, gue berandai andai. “Aku hanya mau minta parfummu. Punyaku habis.” Kemudian aku mengambil posisi diatas dengan membuka pahanya lebar lalu aku angkat ke atas dan aku mulai memasukan penisku ke dalam vaginanya. Bblless.. Bleess.. Bblleess..

Mama saya, seperti kebanyakan wanita wanita lain, sangat senang dengan tanaman. Di usia nya yang separuh baya, hampir sebagian waktunya dihabiskan untuk mengurusi bunga-bunganya yang nyaris memenuhi seluruh halaman rumah kami yang luas. Setiap sore mama selalu berada di halaman belakang, terbungkuk - bungkuk merawat bunga-bunga kesayangannya. Jika liburan begini, biasanya sepanjang sore kubahiskan waktu untuk memperhatikan Mama. Terus terang, saya senang sekali mencuri - curi pandang pada gundukan payudaranya yang hampir menyembul dari belahan dasternya, pahanya yang sekali-sekali tersingkap jika Mama menungging, atau memeknya yang membayang dari celana dalamnya yang jelas terlihat sewaktu Mama berjongkok. Dan akhirnya, Seerr.. cairan kewanitaan Mama membasahi jemariku. Kucopot jemariku dari liang kewanitaan Mama, kuturunkan wajahku dan kujilat habis air itu sampai tak tersisa. Revi saya suruh menyingkir. Setelah itu, saya membalik tubuh Imel, sekarang dia yang dibawah. Saya lebarkan kakinya dan saya tusuk dengan tajam dan tanpa ampun. Kali ini, Imel bertahan cukup lama, dia sudah mulai terbiasa dengan tusukan-tusukan saya. Akhirnya Imel tidak tahan juga, begitu juga saya. Dia orgasme, berbarengan dengan saya yang kembali memuntahkan sperma ke dalam liang kemaluannya. Setelah melepas si ‘vladimir’, Revi saya suruh menjilatinya. Kak Linda ngomel,”Idih kalian masih kecil belum tahu apa apa lagian juga aku nggak ngelihatin kalian langsung. Mau lihat ya Ren?”dia bercanda. “Tunggu sayang, ki.. kita barengan.. aku juga sedikit lagi..” desahku.


SERU BANGET..
RAHASIA..PEN1S BESAR,PANJANG,KUAT,TAHAN LAMA-TANPA OBAT-... KLIK DISINI




RAHASIA..BIKIN PUAS WANITA ORGASME BERKALI KALI... KLIK DISINI

Aku dan Teman Adikku Sementara itu, saya melihat Tante Juliet mulai membuka pakaiannya satu persatu. Saya memperhatikannya meskipun saya sedang asyik dengan pekerjaan saya. Tante Juliet yang sudah telanjang itu mulai mendekati kami dan ikut meraba batang kejantanan saya. Lalu tangan kanan saya pindah ke payudara Tante Juliet yang lebih mancung dari temannya ini. Kugesek-gesekkan dengan perlahan, dan kupuntir ke kiri dan ke kanan. “Ouhh, enak John, teruskan..” desah tanteku.. Tak lama kemudian taksi datang. Dan aku pun meningkalkan rumah kenikmatan itu setelah mengecup bibir Tante Rissa sekali lagi. Hhh.. akhirnya aku pun tertidur di taksi. “Ada apa?” katanya lagi penasaran. Pas dia menggerakkan wajahnya kekanan, terlihatlah adik-adiknya yang sama-sama sudah bugil tanpa sehelai benang pun. Lalu Mbak Hanny bicara, “Terus setubuhi tante, Roy.. Puaskan diri kamu…” ujarnya lagi.

“Ada apa tante?” “Aarrhh.. Sshh” rintihnya hingga semakin membuatku penasaran. Aku terhenyak diam, terpaku. Masak sih Bu Melly bilang begitu? Batinku. “Sebenernya sih Anton udah capek banget sih, Ma. Tapi kalo Mama mau maen, ayo!” kataku dengan semangat. “Kamu mandi dulu dech biar segar, tuch di kamar mandi,” katanya. Doi ngangguk, terus dia samperin bokin bilang mau numpang kekamar mandi. “Oohh.. Sshh.. Di.. Enak sekali.. Oohh.. Ohh..” mendengar rintihannya aku semakin bernafsu untuk segera menyelesaikan permainan ini. Aku mematikan rokok di asbak dan kembali bersandar sambil mengangkat kedua tanganku dan menekuk meraih sandaran sofa.

Sekitar satu setengah jam perjalanan, Ivan sampai ditempat kost Poppy. Didapatinya rumah kost sangat sepi. Mungkin penghuninya lagi kerja atau sekolah, pikir Ivan dalam hati. Dengan berjalan santai Ivan menuju kamar Poppy. Ivan mengetok pintu tiga kali. Tok!Tok!Tok! Tak ada jawaban. Iseng-iseng Ivan membuka pintu kamar, tidak terkunci. “Vi, kututup pintu dan gordennya yah Vi”. Akupun berbalik dan menutup gorden jendela yang memang masih terbuka. “Ayo, Roy.. Tante sudah tidak tahan…” bisik tante Rina. Tiba tiba pintu terbuka, membelakangai sinar matahari sore - Mama berdiri di pintu, tangan kanannya masih memegang sekop kecil. Mama menatap kontol raksasaku, dan jembutku yang lebat, kemudian menatap wajahku dan badanku yang kekar. Aku hanya bisa melongo, tanpa berusaha menghentikan kocokan ku. Gile.. Benerr.. sekali ngentot dapat empat vagina, yaitu vaginanya anak SMP, anak SMU, mahasiswi dan Tante-Tante. Kejadian ini berlangsung sekitar 4 tahun lalu ketika saya berumur 22 th. Saat itu saya masih kuliah di salah satu perguruan tinggi di Surabaya. Saya berkenalan via internet dengan seorang janda keturunan china berumur 40th bernama bernama Jeany, dia mempunyai 2 orang anak berumur 5 dan 9 th. Mulanya saya hanya tertarik karena orangnya ramah dan asyik diajak ngobrol dan cukup bisa mengikuti gaya anak muda alias lumayan ‘gaul’ lah. Hampir setiap malam dia telepon ke rumah saya. Sampai kadang anak-anaknya ikutan bercanda lewat telepon. Mendengar itu ia semakin cepat mengulum penisku

Aku tahu dia sangat menahan nafsunya. Sangat ingin mendapatkan obsesi seksualnya. Kemudian tangannya merenggut lepas celana dalamku. Tak ayal lagi, langsung disambutnya kontolku. Mulutnya menganga menerima batangan kemaluanku yang telah sangat keras disertai urat-urat darah yang melingkarinya. Kulihat bibirnya termonyong-monyong penuh dengan batang kerasku. Aku menyaksikan betapa ganasnya Norma menjilat-jilat dan menggigit batangku ini. Lidahnya terus menyapu kepalanya yang berkilatan karena tekanan keras dari urat darahnya. Dia reguk cairan birahiku yang terus mengalir keluar. Dia jilati bijih pelirku. Sambil mendesah dan meracau dia menyeruak ke bawah selangkangan untuk meraih kenikmatannya. Akhirnya aku tak mampu menahannya. Rasa gatal menandai bahwa spermaku mendesak untuk muncrat demikian membuat aku gelisah dan mendesah pula. “Hallo Sayang.. lagi ngapain nich.. udah bangun?” katanya. Akhirnya dia mau. Vaginanya yang banjir itu tepat diwajahku, merah dan kencang, sedang Angel sudah mengocok penisku. Saat itu aku baru menikmati vagina seorang cewek, aku mulai menjilati vaginanya, harum sekali dan bau cairan vagina, dan clitorisnya sampai memerah dan kuhisap cairan yang sudah keluar, tiba tiba dia berteriak saat kuhisap vaginanya keras-keras. Jarum jam menunjukkan pukul tujuh lewat limabelas menit ketika mereka selesai berpakaian dan berdandan ala kadarnya. Mereka berdua sama-sama menunggu bus kota yang akan mengantar mereka ke sekolah. Mereka berdua terdiam. Hanya sesekali saling pandang dan tersenyum. Padahal biasanya mereka berdua saling mengobrol tentang berbagai hal. “Masa sich Tante”, kataku sambil tanganku meremas-remas payudaranya dari luar bajunya.

“Dik enak.. Uh.. oh..teruss!”, desahnya. Sore harinya aku terbangun oleh kecupan bibir Tante Sofi yang ternyata sudah ada di sampingku. Kubaringkan tubuhku lagi, dengan posisi terlentang penisku terlihat jelas di mata Bik Suti. Dengan malu-malu mata Bik Suti melirik kemaluanku. “Baik Bu cantik”, sahutku bergurau. Akhirnya mereka bertiga selesai makan dan beruntung masih ada bus kota yang masih jalan. Rencananya mereka bertiga akan berjalan saja menunu rumah Asti sambil menikmati suasana malam di kawasan UGM. Mereka bertiga sampai di rumah Asti ketika jarum jam tangan Winny menunjukkan pukul setengah sembilan lebih lima menit. Kiky segera mengambil kunci pintu masuk yang disembunyikan Asti di bawah kaki kursi bambu. Mereka bertiga masuk rumah setelah Kiky membuka pintu rumah Asti. Setelah sekian lama kemaluanku di lumatnya, aku merasakan sesuatu yang sangat mendesak keluar dari kemaluanku tanpa mampu kutakah lagi. Kutahan kepalanya agar tak diangkat pada saat spermaku keluar dan dengan menahan napas aku mengeluarkan spermaku di mulutnya. Sebagian langsung tertelan pada saat aku ejakulasi, selebihnya ditelan sebagian-sebagian seiring dengan keluarnya spermaku tetes demi tetes. Setelah selesai aku duduk di sofa menunggu kedatangan Didit sambil nonton TV dan menghisap rokok marlboro hijau. Dan tidak lama kemudian aku mendengar ketukan dipintu.

Minggu, 12 Oktober 2008

akhirnya ia orgasme Aku menelan semua spermanya


Tak lama saya mendengar si Antonio melenguh dengan keras, kontolnya ditarik keluar dari vagina Vita dan diarahkan ke mulut Vita. Vita menjilat dan menelan peju Antonio. Setelah bersih, kembali Antonio memasukkan kontolnya ke vagina Vita dalam posisi doggy style. Keringat disekujur tubuh Vita dan Antonio mengalir dengan deras. Saya sendiri terus menggenjot Priscilla, sekitar 2 atau 3 kali Priscilla memekik dengan keras dan tubuhnya sedikit mengejang tapi ia terus menggoyangkan pantatnya, rupanya ia sedang mengalami multiple orgasm. Saya menjadi kagum melihat stamina Priscilla yang kuat, tapi saya tidak ingin kalah kuat dengannya. “Kalau ketiga-tiganya dipakai?” Tanya Sari dengan nada netral. (Sebenarnya pas lagi kejadiannya, Tira gak sadar loh kalau Tira mengeluarkan suara-suara yang demikian. Mas yang kasih tahu, hehehe.) Mas berbisik di telinga Tira. Sampai sekarang kami masih berhubungan baik, bersilaturrahmi dan saling memberi spirit di saat kami merasa jatuh. Saya sangat menghormati hubungan ini, karena pada dasarnya saya sangat menghargai Tante N sebagai istri dan ibu yang baik. bukit itu. Segera tangan saya mulai menyusup masuk ke dalam celah dan keinginan yang selama ini terpendam dalam dirinya, yaitu berhubungan *********

“UUUHH….!!” boy sedikit terpekik saat merasakn penisnya akan meledak Ar, I will spend the new year’s with you. Pada suatu pagi datang utusannya membawa surat. Aku tak berani menemuinya. Isteriku menerima surat itu, “Suck it like a lollipop.” She did so and found it was fun. She could feel his cook increasing in size in her mouth. But then she pulled back. ditangannya dan tanpa dikomando segera melepas sepatu dan naik keatas

“Thanks.” “Selamat siang Pak,” Tegur Arie kepada salah satu satpam yang ada dua orang. “Ohh.. Ris enak.. Sekali.. Oh” Rico meracau. Shin Chan yang ketakutan hanya menuruti perintah mamanya. Dengan telanjang bulat ia masuk kedalam kamar mandi dan berdiri tepat didepan mamanya. “Hehehe, ketangkap kamu”, ujar mamanya Shin Chan dengan suara monster. merahasiakan urusanku dengan Felix. “Ok deh tapi nanti siang yah And makes everything all right Aku mengenakan gaun dari bahan satin yang agak tipis yang agak ketat melekat di tubuhku. Aku mengenakan gaun ini adalah juga atas anjuran suamiku. Suamiku berkata bahwa aku sangat menarik apabila mengenakan pakaian yang agak ketat dan terbuka. Aku kira pendapat suamiku benar, karena dengan memakai gaun ini aku lihat bentuk tubuhku jadi semakin nyata lekak-lekuknya. Apalagi dengan model potongan dada yang agak rendah membuat pangkal buah dadaku yang putih bersih kelihatan agak tersembul keluar membentuk dua buah bukit lembut yang indah.

“Belum begitu lapar.” Rangsangannya di diskotik tadi menghilangkan nafsu makanku. “Trus setelah itu…” “Kalo yang punya cowok disebutnya kont*l Non hehehe” “Yeee…si Non, mentang-mentang saya ga bisa Inggris, omong apa sih tuh ?” tanya Imron menasaran sambil mencubit puting gadis bule itu. “Rani..!!” kuangkat tubuhku, dan kulihat mukanya yang memerah. Buliran air mata tampak jatuh dari ujung matanya, Rani menggigit bibir bawahnya, matanya terpejam dan alisnya berkerut, hidungnya kembang-kempis. Shit.. kulirik ke bawah dan alangkah terkejutnya aku melihat setitik gumpalan darah kehitaman menodai ujung penisku yang mulai mengecil.

aku ‘memompa’ tubuhnya yang sintal itu. Rima merintih begitu hebat “Malam ini…” Pria itu berkata lagi sambil membelakangi keempat penyembahnya, “Aku harus memanggil temanku, si pencabut nyawa, untuk memilih salah satu di antara kalian! Yang paling tak pantas menjadi anakku, agar menjadi peringatan bagi yang lain.” “Apaan sih?” katanya masih tidak mengerti. “Ouh, sangat besar dan panjang. Gede sekali Lin..,” ucap Dian kagum dan senang sembari menimang-nimnag zakarku.


Rahasia Bikin Puas Wanita Orgasme berkali kali/h1>
RAHASIA..PEN1S BESAR,PANJANG,KUAT,TAHAN LAMA-TANPA OBAT-... KLIK DISINI

Tiba-tiba dia menarikku ke atas dan langsung dia menidurkanku kembali, kakiku kembali dibuka lebar-lebar dan dia mempermaikan klitku dengan penisnya yang membuatku semakin tak karuan sehingga tak berapa lama aku kembali mencapai puncak kenikmatan dan cairan kewanitaanku membasahi penisnya. Lalu tiba-tiba dengan satu gerakan cepat dia memasukkan penisnya ke dalam vaginaku, aku langsung menjerit karena vaginaku masih sempit dan aku masih perawan, sehingga kurasakan agak sedikit perih. Namun rupanya beliau telah tahu keadaanku sehingga dia diam sebentar agar aku dapat menguasai diri. “Ndy, aku mau nyampe nih, oh, oh, oh, ah, ah nikmatnya,” erangnya. Yaa.. kata-kata yang hanya bisaku sesali saat ini. Terlintas dalam benakku saat itu bayangan keluarga dan orang tuaku, sungguh aku panik, fikiranku buntu, aku hanya bisa menangis dalam pelukan kekasih yang amat aku cintai. Mail (will not be published) Website “Itu bukan untung tapi cilaka.., cilaka duabelas namanya!” Posted in Umum | Michael cukup lama mengoralku saat itu. Nampak keheran-heranan dari Maria dan juga cewe-cewe lainnya. Mungkin karena penasaran, Maria memenuhi permintaanku. Diambilkannya body lotion dari kamarnya. yag sudah cukup sepi…… jadi karena kondisi maka Daku pun kerap bercinta dengan isteri pada tengah malam.

Parni pun terus berteriak mengeluarkan kata-kata kotor dan mendesah ketika dia merasa sudah mau keluar. terang aja. Yang penting sekarang gue udah punya pengalaman lah main jilat-jilatan mem*k ame nyokap. Enak juga lho. Malam itu, sepulang dari rumah seorang teman aku mengendarai sepeda motor bebekku dengan kepala sedikit berat akibat pengaruh obat yang belum terlalu turun, tapi kupaksakan juga karena besok pagi-pagi sekali aku ada janji dengan seorang dosen untuk membantunya mengumpulkan data-data yang berhasil kami kumpulkan (yang tentunya dia yang membuat pertanyaan, aku hanya membagikan kuisioner pada obyek penelitian). “Terus Na.. Give me more!” kataku sambil menekan kepalanya karena tidak puas hanya dengan dijilati saja. Lalu wanita itu menamparku, “I’m here for giving you a new job” Kemudian aku membuka rok itu ke kanan dan ke kiri sehingga terpampanglah paha mulus dengan pinggul yang montok dengan CD warna hitam berenda sutra halus. Kemudian entah dia merasa agak lega atau bagaimana, kakinya agak bergeser dan membuka sehingga semakin jelaslah pemandangan yang membuat kepalaku berdenyut keras. Tanganku meraba kejantananku di balik celana dan menggosoknya pelan dan tiba-tiba ada sedikit denyutan yang kukenal adalah tanda apabila aku akan ereksi. “Nah, sekarang Aku siap mendengar,” kataku setelah kami membersihkan diri masing-masing dan berdua tidur-tiduran di salah satu single bed, masih sama-sama telanjang, seperti bulan lalu sehabis Aku dimasturbasi olehnya, Aku terlentang dan kepala Jeanny di dadaku. “Cantiknya..”

“Oh..” jawabku agak lega. “Tante sudah menunggu dari tadi Arie,” bisiknya sambil menggenggam tangan Arie tanda mengucapkan selamat datang. “Sudah.. sudahlah”, akhirnya aku berkata. Priyono tetap meneruskan melahap liang senggamaku. Sementara itu aku terus-menerus mengalami orgasme bertubi-tubi namun pada akhirnya dia berhenti juga. Dan pada saat dia mengambil posisi untuk menyetubuhi diriku, aku segera bangkit dan kini tanpa merasa risih lagi aku segera meraih alat kejantanannya yang hangat berwarna kemerah-merahan lalu memasukkannya ke dalam mulutku dan mulai bekerja dengan lidahku di sepanjang alat kejantanannya yang begitu terasa keras dan tegang. Aku merasakan suatu kenikmatan yang lain yang belum pernah aku rasakan. Aku merasakan alat kejantanan Priyono mempunyai aroma yang berlainan dengan alat kejantanan suamiku. Ekspresi Rini kali ini membuat gw sungguh tergila gila akan perlakuan yang ia perbuat atas kont*l gw ini. Terasa sekali kont*l gw mengaduk seluruh isi liang kewanitaannya. Terkadang maju mundur, terkadang berputar putar seperti goyangan salah satu artis Inul daratista yang sedang goyang ngebor. “Aahh…ahhh…iyahh…aahh…enak !” Sherin mendesah dan tanpa sadar kata-kata itu terlontar begitu saja dari mulutnya. Megan memejamkan mata menghayati orgasmenya hingga gelombang itu berangsur-angsur reda. Ia lalu membuka matanya dan melihat wajah Imron diatasnya. Pria itu tersenyum dan membelai rambut pirangnya lalu menciumnya lembut sekali.

“Ah, sayang, kamu nampak begitu indah, sayangg.. Indah sekali, sayang.. Sangat indah, sayang.. Indah banget sayang..”, Ronad meracau tidak menyembunyikan kenikmatan libido erotisnya saat melihati aku mengulum dan menjilati kont*lnya. “Lho, udah pada cabut semua nih, bidadari-bidadarinya?” Tanya Ray yang baru saja keluar dari kamar mandi sambil membawa handuk, segumpal pakaian kotor, dan cangkir plastik kecil berisi sikat gigi. Meski sudah mandi bersih, jalannya tetap saja gontai karena pengaruh alkohol dan obat-obatan yang dipakainya tiap hari. Hmmm…buat Dian1977 toni tak tahu harus bicara apa, sebenarnya rumah itu bagus dan harganya pun cocok , awalnya istrinya pun senang dengan rumah itu, namun kenapa , setiap ke lantai atas , seolah ada ledakan birahi, yg ternyata tidak hanya di rasakan olehnya tapi juga istrinya , dan mia tentu saja. Kedua sahabatku tidak mampir, mereka langsung pergi meninggalkanku dan berjanji akan menjemputku sore nanti. Seperti sudah lama nggak bertemu, kamipun saling melepas rindu, bermanja-manja aku dipangkuannya, tangannya tak henti-hentinya membelai-belai rambutku yang panjang, sesekali didekapnya aku erat-erat, saling bersuapan saat makan siang, benar-benar saat yang sangat indah, penuh canda & rasa cinta kasih. sheer sensuality of the room would have been arousing by Cerita ini terjadi sekitar 15 tahun yang lalu, tapi merupakan awal yang mempengaruhi perilaku seks yang kujalani sampai saat ini. Waktu itu aku seorang mahasiswa semester 3 di sebuah perguruan tinggi swasta di Bandung. Sebenarnya aku termasuk mahasiswa yang cukup berprestasi di kampus, terbukti dengan seringnya aku diikutsertakan oleh dosen/pengajar apabila mereka akan mengadakan penelitian ilmiah. Tapi sayangnya akibat pergaulan yang kurang baik, ditambah dengan problema yang kuhadapi (saat itu kurasakan cukup berat), aku terjebak kecanduan narkotika, walaupun sebenarnya baru pada tahap kecanduan awal. Kisah ini adalah berdasarkan kisah yang pernah berlaku dalam hidupku. Iza dan Amal adalah merupakan dua adik beradik, sebagai jiran aku dan mereka berdua merupakan berkawan baik dengan aku. Ditambah lagi aku sering dihantar kerumah mereka untuk dijaga oleh mereka apabila kedua ibubapaku pergi kerja.

“Hei Reni. Apa khabar, sayangku”, sapa ayah kemudian ketika selesai berpelukan dengan suamiku. Tanggal : Fri Aug 31, 2001 1:55 pm (dimuat di CeritaSeru tgl 11 Feb 2002) Penisnya cukup besar hingga aku agak takut dan terus melumatnya. Semakin lama aku semakin menikmatinya. Rasanya seru. Aku terus menjilat dan berusaha memasukkan penisnya dalam mulutku. Aku menggigit-gigitnya dan sesekali memainkan zakarnya. Ia mengerang keenakan sampai akhirnya ia orgasme. Aku menelan semua spermanya. Aku tertawa senang. Lalu ia balik menerkamku. Vaginaku habis dijilat dan digigitinya. Ia bagaikan singa gila. Dan dia adalah pria paling hebat dalam melakukan oral sex yang kutahu selama ini. Aku orgasme sampai empat kali! “Ah Bapak, masa suster takut sih sama mayat” jawabnya tersenyum, “lagian saya kan udah disana juga” Waktu itu aku telah duduk di bangku SMP kelas dua dan berusia 14 tahun lebih. Aku memang telah menjadi seorang anak lelaki yang sangat tergila-gila dengan segala bentuk kegiatan yang ada hubungannya dengan sex bahkan aku bisa membuat sesuatu mengarah ke sekitar masalah sex.

d iamenciumi dan menjilati daerah itu sampai celana dalamku basah


Sarah ( 21 tahun ) “Wah, enak dong.., orangnya sintal, mungkin tiga hari nggak habis dimakan!” kataku berseloroh. Sementara itu tangannya masih terus membelai batang kemaluanku yang kepalanya sudah berwarna kemerahan tetapi tidak dikocok hanya dielus-elus. Lalu tante Lina mulai menciumi dadaku terus turun ke arah selangkanganku sehingga aku pun mulai merasakan kenikmatan yang luar biasa sampai akhirnya Tante Lina berjongok di bawah ranjang dengan kepala mendekati batang kemaluanku. Sedetik kemudian dia mulai mengecup kepala batang kemaluanku yang telah mengeluarkan cairan bening pelumas dan merata tersebut ke seluruh kepala batang kemaluanku dengan lidahnya. “Sudah kamu istirahat dulu deh Va!” “Tapi pakaian dalam Mamamu kok nggak terlalu seksi ya.. konvensional banget sampai aku susah memilihnya”. laki-laki dan setelah cukup basah maka Anna pun disuruh berjongkok di “Kamu mandi dulu dech biar segar, tuch di kamar mandi,” katanya.

Abang ke mana isteri dirasa Kemudian diangkatnya badanku dengan posisi kakiku dipinggangnya, aku melingkarkan tangan pada lehernya agar tidak jatuh. Diletakkannya aku pada lantai di tepi kolam, disebelah Indah yang terkapar, dia merapatkan badannya diantara kedua kakiku yang tergantung. Bagian empat : MLA I’m your mother. Just pretend I’m another woman and make Setelah puas berehat aku dengan lantang berkata `servis kau memang Aku bersekolah di salah sebuah sekolah di ibu kota.walaupun aku

Tak lama kemudian orgasme mereka lewat juga, kami duduk perdampingan tapi masih merasa nikmat dan sama sama tersenyum. Trus kami liat si Eva kayaknya belum, maklum mungkin masih baru kali yah. Dan mungkin di masih kawatir ada yang ngeliat jadi kurang konsen, karena itu dianya keliatan semakin horny ajah dan belum lepas lepas juga. Akhirnya kami bertiga segera duduk disekitar dia, Veni (kakaknya) duduk di sampingnya sambil memeluk adiknya di berbisik “ Udah Va, cuek ajah lah, kami nutupin kok. Kamu terusin ajah. Kalo udah keluar nanti enak banget “. Sambil merem dianya mengangguk. Saya pun mulai membantu dia dengan merangsang vaginaya, wow…gadis ini udah basah banget. Karena saya rasa basah banget maka roknya pun saya angkat biar ga nyeplak nantinya, habis banyak banget cairannya. Tangan saya dengan lincah segera masuk ke selangkangannya dan segera mencari klitorisnya. Setelah etemu mulai saya gosok gosok dengan cepat, dianya semakin gelisah duduknya, sedangkan niken juga mulai meraba raba payudaranya, agar dia makin terangsang. Ahhhh saya liat napasnya mulai memburu mungkin ga lama lagi dianya orgasme. Badannya semkin gelisah untuk niken dan veni cepat tanggap dengan menahan badannya agar tangan saya bisa menggosok vaginanya dengan leluasa. Ahhhh akhirnya dia pun orgasme, mulutnya mejerit tapi segera di peluk niken jadi ga sempat semakin liar, sambil memeluk nikem meremas payudara Eva kuat2, dan Veni terus berbisik ke telinganya agar melepas semuanya. Ahhhh jari saya yang di vaginanya merasakan denyutan yang sangat kuat, ohhhh dianya orgasme. Dunyatan2 ini tandanya. Matanya meram dan semakin meringis ringis, tapi saya yakin sekali geli2 nikmat yang luar biasa yang sedang dialaminya. Setelah beberapa lama akhirnya orgasme nya lewat juga dan dia mulai tenang, demikian juga kami bertiga. Mata kami masih merem menikmati sisa orgasme dan musik y6ang menghentak kencang. dengan sofa ruang tamu maka walaupun terkuat hanya sedikit tentunya Vivi, sang adik iparku dapat mengintip “Tambah ganteng dong dia” Setelah beberapa saat menarik dan mendorong akhirnya mentok juga penisnya. Dia diamkan sebentar penisnya disana untuk beradaptasi sekalian menikmati jepitannya. Kesempatan ini juga kupakai untuk membiasakan diri dan mengambil nafas. Akhirnya saya memeluk erat tubuh Middleton, saya peluk semampu saya sebab tubuhnya lebih besar dari saya. Saya letakan kepala saya dan menghadap ke kiri pada dadanya yang bidang. Oh My Godness, saya lihat Raymond dan Gill sedang berdiri di depan pintu, mereka melihat saya, rupanya mereka melihat beberapa adegan yang telah saya lakukan. Buru-buru saya bangkit dan saya mengambil pakaian saya dan saya hampiri mereka. Saya tanyakan bagaimana dengan seks mereka, dan saya berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuh saya, sedangkan Midlleton bangkit lalu berpakaian, rupanya ia tidak peduli dengan kehadiran Ray dan Gill. other hand on one her breast and kneaded it and rolled the Dee berdiri untuk mengunci pintu, namun Pak Wir merengkuh pinggangnya dari belakang.

Samia laid on her back and opened her legs wider. Amir adjusted himself between her legs and with one hand opened her pussy lips getting a full view of his mother pink pussy. He lowered his head and touched her clit with his tongue. Samia bucked her ass and ground her pussy against her son’s mouth. Amir started licking all along her pussy inserting his tongue deeper in her fu*k hole. Samia had previous lesbian contacts and had experience in being licked but the mere fact that it was her baby boy was something else. Her orgasm exploded like a bomb on her son’s face. Gigitan dan jilatan, cakaran dan remasan. Erangan dan rintihan kenikmatan. Juga gelap dan terang. “Kenapa Jo? Sakit ya di sini?” tanyanya. Isakan keluar dari mulutku.

Website “Mbak.. Oh..” Shanti tak kuasa berbicara. Ia menyusupkan wajahnya makin dalam dipelukan Tuti. Selama seminggu pertama, aku dan 30 awak News Room menginap di kantor untukmemantau perkembangan tsunami serta proses bantuan kemanusiaan. Tepat di awal Januari 2005, presiden Amerika Serikat, George Walker Bush memerintahkan bantuan kemanusiaan untuk mengatasi bencana internasional yang merenggut 150 ibu korban jiwa. Angkatan ketujuh pun bergerak ke Aceh dengan memboyong 3 kapal perang serta sebuah kapal induk USS Abraham Lincoln. Semua media berusaha meliput langsung proses bantuan ini namun terbentur birokrasi pemerintah yang ruwetnya bikin kepala pecah. Setelah berpikiran seperti itu, Bi Eha menjadi penasaran. Ingin tahu bagaimana rasanya bercinta dengan anak di bawah umur. Tentunya masih polos, lugu dan perlu diajarkan. Mengingat ini hal Bi Eha jadi terangsang. Keinginannya untuk bercinta semakin menggebu-gebu. Kalau saja lelaki ini adalah Tuan Hartono, tentunya sudah ia terkam sejak tadi dan menggumuli batang kont*lnya untuk memuaskan nafsunya yang sudah ke ubun-ubun. Tapi tunggu dulu. Ia masih anak-anak. Jangan sampai ia kaget dan malah akan membuatnya ketakutan.


Rahasia Bikin Puas Wanita Orgasme berkali kali/h1>
RAHASIA..PEN1S BESAR,PANJANG,KUAT,TAHAN LAMA-TANPA OBAT-... KLIK DISINI

Faiza woke up late next morning. Lazily she pulled the curtains, letting in soft light of March sun into her bedroom. It was spring which is the best month in Lahore (Pakistan). She walked out of her room and went straight to the lounge. It was empty except the maidservant. She remembered that her parents had to go to a wedding in their native village. The maidservant told her that only she and Amir were left behind. Hearing Amir name she blushed and remembered the events of last night. Not wanting the servant to see her blushing she went back to her room. She went to the bathroom to do the morning necessities. The door to Amir’s room was unlocked. She went to look it but after a mischievous grin let it remain open. Slowly she removed all her clothes and looked at herself in the mirror. She knew that she was beautiful and the mirror replied in affirmative. After doing the necessary rituals she took a bath and wiped herself dry. The wearing a beautiful lacy bra and panties she went to Amir’s room. He was sleeping soundly. She slowly removed the light blanket over him. To her surprise she found that he was sleeping naked. His flaccid cook was visible. She drew closure and started inspecting it. It was a mere two inches in length, not long as she had seen it the previous night. She lightly touched it. It was soft. She then ran a finger on his balls. They were bigger than she thought and oval in shape. Amir had a thick bush of pubs and she made a mental note that she will ask him to remove them. Amir stirred in his sleep and she tiptoed back to her room. “bodynya coy…….. gile bener. Putih banget.” Kelelahan disekujur tubuhnya terasa sekali hari ini. Satu hari yang sangat menguras tenaga. “Iya deh Non, sebentar aja yah, udah ngambil saya langsung pulang” Imron tertawa lebar dalam hatinya karena inilah yang ditunggu-tunggu. Calvin mengiyakan, segera ia duduk di boncengan, rapat di belakang tubuh Andre. Tangannya diletakkannya di paha Andre. Kemudian kedua remaja SMU itu melaju menuju sekolah mereka. Pada hari Sabtu di bulan Januari, karena saya tidak memiliki pacar, saya sering berkeliling kota dengan mobil ayah untuk menghabiskan malam panjang sendirian. Karena teman-teman belajar saya semua pada ngapel, termasuk Bima. “Ah Sial..” ketika baru saja lewat rumah keluarga drs.E, mobil terbatuk-batuk seperti habis BBM. Padahal hujan begitu lebat di luar dan SPBU terdekat kira-kira 2 km dari lokasi tempat mobil saya tepikan di bahu jalan. Akhirnya, saya memutuskan untuk meminjam telepon ke rumah Bima, untuk menelepon ayah atau siapa saja untuk membantu kesulitan gara-gara lalai terhadap yang namanya BBM. membalasnya dengan tersenyum lalu dia melemparkan bantal guling ke

Faiza smiled to herself and after removing her shawl went near her brother and placed her head on his shoulder. jadi perkembangan eksebisinya pastilah dilingkaran dekat sendiri….. Desahan yang keluar dari mulut mamaku ini menjadikan ku semakin bersemangat dan kugeser kepalaku yang sedang dipegangi mama kearah tetek yang satunya dan tangan kananku kuremaskan lembut di tetek kiri mama dan tak henti2 nya desahan mama terdengar semakin kuat dengan nafas cepat. “Wih, dikit lagi kuliah dong. Mau kemana kuliahnya? Ke Jepang aja? Nichidai?” Pak Maman mulai menggoyangkan pinggulnya memompa vagina gadis itu. Desahan tertahan terdengar dari mulut Virna yang sedang berciuman. Pria itu memulai genjotan-genjotannya yang makin lama makin bertenaga. Lumayan juga sudah seusia kepala enam tapi penisnya masih sekeras ini dan sanggup membuat gadis itu menggelinjang. Dia mahir juga mengatur frekuensinya agar tidak terlalu cepat kehabisan tenaga. Sambil menggenjot mulutnya juga bekerja, kadang menciumi bibir gadis itu, kadang menggelitik telinganya dengan lidah, kadang mencupangi lehernya. Virna pun semakin terbuai dan menikmati persetubuhan beda jenis ini. Dia tidak menyangka pria seperti si penjaga kamar mayat itu sanggup membawanya melayang tinggi. Pria itu semakin kencang menyodokkan penisnya dan mulutnya semakin menceracau, nampaknya dia akan segera orgasme. Shin Chan yang tak berdaya melepas tangannya dari burungnya dan terlentang mengaduh”Aduh, aduh, geli Ma, geli Ma”. Seorang gadis berbadan putih telanjang sedang bersetubuh dengan posisi di atas membelakangi pasangannya. Kedua belah pahanya yang mulus bersimpuh di atas badan telanjang seorang pria setengah baya. Kedua tangannya memegang erat lutut di depannya untuk memudahkan goyangan pinggulnya. Pria yang berada di bawah, meletakkan telepon genggamnya di atas meja samping. Diremasnya kedua belah dada yang tak terlalu montok namun padat itu dari belakang. Kemudian dibelainya kedua belah lengan dan tubuh gadis yang tak terlalu tinggi tapi langsing itu.

Shanti hendak berpindah menggumuli memek Tuti tapi Rahman masih membiarkan kontolnya dalam mulut gadis itu. Shanti mengeluarkan kontol Rahman dan menjilati pejuh yang menempel disana, ia mengemut kontol Rahman, sekarang ia merasa suka dengan rasanya, ternyata untuk menjadi biasa cepat sekali apalagi kalau memang ternyata enak. Saat itu perasaanku campur aduk. Otakku sudah lepas kontrol. Karena Andi merasa aku hanya setengah hati menyuruhnya keluar, dia semakin berani. Dia berpindah ke depan dan menempelkan mulutnya di daerah kemaluanku. Dengusan napasnya yang hangat sampai di antara pahaku. Aku bergetar dan mulai menyukainya. Aku diam saja waktu d iamenciumi dan menjilati daerah itu sampai celana dalamku basah. Aku merasa otot-otot di sekitar kemaluanku mengejang. Rasanya seperti merapat terus.

Si cowo nekad tembak langsung. Nyatanya semua biaya yang harus ditanggung memang sudah dipastikan akan seberat menyimpan seorang bini muda. “Mas….., kamu kan sekarang sudah tambah dewasa, apa enggak pingin punya pacar atau pingin meluk atau dipeluk seorang perempuan ? kata mama tiba2. “Atau kamu sudah jadi laki2 yang enggak normal barangkali ya, Sayang ?“ lanjut Mama. aku begini .Mungkin dulu dia tidak mendenda aku secara ludah kenikmatan bersama-sama tante Lin. Tiba-tiba tante Lin menyedot semua ludah-ludah itu kemulutnya dan melepas mulutku. Dengan tatapan mata dan senyuman yang nakal, tante Lin mengeluarkan air ludah itu, membiarkannya mengalir seperti air terjun, dari mulutnya ke dagunya, lehernya, membasahi dadaku dan dadanya, dan akhirnya turun sampai ke pangkal paha kami, membuat gesekan tubuh kami terasa menjadi lebih licin. Melihat itu, mulai kuarahkan kepalaku untuk menjilati air ludah, tapi tidak kutelan, mulai dari sudut-sudut bibirnya, lalu dagunya, “Tidak apa-apa kok Pak”, sahutku, aku senang juga dalam hati. “Pah. tadi kok Mama rasakan punya Papa jadi lain?” “Okeh, nggak pa-pa. Kutunggu.”

Setengah berlari dengan baju dan rambut yg acak2an anggi segera keluar dari kompleks sekolah itu. Dia tak tau ada beberapa pasang mata yang selama prosesi sex terjadi di kelas tadi, telah mengintai dan menonton pertunjukan sex itu. Beberapa pasang mata itu begitu ganas dan liar. “tunggu giliran kami nggi…………..” bisik mereka tertiup angin malam………………… “Ada air panasnya lho Shan..” kata Tuti. “Kamu tidak kasihan melihat ayah seperti ini? Ayolah, kita khan pernah melakukannya”, desaknya. Aku segera memakai pakaianku, dan melangkah keluar. Tante Donna mengantarkanku kepintu sambil sambil menghadiahkanku sebuah kecupan kecil, katanya “Terima kasih yach.. sekarang giliran suamiku, karena ia butuh melihat permainanku dengan orang lain sebelum ia melakukannya.” “Jangan lagi panggil tante ah, panggil saja Santy. Oke?”. “Kamu nggak pakai celana dalam?” tanyanya. Now Donny really became uneasy. Mom was treading into an *

memainkan lidahku dengan cepat di duburnya


“Aaarrgghh.. Gilaa!!” teriak Rahman. Mulut mungil Claire tidak dapat menampung penis besar itu seluruhnya, dengan susah payah ia membiasakan lidahnya bermain-main menyapu permukaan penis yang bercokol di mulutnya itu. Dia sibuk mengulum penis si pemilik toko dan mengatur nafasnya yang terengah-engah. Ada sensasi yang aneh dirasakannya ketika putingnya dipencet-pencet dan dipilin-pilin oleh Dario, di luar kendalinya puting mungil kemerahan itu makin mengeras. Kini tangan kiri Dario mulai turun mengerjai daerah pangkal paha Claire, ditekan-tekankannya jarinya disana sehingga celana dalam Claire menyusup pada bibir kemaluannya. Claire mencoba menahan niat Dario ketika pria itu menurunkan resleting celananya dengan memengangi tangannya, tapi percuma karena pria itu menepisnya lalu dia menangkap kedua pergelangan tangannya. Tangannya kini menyusup ke balik celana dalam Claire. ### Kevin Demonic Ep.3 ~ Blood Sugar Sex Magic Kemudian dia tertawa terbahak-bahak. Aku memukulnya sambil pura-pura marah. Aku mengambil jalur yang biasa kulalui yang melewati Jl. Saparua (gelora) yang kalau malam banyak kaum waria yang mejeng mencari langganan. Aku tidak pernah perduli karena memang aku sama sekali tidak tertarik oleh yang palsu semacam itu. Tapi malam itu secara sadar atau tidak sadar aku berhenti ketika seorang waria melambaikan tangannya. Aku hanya berpikir seksi sekali ini orang (tentunya dalam cahaya yang remang-remang dan pengaruh obat yang masih bersisa di kepalaku). “Ahh.. dorong terus Dong Rud..!” pinta si Tante dengan suara yang sudah mendesah sekali. Tak lama, akupun mengerang nikmat ketika mengalami ejakulasi dalam vagina Sandra. Kamipun melepas lelah sejenak sambil berciuman kembali. “Kecuali elo semua kasih lihat payudara elo,” kataku.

Kali ini Eni menjadi super hati-hati mencukurnya. Mungkin takut tersentuh kemaluanku. Sedangkan aku sangat ingin tersentuh olehnya. Tapi aku khawatir dia semakin takut saja. Akhirnya kubiarkan saja dia menyelesaikan tugasnya dengan caranya sendiri. Padahal saat itu aku belum mengenakan apa-apa, hanya pakaian dalam saja. Segera aku melemparkan bantal ke arahnya dan dia hanya tertawa. Selesai berpakaian kami pun segera berangkat. Di mobil kami saling berpegangan tangan dan kadang-kadang saling mencium. Di bagian belakang mobil dia menggantungkan beberapa kemeja dan jas serta dasi, dia menjelaskan bahwa itu persediaan untuk nanti malam karena dia malas pulang malam-malam. Aku hanya tertawa, sambil menggodanya bahwa dia terlalu banyak berharap. “Jangan!” “Miss u sweety. Mmuuaahh!” Lima tahun kemudian, aku menerima sebuah undangan perkawinan bertuliskan, Lalu aku merasakan mulutnya pada kejantananku. Mengecup, menghisap, dan menjilat. Ditambah kedua tangannya yang terkadang menggosok pelan, memijat atau meremas. Belum lagi bulu halus yang tumbuh di dagunya memberikanku tusukan kecil yang geli namun nikmat. Aku, untuk yang pertama kalinya, merasakan apa yang disebut kesulitan bernafas. Mungkin lebih parah daripada seorang penderita asma. “Acik gelii.. Sedapp,”elus aku. “Saya kira sekarang bukan saatnya bercanda, Pak.”

sampai suatu malam, vina tidak mendengar lagi suara suara dari cermin itu. namun ia merasakan hawa kamar itu tersa sangat panas sekali an ia merasa pusing. vina akhirnya membuka jendela kamarnya, dan ia merasakan hembusan angin dingin yg menyegarkan, pusingnya hilang, tapi juga ia merasa mengantuk, perlahan lahan angin dingin itu membuai vina hingga tertidur. Lalu martin mendorong seluruh batang kejantanannya masuk ke dalam lubang kewanitaan Lisa. Ia menggenjot terus tanpa menghiraukan keluhan dan rasa nyeri pada lubang Lisa, namun Lisa menuruti setiap gerakan Pak Martin yang maju mundur dalam lubang vagina itu. sebagai suara Mirna adiku! Aku jadian dengannya. Amel gadis lugu dengan sifat yang sedikit egois, arogan dan cantik.

Kurasa pagi ini tidak seindah yang kubayangkan. Tidak dengan kondom-kondom yang berserakan di lantai. Tidak dengan seprei yang basah di bawahku. Tidak dengan sperma yang mengering di bekas luka di perutku. ABG Tetangga Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment. Posted in Daun Muda | suara onani terdengar dari gesekan tangankananku yang penuh air mani …. sementara itu kuperhatikan Leave a Comment

Lisa kemudian menaik-turunkan tubuhnya di atas pangkuanku. Novi pun tak tinggal diam, diciuminya aku ketika temannya sedang memompa penisku dalam jepitan dinding kewanitaannya. Goyangan tubuh Lisa membuatku merasa akan segera menumpahkan spermaku dalam vaginanya. Aku berusaha sekuat tenaga agar tidak ejakulasi terlebih dahulu sebelum dia orgasme. Sambil menciumi Novi, tanganku memainkan klitoris Lisa. Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment. ***** “Makasih yah Mun, sori kalau selama ini ngerepotin kamu, jangan lupain yang pernah kita pelajari yah” Syeer…syeer…. kutahan… dan kukendalikan aliran sperma-Ku yang keluar dari ujung penis-Ku…. “Eerrr…tanya apa Non ?” katanya “Mumun bingung mo tanya apa?” Akhirnya aku orgasme. Otot-otot kemaluanku menegang, merapat, kakiku serasa tidak kuat menahan dorongan ini, aku berusaha menahan selama mungkin. Akhirnya sambil mencengkram pinggiran meja aku melepaskan tekanan ini.


Rahasia Bikin Puas Wanita Orgasme berkali kali/h1>
RAHASIA..PEN1S BESAR,PANJANG,KUAT,TAHAN LAMA-TANPA OBAT-... KLIK DISINI

“Ooohh.. aa.. aahh.. aahh.. mmhh gelii oohh enaknya, Vann.. ooh,” desah Tante Donna. Rekan-rekan pembaca, usai kejadian itu kami masih terus melakukan affair. Hal ini berakhir ketika saya menikah 4 tahun yang lalu. Beliau berkata, “Jangan hianati istrimu, karena Tante sudah merasakan bagaimana dihianati suami.” “Mimpikah aku?” Tanya Adissa dengan suara tercekat. “Eeii…jangan kurang ajar yah !” bentak Sherin mendorong pria itu. “Mbaak.., maa’aaf.., saya tidak tahu kalau.., Mbak lagi mandi”.

Sesaat kemudian Tonny akhirnya merasakan kedutan kedutan hebat di pangkal kemaluaannya dan sesegera menarik keluar dan memndamkan batang kemaluannya kembali ke dalam mulut Tamara yang diakhiri oleh muncratnya sperma Tonny berkali kali didalam mulut Tamara. Ditahannya mulut Tamara agar tetap tertutup rapat dan memaksa Tamara menelan habis spermanya ada didalam mulut Tamara, polwan cantik yang sekaligus wanita dambaan laki laki yang menontonnya di layar lebar. dia ceraikan kau ha ha `.”dengar permainan hari ini sudah berakhir Ingin ku sayangii. Tanpa terbagi laagii “Apa coba?” nita tinggal dengan ayahnya , ibunya telah meninggal beberapa tahun lalu karena kecelakaan mobil. sejak itu ayahnya lah yg mengurus nita , sebenarnya ayah nita masih cukup pantas untuk menikah lagi , namun ia telah berjanji untuk tidak menikah lagi , dan hal itulah yg membuat nita bahagia dengan hidupnya yg sekarang. “Kau mau kuantar pulang?” kata Michael esok siangnya selepas kami bangun tidur. Anak itu menggeser kakinya memberiku jalan. Tadinya anak itu menunduk menatap lantai, tapi begitu Aku melewatinya, matanya langsung melotot ke arah dadaku. Karena memang ketika Aku bergeser mau keluar dari kursi, dadaku berada tepat di depan hidungnya. Aku jalan ke belakang sambil meneliti kursi mana yang kosong. Tak kupedulikan tatapan mata lelaki-lelaki. Tak ada yang kosong. Memang ada 3 kursi yang hanya berisi masing-masing seorang. Seandainya Aku punya keberanian untuk meminta salah satu penghuni kursi yang sendirian itu untuk bergabung ke penghuni sendirian yang lain, Aku akan dapatkan kursi kosong. Tapi Aku tak berani. Atau anak itu saja yang kusuruh pindah ? Ah, sungguh Aku tak enak. Apa boleh buat, terima saja apa adanya. Aku kembali ke tempatku. Lagi-lagi mata anak muda itu memelototi tubuhku. Dan masih saja tak melepas tatapannya meskipun Aku sudah kembali duduk.

“Sepedanya dititip ke saya aja Non, biar saya yang tambal besok, dijamin besok Non ke kampus sepedanya udah beres” tawarnya. Nampak keheran-heranan dari Maria dan juga cewe-cewe lainnya. Mungkin karena penasaran, Maria memenuhi permintaanku. Diambilkannya body lotion dari kamarnya. “Mbak, enak banget, oooch…. Teruuus yang dalem, oh mbak lidahnyaaa…. Oh ngilu,enak” aku terus mengerang menahan kenikmatan yang diberikan Tia padaku. Tak lama kemudian, meledaklah semua isi dalam kejantananku ke dalam mulutnya. Mbak Tia sama sekali takmelepaskan kulumannya dan terus menghisap spermaku sampai habis… “Sama-sama Pak, saya juga senang kenal Bapak, but lain kali jangan lupa…you should use some condom, memakai kondom, supaya aman !” katanya dengan senyum nakal. sheer sensuality of the room would have been arousing by sometimes. Very lonely.”

dia sendiri sudah pasrah akan nasib yang dialaminya itu. Kamipun masuk ke dalam rumah dan aku langsung duduk di sofa ruang keluarganya. Santi menyuguhkan orange juice untuk menghilangkan dahagaku. Nikmat sekali meminum orange juice itu setelah lelah terjebak macet tadi. Dahagakupun langsung hilang, tetapi setelah melihat Santi yang cantik, dahagaku yang lainpun muncul. Aku masih bernafsu melihat Santi, meskipun telah lima hari berturut-turut aku setubuhi dia. Jantung Sherin semakin berdebar-debar ketika kepala penis pria itu menyentuh bibir vaginanya. Nuraninya menghendaki agar dirinya memberontak dan kabur, tapi tubuhnya yang berkata lain malah menggerakkannya untuk membuka kakinya lebih lebar. Dia melihat jelas bagaimana penis pria itu memasuki vaginanya juga ekspresi puas di wajah tuanya karena berhasil menikmati tubuh gadis cantik yang baru pernah dirasakan seumur hidupnya. ### Setelah itu Lia meninggalkan ruangan. Sudah cukup lama aku tergantung dengan posisi kepala di bawah dan aku mulai merasa pusing. Aku mencari-cari jam di ruangan itu dengan berusaha memputar-putarkan badanku. Kutemui sebuah jam kecil tergeletak di meja rias kamar tersebut. Waktu saat itu menunjukkan jam 2 siang. Sudah lebih dari 4 jam aku terikat. Tangan, siku, kaki dan lututku terasa sakit karena ikatan yang kuat. Kulihat Lia membuka pintu dan lalu menurunkanku dari gantungan itu. Setelah terbaring di lantai lalu dibukakannya plastik-platik pembungkus diriku dengan mengguntingnya. Setelah itu ia buka bandana dan mengeluarkan celana dalam yang sudah hampir 4 jam menyumbat mulutku. “Gimana rasanya dibawah sana Mun ?” “Mas.., ini handuknya..!” katanya.

September 25th, 2007 by indocerita Posted in Masturbasi | “Andre” “Ohh.. eehh.. hmm.. Ar.. yang kuat!” Mungkin gabungan antara suara dari bibirku dan mungkin cengkeraman-cengkeraman kuat dari dinding-dinding liang kemaluanku, segera membuatnya bergerak cepat dan kuat sekali. Aku tidak pernah merasakan kekuatan sekuat dan setahan itu dari Andy. Tubuhku kejang sampai dia menyelesaikan 5 menitnya yang keempat dan masih terus bergerak mantap. Sampai orgasmeku mereda aku merasakan gerakannya semakin cepat dan kuat dan belum sampai pertengahan 5 menitnya yang kelima, Ari pun jebol juga. Mumun pun berbaring telentang di ranjang itu, tidak tahu apa lagi yang harus dilakukannya karena dia sama sekali buta soal seks, bahkan nonton film bokep atau lihat gambar porno saja belum pernah. Memang di usianya yang mulai puber itu ada rasa senang ketika melihat gadis-gadis penghuni kost itu lalu-lalang dengan pakaian yang memperlihatkan lekuk-lekuk tubuh mereka, tapi ia sendiri tidak tahu mengenai perasaan yang disebut ‘birahi’ itu. Anak itu kaget dan menahan celana pendeknya ketika Joane hendak menurunkannya, namun tangannya segera ditepis gadis itu yang terus menurunkan celana itu hingga lepas. ‘Wew’ serunya dalam hati melihat penis anak itu yang sudah tegang, ujungnya sudah disunat dan berbentuk seperti helm, memang ukurannya tidak sebanding dengan pria-pria dewasa yang pernah terlibat seks dengannya, namun lumayan juga untuk ukuran anak seusianya. Joane merunduk dan menggerakan tangan untuk menggenggam penis itu. “Eh, kamu gini apa nggak jadi banci?” Aku sudah tidak tahan lagi, langsung saja kujilat dan kugigit-gigit kecil klit nya, aku memainkan lidahku dengan cepat di duburnya, naik-turun dari pantat ke klitnya, berulang-ulang sampai daerah itu basah oleh ludahku. “Bantulah aku Rat! Telah lama sekali!” sambil berkata begitu dia terus menggeranyangi tubuhku.